Kenapa Allah Ciptakan Manusia Berdosa? Ini Jawaban Hadits Nabi
Pernah merasa dosa terlalu banyak hingga sulit berharap ampunan? Hadits ini justru membuka harapan besar bahwa Allah sangat mencintai hamba yang kembali kepada-Nya. Bahkan, keberadaan dosa bisa menjadi jalan menuju ampunan jika diiringi dengan tobat dan istigfar.
Hadits #422-423 dari Kitab Riyadhus Sholihin, Kitab Ar-Raja’ (Berharap kepada Allah)
Hadits Pertama: Hikmah Adanya Dosa dan Istigfar
ـ وعنه قال: قال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: «وَالَّذي نَفْسي بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَذَهَبَ اللهُ بِكُمْ، وَلَجَاءَ بقَوم يُذْنِبُونَ، فَيَسْتَغْفِرُونَ اللهَ تعالىٰ، فَيَغْفِرُ لَهُمْ». رواه مسلم.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan melenyapkan kalian dan mendatangkan suatu kaum yang mereka berbuat dosa, lalu mereka memohon ampun kepada Allah Ta’ala, maka Dia pun mengampuni mereka.” (HR. Muslim, no. 2749)
Hadits Kedua: Pintu Ampunan Selalu Terbuka
وعن أبي أيُّوبَ خَالدِ بنِ زيد رضي الله عنه، قال: سمعتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «لَوْلاَ أَنَّكُمْ تُذْنِبُونَ لَخَلَق الله خَلْقاً يُذْنِبُونَ، فَيَسْتَغْفِرُونَ، فَيَغْفِرُ لَهُمْ». رواه مسلم.
Dari Abu Ayyub Khalid bin Zaid radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan menciptakan suatu kaum yang mereka berbuat dosa, lalu mereka memohon ampun, maka Dia pun mengampuni mereka.” (HR. Muslim, no. 2748)
Faedah Hadits
- Hadits ini mendorong seorang hamba untuk berharap besar kepada rahmat Allah Ta’ala. Hal itu karena Allah telah membuka pintu harapan melalui istigfar dan tobat dari berbagai dosa.
- Kedekatan seorang hamba dengan Rabb-nya melalui tobat yang terus-menerus, memperbanyak istigfar, serta merendahkan diri di hadapan Allah Yang Maha Pengampun, termasuk amalan yang dicintai oleh Allah Ta’ala. Sungguh beruntung seorang hamba yang senantiasa mengetuk pintu langit dengan tobat dan doa.
- Hadits ini menjelaskan besarnya karunia Allah Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya, berupa ampunan dan penghapusan dosa.
- Setiap anak Adam pasti pernah berbuat salah. Karena itu, seorang hamba hendaknya segera bergegas untuk beristigfar dan bertobat.
- Di antara hikmah adanya taklif (beban syariat) adalah tampaknya nama-nama Allah yang mengandung makna rahmat-Nya, ampunan-Nya, penutupan aib, pemaafan-Nya, serta pembebasan dari neraka terhadap kesalahan hamba yang Dia kehendaki.
- Dari sinilah tampak hikmah Allah dalam menciptakan makhluk yang melakukan sebab-sebab (perbuatan) yang mengantarkan pada tampaknya pengaruh dari nama-nama tersebut. Seandainya tidak ada itu, seperti pada makhluk yang tidak berbuat dosa (misalnya Iblis sebelum membangkang), niscaya hikmah dan manfaat ini tidak akan tampak.
- Hadits ini bukanlah dorongan untuk melakukan maksiat. Akan tetapi, ia mengandung kabar gembira tentang ampunan serta menghilangkan rasa takut berlebihan dan putus asa.
Para sahabat Rasulullah ﷺ dahulu sangat kuat rasa takutnya, sampai-sampai mereka memandang gunung seakan di hadapan mata dan seolah-olah mereka hampir meninggalkan kehidupan karena besarnya rasa takut tersebut. Maka hadits ini menjadi penyejuk bagi mereka, menumbuhkan ketenangan dan harapan terhadap ampunan Allah.
Catatan Penting
Hadits ini mengandung kabar gembira berupa ampunan bagi orang yang berbuat dosa lalu memohon ampun. Namun, jangan sampai ada yang beranggapan bahwa hadits ini mendorong untuk sengaja melakukan maksiat.
Penutup
Hari ini, banyak orang merasa terlalu kotor karena dosa masa lalu, hingga enggan kembali kepada Allah. Di sisi lain, ada juga yang meremehkan dosa karena merasa selalu bisa bertobat. Keduanya keliru, karena Islam mengajarkan keseimbangan antara takut dan harap. Jadikan setiap dosa sebagai pengingat untuk segera kembali, bukan alasan untuk terus menjauh.
Referensi:
- Al-Hilali, S. b. ‘I. (1430 H). Bahjah an-Nazhirin syarh Riyadh ash-Shalihin (Cet. 1). Dar Ibnul Jauzi.
- Al-Syam al-Mubarak. (1434 H). Ruh wa rayahin syarh Riyadh ash-Shalihin (Cet. 3). Damaskus.
Baca juga:
- Melebur Dosa dengan Taubat yang Tulus
- Syarat, Tanda Diterima, dan Bahaya Menunda Taubat
- Allah Maha Menerima Taubat, Berkali-Kali Tanpa Batas
—-
Selesai ditulis di perjalanan dari Pondok Pesantren Darush Sholihin, 11 Dzulqa’dah 1447 H, 27 April 2026
Penulis: Dr. Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Rumaysho.Com



