Tafsir Surah Al-Buruj: Kisah Ashabul Ukhdud dan Janji Keadilan Allah
Surah Al-Buruj mengajarkan tentang kekuasaan Allah, kerasnya azab-Nya, dan luasnya rahmat-Nya. Kisah Ashabul Ukhdud menjadi bukti nyata bahwa keimanan akan diuji, namun balasan bagi orang beriman sangatlah besar. Di sisi lain, Allah tetap membuka pintu tobat bahkan bagi pelaku kezaliman yang paling berat.
Baca juga: Kisah Orang Beriman yang Dibakar Dalam Parit
Sumpah Allah dengan Langit dan Hari Kiamat
Allah Ta’ala berfirman,
وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلْبُرُوجِ
“Demi langit yang mempunyai gugusan bintang.” (QS. Al-Buruj: 1)
Maksudnya, langit yang memiliki tempat-tempat peredaran, yang mencakup posisi matahari, bulan, dan bintang-bintang yang berjalan dengan sangat teratur. Semua itu menunjukkan sempurnanya kekuasaan Allah, rahmat-Nya, serta luasnya ilmu dan hikmah-Nya.
وَٱلْيَوْمِ ٱلْمَوْعُودِ
“dan hari yang dijanjikan.” (QS. Al-Buruj: 2)
Yaitu hari kiamat, hari yang Allah janjikan untuk mengumpulkan seluruh makhluk. Pada hari itu, yang pertama dan yang terakhir, yang jauh dan yang dekat, semuanya dikumpulkan. Hari itu pasti terjadi dan Allah tidak akan menyelisihi janji-Nya.
Makna Saksi dan yang Disaksikan
Allah Ta’ala berfirman,
وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ
“dan yang menyaksikan dan yang disaksikan.” (QS. Al-Buruj: 3)
Ayat ini mencakup semua yang memiliki sifat tersebut: yang melihat dan yang dilihat, yang hadir dan yang dihadiri, yang menyaksikan dan yang disaksikan.
Kisah Ashabul Ukhdud: Ujian Keimanan
Allah Ta’ala berfirman,
قُتِلَ أَصْحَٰبُ ٱلْأُخْدُودِ
“Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit.” (QS. Al-Buruj: 4)
Sumpah ini menunjukkan besarnya tanda-tanda kekuasaan Allah, hikmah-Nya, dan rahmat-Nya. Ada pula yang mengatakan bahwa yang menjadi isi sumpah adalah firman ini, yaitu doa kebinasaan bagi para pembuat parit.
Yang dimaksud “al-ukhdūd” adalah lubang-lubang yang digali di tanah.
Mereka adalah kaum kafir yang memiliki kaum mukmin di tengah mereka. Orang-orang kafir itu memaksa kaum mukmin untuk masuk ke dalam agama mereka, tetapi kaum mukmin menolak. Maka orang-orang kafir menggali parit di tanah, menyalakan api di dalamnya, lalu duduk di sekelilingnya. Mereka menguji kaum mukmin: siapa yang mau mengikuti mereka, dibiarkan hidup; siapa yang tetap beriman, dilemparkan ke dalam api.
Ini adalah bentuk permusuhan yang sangat besar terhadap Allah dan orang-orang beriman. Karena itu Allah melaknat mereka, membinasakan mereka, dan mengancam mereka dengan firman-Nya tersebut.
Kekejaman terhadap Orang Beriman
Allah Ta’ala berfirman,
ٱلنَّارِ ذَاتِ ٱلْوَقُودِ
“yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar.” (QS. Al-Buruj: 5)
Kemudian Allah menjelaskan tentang parit itu:
إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ
“ketika mereka duduk di sekitarnya.” (QS. Al-Buruj: 6)
وَهُمْ عَلَىٰ مَا يَفْعَلُونَ بِٱلْمُؤْمِنِينَ شُهُودٌ
“sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Buruj: 7)
Ini adalah puncak kesombongan dan kerasnya hati. Mereka menggabungkan antara kekafiran terhadap ayat-ayat Allah, menentangnya, memusuhi orang beriman, dan menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat mengerikan. Bahkan mereka hadir menyaksikan saat orang-orang beriman dilempar ke dalam api.
Padahal, mereka tidak membenci kaum mukmin kecuali karena satu hal yang justru merupakan kemuliaan bagi mereka, yaitu karena mereka beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji.
Sebab Kebencian: Karena Iman kepada Allah
Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا نَقَمُوا۟ مِنْهُمْ إِلَّآ أَن يُؤْمِنُوا۟ بِٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَمِيدِ
“Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.” (QS. Al-Buruj: 8)
Allah adalah Yang Mahaperkasa yang mengalahkan segala sesuatu, dan Maha Terpuji dalam semua perkataan, sifat, dan perbuatan-Nya.
Ancaman bagi Pelaku Kezaliman
Allah Ta’ala berfirman,
ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ
“Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.” (QS. Al-Buruj: 9)
Dialah yang menciptakan dan memiliki semua makhluk, serta mengatur mereka sebagaimana pemilik mengatur miliknya. Allah Maha Mengetahui, Maha Mendengar, dan Maha Melihat segala sesuatu.
Apakah orang-orang yang melampaui batas itu tidak takut kepada Allah Yang Mahakuat? Atau mereka tidak sadar bahwa mereka semua adalah milik Allah, dan tidak ada yang memiliki kekuasaan kecuali dengan izin-Nya? Atau mereka tidak tahu bahwa Allah meliputi semua amal mereka dan akan membalasnya?
Sungguh, orang kafir berada dalam kesesatan, dan orang zalim berada dalam kebodohan dan buta dari jalan yang benar.
إِنَّ ٱلَّذِينَ فَتَنُوا۟ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا۟ فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ ٱلْحَرِيقِ
“Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.” (QS. Al-Buruj: 10)
Allah mengancam mereka, sekaligus membuka pintu tobat bagi mereka.
Al-Hasan rahimahullah berkata:
اُنْظُرُوا إِلَىٰ هٰذَا الْكَرَمِ وَالْجُودِ، هُمْ قَتَلُوا أَوْلِيَاءَهُ وَأَهْلَ طَاعَتِهِ، وَهُوَ يَدْعُوهُمْ إِلَى التَّوْبَةِ.
“Perhatikanlah kemurahan Allah ini, mereka telah membunuh para wali-Nya dan orang-orang yang taat kepada-Nya, namun Allah masih mengajak mereka untuk bertobat.”
Balasan Besar bagi Orang Beriman
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُمْ جَنَّٰتٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْكَبِيرُ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar.” (QS. Al-Buruj: 11)
Ketika Allah menyebutkan hukuman bagi orang zalim, Allah juga menyebutkan balasan bagi orang beriman. Mereka beriman dengan hati dan beramal saleh dengan anggota badan. Bagi mereka surga dengan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Itulah keberuntungan besar: mendapatkan rida Allah dan tempat kemuliaan di sisi-Nya.
Kerasnya Azab Allah bagi Orang Zalim
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ
“Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras.” (QS. Al-Buruj: 12)
Maksudnya, hukuman Allah terhadap pelaku kejahatan dan dosa besar sangat kuat dan keras. Allah selalu mengawasi orang-orang zalim, sebagaimana firman-Nya:
وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ
“Dan demikianlah azab Tuhanmu apabila Dia mengazab negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, azab-Nya itu sangat pedih lagi sangat keras.” (QS. Hūd: 102)
Allah Maha Pencipta dan Pengampun
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّهُۥ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيدُ
“Sesungguhnya Dialah Yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali).” (QS. Al-Buruj: 13)
Artinya, hanya Allah yang menciptakan makhluk dari awal dan menghidupkannya kembali. Tidak ada sekutu bagi-Nya dalam hal itu.
Allah Ta’ala berfirman,
وَهُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلْوَدُودُ
“Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.“(QS. Al-Buruj: 14)
Dialah Yang Maha Pengampun, yang mengampuni seluruh dosa bagi siapa yang bertobat, dan menghapus kesalahan bagi siapa yang memohon ampun serta kembali kepada-Nya.
Dia juga Al-Wadūd, yaitu Dzat yang mencintai hamba-hamba-Nya, dan dicintai oleh mereka dengan cinta yang tidak menyerupai cinta apa pun. Sebagaimana tidak ada yang menyerupai-Nya dalam sifat-sifat keagungan dan kesempurnaan, demikian pula cinta kepada-Nya dalam hati para hamba pilihan tidak dapat disamakan dengan jenis cinta apa pun.
Karena itu, cinta kepada Allah adalah dasar ibadah. Cinta ini harus didahulukan dan mengalahkan semua bentuk cinta lainnya. Jika tidak demikian, maka cinta tersebut justru menjadi sebab siksa bagi pemiliknya.
Allah juga mencintai hamba-hamba-Nya yang beriman, sebagaimana firman-Nya:
يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ
“Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.” (QS. Al-Mā’idah: 54)
Luasnya Cinta Allah kepada Hamba-Nya
Cinta (al-mawaddah) adalah cinta yang murni. Di sini terdapat makna yang halus, yaitu ketika Allah menyandingkan sifat “Maha Pengampun” dengan “Maha Pengasih”, menunjukkan bahwa orang yang berdosa jika bertobat dan kembali kepada Allah, maka Allah akan mengampuni dosa mereka dan mencintai mereka.
Tidak benar jika dikatakan bahwa dosa mereka hanya diampuni, tetapi tidak kembali mendapatkan cinta Allah.
Bahkan Allah lebih bergembira dengan tobat hamba-Nya ketika ia bertobat, daripada seseorang yang kehilangan tunggangannya di padang tandus yang mematikan—yang di atasnya terdapat makanan dan minumannya—lalu ia berputus asa dan menunggu kematian. Tiba-tiba tunggangannya kembali kepadanya, lalu ia sangat bergembira. Maka kegembiraan Allah atas tobat hamba-Nya jauh lebih besar daripada itu.
Segala puji bagi Allah, dengan cinta-Nya yang murni. Betapa agung kebaikan-Nya, betapa banyak karunia-Nya, dan betapa luas pemberian-Nya.
Keagungan ‘Arsy dan Kekuasaan Allah
Allah Ta’ala berfirman,
ذُو ٱلْعَرْشِ ٱلْمَجِيدُ
“yang mempunyai ‘Arsy, lagi Maha Mulia.” (QS. Al-Buruj: 15)
Artinya, Dia adalah pemilik ‘Arsy yang agung. Besarnya ‘Arsy sangat luar biasa, sampai-sampai langit, bumi, dan kursi jika dibandingkan dengan ‘Arsy, seperti sebuah cincin kecil yang dilempar di padang luas.
Allah menyebut ‘Arsy secara khusus karena keagungannya dan karena ia adalah makhluk yang paling dekat dengan-Nya. Pada bacaan jar, kata “al-majīd” menjadi sifat bagi ‘Arsy, sedangkan pada bacaan raf‘, ia menjadi sifat bagi Allah. Makna “al-majīd” adalah luas dan agungnya sifat-sifat kesempurnaan.
Allah Maha Berkehendak atas Segala Sesuatu
Allah Ta’ala berfirman,
فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ
“Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya.” (QS. Al-Buruj: 16)
Apa pun yang Allah kehendaki pasti terjadi. Jika Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata, “Jadilah,” maka terjadilah. Tidak ada yang mampu melakukan apa yang diinginkan secara mutlak selain Allah.
Adapun makhluk, meskipun menginginkan sesuatu, tetap membutuhkan bantuan dan bisa terhalang. Sedangkan Allah tidak membutuhkan bantuan dan tidak ada yang mampu menghalangi kehendak-Nya.
Pelajaran dari Fir‘aun dan Tsamud
Allah Ta’ala berfirman,
هَلْ أَتَىٰكَ حَدِيثُ ٱلْجُنُودِ
“Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang.” (QS. Al-Buruj: 17)
Allah kemudian menyebutkan perbuatan-perbuatan-Nya yang menunjukkan kebenaran para rasul, yaitu kisah bala tentara.
Allah Ta’ala berfirman,
فِرْعَوْنَ وَثَمُودَ
“(yaitu kaum) Fir’aun dan (kaum) Tsamud?” (QS. Al-Buruj: 18)
Bagaimana mereka mendustakan para rasul, lalu Allah membinasakan mereka.
Sikap Orang Kafir yang Terus Mendustakan
Allah Ta’ala berfirman,
بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فِى تَكْذِيبٍ
“Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan.” (QS. Al-Buruj: 19)
Mereka terus-menerus dalam sikap mendustakan dan keras kepala. Ayat-ayat tidak memberi manfaat bagi mereka, dan nasihat tidak berpengaruh pada mereka.
Allah Ta’ala berfirman,
وَٱللَّهُ مِن وَرَآئِهِم مُّحِيطٌۢ
“padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka.” (QS. Al-Buruj: 20)
Allah meliputi mereka dengan ilmu dan kekuasaan-Nya, sebagaimana firman-Nya:
إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ
“Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.” (QS. Al-Fajr: 14)
Ini merupakan ancaman keras bagi orang-orang kafir, karena mereka berada dalam genggaman dan pengaturan Allah.
Al-Qur’an yang Mulia dan Terjaga
Allah Ta’ala berfirman,
بَلْ هُوَ قُرْءَانٌ مَّجِيدٌ
“Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Quran yang mulia.” (QS. Al-Buruj: 21)
Yaitu Al-Qur’an yang agung maknanya, luas kandungannya, dan penuh dengan kebaikan serta ilmu.
Allah Ta’ala berfirman,
فِى لَوْحٍ مَّحْفُوظٍۭ
“yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.” (QS. Al-Buruj: 22)
Al-Qur’an itu terjaga dari perubahan, penambahan, dan pengurangan. Ia juga terjaga dari gangguan setan. Lauh Mahfuz adalah tempat di mana Allah telah menetapkan segala sesuatu.
Ini menunjukkan kemuliaan Al-Qur’an, keagungan kedudukannya, dan tingginya derajatnya di sisi Allah. Wallahu a’lam.
Referensi:
- Taisir Al-Karim Ar-Rahman. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. KSU Electronic
—–
Jumat, 1 Syawal 1447 H
@ Pondok Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul
Penulis: Dr. Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Rumaysho.Com



