Manajemen QolbuTafsir Al Qur'an

Rezeki Lapang Bisa Menipu, Rezeki Sempit Bisa Menyelamatkan

Banyak orang mengira bahwa rezeki yang lapang adalah tanda kemuliaan, dan rezeki yang sempit adalah tanda kehinaan. Padahal, Al-Qur’an menjelaskan bahwa ukuran kemuliaan bukan pada banyaknya dunia yang dimiliki. Tulisan ini mengajak kita memahami bagaimana Allah mengatur rezeki dengan penuh hikmah dan kasih sayang. Ini adalah penenungan ayat dari juz ke-25, surah Az-Zukhruf.

 

 

Dunia Tidak Bernilai di Sisi Allah

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَوْلَآ أَن يَكُونَ ٱلنَّاسُ أُمَّةً وَٰحِدَةً لَّجَعَلْنَا لِمَن يَكْفُرُ بِٱلرَّحْمَٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِّن فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ

Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), tentulah kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak) yang mereka menaikinya.” (QS. Az-Zukhruf: 33)

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah menjelaskan ayat ini.

Ayat ini menjelaskan bahwa dunia sama sekali tidak bernilai di sisi Allah. Kalaulah bukan karena kelembutan dan kasih sayang-Nya kepada para hamba, yang selalu Dia dahulukan, niscaya Allah akan melapangkan dunia dengan sangat luas bagi orang-orang kafir.

Bahkan, Allah akan menjadikan atap-atap rumah mereka dari perak, dan juga tangga-tangga dari perak yang mereka gunakan untuk naik ke bagian atas rumah mereka.

Baca juga: Orang Bertakwa Tidak Pernah Merasa Miskin

 

Kemewahan Dunia Hanya Kesenangan Sementara

Allah Ta’ala berfirman,

وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَٰبًا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِـُٔونَ

Dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka dan (begitu pula) dipan-dipan yang mereka bertelekan atasnya.”  (QS. Az-Zukhruf: 34)

وَزُخْرُفًا ۚ وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۚ وَٱلْءَاخِرَةُ عِندَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ

Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 35)

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah menjelaskan ayat ini.

Dan Allah juga akan menjadikan bagi mereka berbagai perhiasan (kemewahan), yaitu menghiasi dunia mereka dengan berbagai bentuk hiasan, serta memberikan apa saja yang mereka inginkan.

Namun, Allah menahan semua itu karena rahmat-Nya kepada para hamba. Dia khawatir jika dunia dilapangkan secara berlebihan, manusia akan semakin cepat terjerumus dalam kekufuran dan semakin banyak melakukan maksiat karena terlalu mencintai dunia.

Dalam ayat ini terdapat dalil bahwa Allah terkadang menahan sebagian kenikmatan dunia dari hamba-Nya, baik secara umum maupun khusus, demi kebaikan mereka.

Ini juga menunjukkan bahwa dunia tidak bernilai di sisi Allah, bahkan tidak sebanding dengan sayap seekor nyamuk. Semua yang disebutkan itu hanyalah kenikmatan sementara, yang penuh kekurangan, mengganggu, dan pasti akan lenyap.

Adapun akhirat di sisi Allah jauh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu mereka yang menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Karena kenikmatan di akhirat itu sempurna dari segala sisi. Di dalam surga terdapat segala yang diinginkan oleh jiwa dan yang menyenangkan mata, dan mereka kekal di dalamnya.

Betapa besar perbedaan antara kehidupan dunia dan akhirat.

Baca juga: Orang Kafir Tidak Diberi Rezeki, Namun?

 

Allah Menahan Dunia Demi Kebaikan Hamba

Ketika menjelaskan ayat berikut ini,

{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا }

{ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ }

Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

وَأَهْلُ التَّقْوَى يَرْزُقُهُمْ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُونَ وَلَا يَكُونُ رِزْقُهُمْ بِأَسْبَابِ مُحَرَّمَةٍ وَلَا يَكُونُ خَبِيثًا وَالتَّقِيُّ لَا يُحْرَمُ مَا يَحْتَاجُ إلَيْهِ مِنْ الرِّزْقِ

Orang-orang yang bertakwa akan diberi rezeki oleh Allah dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Rezeki mereka bukan berasal dari sebab-sebab yang haram, dan bukan pula rezeki yang buruk. Orang yang bertakwa tidak akan dihalangi dari rezeki yang benar-benar ia butuhkan.

وَإِنَّمَا يُحْمَى مِنْ فُضُولِ الدُّنْيَا رَحْمَةً بِهِ وَإِحْسَانًا إلَيْهِ؛ فَإِنَّ تَوْسِيعَ الرِّزْقِ قَدْ يَكُونُ مَضَرَّةً عَلَى صَاحِبِهِ وَتَقْدِيرَهُ يَكُونُ رَحْمَةً لِصَاحِبِهِ.

Hanya saja, terkadang ia dijauhkan dari kelebihan dunia, sebagai bentuk rahmat dan kebaikan Allah kepadanya. Sebab, dilapangkannya rezeki bisa jadi justru membahayakan pemiliknya, sedangkan disempitkannya rezeki bisa jadi merupakan rahmat bagi dirinya.

Allah Ta’ala berfirman:

{فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ}

{وَأَمَّا إذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ}

{كُلًّا}

Maka adapun manusia, apabila Tuhannya mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, dia berkata, ‘Tuhanku telah memuliakanku.’ Adapun apabila Dia mengujinya lalu membatasi rezekinya, dia berkata, ‘Tuhanku telah menghinakanku.’ Sekali-kali tidak!” (QS. Al-Fajr: 15–17)

Maksudnya, persoalannya tidak seperti itu. Tidak setiap orang yang dilapangkan rezekinya berarti dimuliakan, dan tidak setiap orang yang disempitkan rezekinya berarti dihinakan.

بَلْ قَدْ يُوَسَّعُ عَلَيْهِ رِزْقُهُ إمْلَاءً وَاسْتِدْرَاجًا وَقَدْ يُقَدَّرُ عَلَيْهِ رِزْقُهُ حِمَايَةً وَصِيَانَةً لَهُ

Bisa jadi seseorang dilapangkan rezekinya sebagai bentuk penangguhan dan istidraj. Sebaliknya, bisa jadi seseorang disempitkan rezekinya sebagai bentuk perlindungan dan penjagaan untuk dirinya.

وَضِيقُ الرِّزْقِ عَلَى عَبْدٍ مِنْ أَهْلِ الدِّينِ قَدْ يَكُونُ لِمَا لَهُ مِنْ ذُنُوبٍ وَخَطَايَا

Sempitnya rezeki yang dialami seorang hamba yang taat beragama terkadang juga disebabkan oleh dosa-dosa dan kesalahannya.

Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama salaf,

إنَّ الْعَبْدَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ

“Sesungguhnya seorang hamba benar-benar bisa terhalang dari rezeki karena dosa yang dilakukannya.”

Dalam hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan:

مَنْ أَكْثَرَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Siapa yang memperbanyak istigfar, Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesusahan, kelapangan dari setiap kesempitan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 16:53)

Baca juga: Istidraj: Jebakan Berupa Limpahan Rezeki Karena Bermaksiat

 

Nasihat Penutup

Di zaman sekarang, banyak orang mengukur keberhasilan hanya dari banyaknya harta dan kemewahan, padahal itu bukan ukuran kemuliaan di sisi Allah. Jangan mudah iri dengan rezeki orang lain, karena bisa jadi itu ujian yang berat baginya. Sebaliknya, jangan pula merasa rendah diri saat rezeki terasa sempit, karena bisa jadi itu bentuk penjagaan dari Allah. Fokuslah memperbaiki takwa dan memperbanyak istighfar, karena di situlah kunci keberkahan hidup.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا رِزْقًا طَيِّبًا مُبَارَكًا، وَاكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allāhumma-rzuqnā rizqan ṭayyiban mubārakan, wakfinā biḥalālika ‘an ḥarāmika, wa aghninā bifaḍlika ‘amman siwāk.

Ya Allah, karuniakan kepada kami rezeki yang baik dan penuh berkah, cukupkan kami dengan yang halal sehingga kami terhindar dari yang haram, dan jadikan kami merasa cukup dengan karunia-Mu dari selain-Mu.

 

Referensi:

  • Taisir Al-Karim Ar-Rahman. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. KSU Electronic 
  • Ibn Taymiyyah, A. ibn T. (2004). Majmū‘ al-fatāwā (A. ibn M. ibn Qāsim, Ed.; M. ibn ‘Abd al-Raḥmān ibn Qāsim, Assisting ed.). Majma‘ al-Malik Fahd li-Ṭibā‘at al-Muṣḥaf al-Sharīf.

 

—–

 

Selasa, 28 Ramadhan 1447 H

@ Pondok Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul

Penulis: Dr. Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prove your humanity: 10   +   1   =  

Back to top button