
Di saat pintu-pintu tertutup dan godaan datang tanpa saksi, Nabi Yusuf memilih Allah daripada hawa nafsu. Ia lebih mencintai penjara daripada maksiat, dan Allah pun memalingkan darinya segala tipu daya. Inilah kisah tentang ihsan, kesucian, dan pertolongan Allah bagi hamba-Nya yang ikhlas.