Hikmah dan Dampak Zakat bagi Individu dan Masyarakat dalam Islam
Zakat bukan sekadar kewajiban tahunan bagi kaum Muslimin, tetapi memiliki hikmah dan dampak yang sangat luas. Syariat ini menyentuh aspek spiritual, sosial, hingga ekonomi dalam kehidupan umat. Melalui zakat, Islam membangun pribadi yang bersih jiwanya sekaligus masyarakat yang adil dan sejahtera.
Baca juga: 13 Keutamaan Menunaikan Zakat
Hikmah Disyariatkannya Zakat
Allah Ta’ala mensyariatkan zakat dengan berbagai hikmah yang agung. Semua itu membawa kebaikan, baik bagi individu maupun bagi masyarakat. Di antara hikmah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Menyucikan jiwa dari sifat kikir dan bakhil, serta membiasakan diri untuk menafkahkan harta di jalan Allah Ta’ala. Zakat juga berfungsi untuk membersihkan dan menyucikan harta, serta mendatangkan keberkahan di dalamnya.
2. Mewujudkan solidaritas dan kerja sama dalam masyarakat, dengan cara memenuhi kebutuhan orang-orang yang memerlukan dan meringankan beban mereka. Dengan demikian, masyarakat akan terbebas dari rasa dengki dan iri hati, serta dipenuhi oleh kasih sayang, cinta, dan kepedulian. Masyarakat Muslim itu seperti satu tubuh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَىٰ مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَىٰ لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, saling menyayangi, dan saling peduli, adalah seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh merasakan sakit, maka seluruh tubuh turut merasakannya dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Bukhari, no. 6011 dan Muslim, no. 2586)
3. Melaksanakan perintah Allah Ta’ala dengan menunaikan zakat harta. Zakat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa, dihapusnya kesalahan, serta diraihnya keridaan dan pahala yang besar dari Allah ‘Azza wa Jalla. Allah Ta’ala berfirman,
وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ
“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat itu bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.” (QS. Al-A’raf: 156)
4. Sebagai bentuk syukur kepada Allah Ta’ala atas nikmat, karunia, dan kebaikan-Nya. Hal itu diwujudkan dengan kesungguhan untuk berinfak dari sesuatu yang paling dicintai oleh jiwa, yaitu harta.
5. Agar harta tidak hanya beredar di kalangan orang-orang kaya saja, tetapi tersebar kepada seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, terwujudlah kemaslahatan dan kebahagiaan bersama.
6. Mengingatkan bahwa pemilik hakiki harta adalah Allah Ta’ala. Seorang hamba hanyalah diberi amanah untuk mengelolanya. Karena itu, ia berusaha menunaikan bagian yang wajib diberikan kepada para mustahik sebagaimana yang telah Allah perintahkan.
Demikianlah sebagian hikmah agung dari disyariatkannya zakat, yang menunjukkan betapa sempurnanya syariat Islam dalam membangun pribadi dan masyarakat.
Dampak Zakat bagi Individu dan Masyarakat
Zakat memiliki dampak yang sangat positif, baik bagi individu maupun bagi masyarakat secara luas. Di antara dampak tersebut adalah sebagai berikut:
1. Mengurangi pengangguran.
Hal ini terwujud dengan memanfaatkan harta zakat yang diberikan kepada orang yang membutuhkan, sehingga mereka memiliki modal untuk berusaha mencari rezeki. Mereka dapat menggunakannya dalam berbagai bentuk usaha, seperti perdagangan, industri, maupun bidang lainnya.
2. Membuka lapangan pekerjaan bagi para pengelola zakat.
Zakat memberikan peluang kerja bagi orang-orang yang mengumpulkan dan mendistribusikan dana zakat, yang dikenal dengan sebutan amil zakat. Upah mereka dibayarkan dari harta zakat itu sendiri.
3. Memberikan kompensasi tidak langsung kepada para pelaku usaha.
Ketika para mustahik menerima bagian zakat mereka, daya beli mereka meningkat. Hal ini mendorong bertambahnya permintaan terhadap barang dan jasa yang mereka butuhkan, sehingga para pemilik usaha turut merasakan manfaatnya.
4. Mewujudkan keseimbangan sosial dalam masyarakat.
Zakat membantu mengurangi kesenjangan ekonomi yang besar antarindividu, sehingga kekayaan tidak hanya berputar di kalangan orang kaya saja. Allah Ta’ala berfirman,
كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ
“Agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.” (QS. Al-Hasyr: 7)
5. Mengatasi kemiskinan.
Zakat berperan dalam mendistribusikan kembali pendapatan di tengah masyarakat. Dengan demikian, daya beli meningkat dan pada akhirnya berdampak pada kenaikan pendapatan nasional.
6. Mencegah penimbunan harta.
Zakat menghambat praktik penimbunan yang menyebabkan peredaran uang menjadi tersendat. Sebaliknya, zakat mendorong perputaran dan pengembangan harta melalui investasi dan aktivitas ekonomi yang produktif.
Demikianlah sebagian dampak besar zakat, yang menunjukkan bahwa syariat ini bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga sistem sosial dan ekonomi yang membawa keadilan serta kesejahteraan.
—–
Ahad Shubuh, 12 Ramadhan 1447 H @ Kota Surakarta
Penulis: Dr. Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Rumaysho.Com



