Israfil Sang Peniup Sangkakala dan Dahsyatnya Hari Kiamat
Bagaimana mungkin seorang mukmin bisa benar-benar merasa tenang, sementara malaikat peniup sangkakala telah menempelkan sangkakala ke mulutnya dan menunggu perintah Allah? Pertanyaan ini bukan sekadar ancaman, tetapi peringatan penuh kasih dari Nabi ﷺ agar hati manusia tidak lalai. Kisah tentang malaikat Israfil dan tiupan sangkakala ini mengajak kita menata ulang rasa aman, harapan, dan kesiapan menghadapi akhir kehidupan.
Hadits no. 409 dari Riyadhus Sholihin
Hadits yang membahas ini disebutkan dalam kitab Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi rahimahullah, Hadits no. 409, Bab Al-Khauf
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«كَيْفَ أَنْعَمُ، وَصَاحِبُ الْقَرْنِ قَدِ الْتَقَمَ الْقَرْنَ، وَاسْتَمَعَ الْإِذْنَ، مَتَى يُؤْمَرُ بِالنَّفْخِ فَيَنْفُخُ؟»
فَكَأَنَّ ذَلِكَ ثَقُلَ عَلَى أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،
فَقَالَ لَهُمْ:
«قُولُوا: حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ».
رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ، وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ.
«الْقَرْنُ»: هُوَ الصُّورُ الَّذِي قَالَ اللَّهُ تَعَالَى:
﴿وَنُفِخَ فِي الصُّورِ﴾،
كَذَا فَسَّرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Dari Abu Sa‘id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda,
“Bagaimana mungkin aku bisa merasa tenang dan bersenang-senang, sementara malaikat pemegang sangkakala telah menempelkan sangkakala ke mulutnya, menajamkan pendengarannya, menunggu kapan ia diperintahkan untuk meniupnya, lalu ia pun meniupnya?”
Ucapan Nabi ﷺ tersebut terasa sangat berat bagi para sahabat Rasulullah ﷺ. Lalu beliau bersabda kepada mereka,
“Ucapkanlah: HASBUNALLAHU WA NI’MAL WAKIIL (Cukuplah Allah bagi kami, dan Dialah sebaik-baik Pelindung).”
Hadis ini diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, dan beliau menilai hadis ini sebagai hadis hasan.
Adapun yang dimaksud dengan “al-qarn”, yaitu sangkakala, sebagaimana firman Allah Ta‘ala: “Dan ditiuplah sangkakala.” Makna ini demikianlah yang ditafsirkan langsung oleh Rasulullah ﷺ.
(HR. Tirmidzi, no. 2431; Ahmad, 3:7; sanad hadits ini dhaif. Kesimpulan dari Syaikh Salim bin ‘Id Al-Hilaly dalam Bahjah An-Nazhirin, 1:481 bahwa hadits ini shahih lighairihi, sahih dilihat dari jalur lain).
Faedah Hadits
- Di antara tugas para malaikat adalah meniup sangkakala, karena yang meniup sangkakala itu adalah seorang malaikat.
- Para malaikat tidak bertindak kecuali dengan perintah Allah. Oleh karena itu, malaikat pemilik sangkakala menundukkan pendengarannya, menunggu perintah dari Allah.
- Rasa takut terhadap terjadinya hari Kiamat.
- Dorongan untuk meminta pertolongan hanya kepada Allah Ta‘ala semata, bergantung kepada-Nya, dan bersegera melakukan amal saleh.
- Besarnya kasih sayang Nabi ﷺ terhadap umatnya, serta rasa takut beliau jika hari Kiamat terjadi atas mereka. Namun beliau telah mengetahui bahwa Kiamat tidak akan terjadi kecuali di atas manusia-manusia yang paling buruk.
- Barang siapa yang dikhawatirkan akan tertimpa sesuatu, lalu ia mengucapkan, “HASBUNALLAHU WA NI’MAL WAKIIL(Cukuplah Allah bagi kami, dan Dialah sebaik-baik Pelindung)”, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya. Bahkan ia akan kembali dengan nikmat dari Allah, tanpa ditimpa keburukan sedikit pun.
(Diambil dari Bahjah An-Nazhirin karya Syaikh Salim bin ‘Id Al-Hilaly)
Penyebutan Tiga Pemimpin Malaikat dalam Doa Iftitah Shalat Malam
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:
كَانَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ افْتَتَحَ صَلَاتَهُ: اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ، فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ
“Apabila Rasulullah ﷺ bangun di malam hari, beliau memulai shalatnya dengan doa: ‘Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail, dan Israfil; Pencipta langit dan bumi; Yang Maha Mengetahui perkara gaib dan yang tampak …’”
Bacaan lengkapnya:
اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اِهْدِنِى لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِى مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“ALLOHUMMA ROBBA JIBROO-IILA WA MII-KA-IILA WA ISROOFIILA, FAATHIRIS SAMAAWAATI WAL ARDHI ‘ALIIMAL GHOIBI WASY SYAHAADAH ANTA TAHKUMU BAYNA ‘IBAADIKA FIIMAA KAANUU FIIHI YAKHTALIFUUN, IHDINII LIMAKHTULIFA FIIHI MINAL HAQQI BI-IDZNIK, INNAKA TAHDI MAN TASYAA-U ILAA SHIROOTIM MUSTAQIIM (artinya: Ya Allah, Rabbnya Jibril, Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Rabb yang mengetahui yang ghaib dan nyata. Engkau yang menjatuhkan hukum untuk memutuskan apa yang mereka pertentangkan. Tunjukkanlah aku pada kebenaran apa yang dipertentangkan dengan seizin dari-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan pada jalan yang lurus bagi orang yang Engkau kehendaki.).” (HR. Muslim, no. 770)
Ibnu al-Qayyim rahimahullah berkata tentang mereka: “Para pembesar malaikat adalah tiga malaikat ini: Jibril, Mikail, dan Israfil.”
Bahasan ini diambil dari Dorar.Net.
Israfil Apakah Malaikat Peniup Sangkakala?
Di kalangan para ulama telah dikenal luas bahwa Israfil adalah malaikat yang meniup sangkakala. Bahkan sebagian ulama menukil adanya ijmak (kesepakatan) tentang hal ini. Namun demikian, penetapan tersebut tidak didukung oleh hadis yang sahih.
Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa Israfil termasuk salah satu malaikat pemikul ‘Arsy. Pendapat ini dipegang oleh sebagian ulama, akan tetapi hal tersebut juga tidak ditetapkan oleh dalil hadis yang sahih.
Al-Hulaimi rahimahullah berkata: “Apabila tanda-tanda (kiamat) telah berakhir, dan telah datang waktu ketika Allah Ta‘ala menghendaki mematikan seluruh makhluk hidup dari para penghuni langit, lautan, dan bumi, maka Allah memerintahkan Israfil—yang merupakan salah satu malaikat pemikul ‘Arsy dan penjaga Lauhul Mahfuz—untuk meniup sangkakala.”
Muhammad bin ‘Abdul Wahhab rahimahullah berkata: “Di antara para pemuka malaikat adalah Israfil ‘alaihis salam. Ia adalah salah satu malaikat pemikul ‘Arsy, dan dialah yang meniup sangkakala.”
Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata tentang Israfil ‘alaihis salam: “Ia adalah salah satu malaikat pemikul ‘Arsy yang besar-besar, dan ia diberi tugas untuk meniup sangkakala.”
Mengenai malaikat pemikul ‘Arsy dibicarakan dalam hadits dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أُذِنَ لِى أَنْ أُحَدِّثَ عَنْ مَلَكٍ مِنْ مَلاَئِكَةِ اللَّهِ مِنْ حَمَلَةِ الْعَرْشِ إِنَّ مَا بَيْنَ شَحْمَةِ أُذُنِهِ إِلَى عَاتِقِهِ مَسِيرَةُ سَبْعِمِائَةِ عَامٍ
“Aku diizinkan untuk menceritakan tentang salah satu malaikat Allah pemikul ‘Arsy, yaitu antara daging telinga dengan pundaknya sejauh tujuh ratus tahun perjalanan.” (HR. Abu Daud, no. 4727. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih).
Bahasan ini diambil dari Dorar.Net.
Kesimpulannya, Israfil adalah malaikat peniup sangkakala, pemikul ‘Arsy, dan penjaga Lauhul Mahfuzh.
Peniupan Sangkakala Tiga Kali
Ibnu Katsir rahimahullah berarti ada tiga kali tiupan sangkakala yaitu tiupan untuk menakut-nakuti (nafkhah al-faz’), lalu tiupan untuk mematikan yang hidup (nafkhah ash-sha’aq), lalu tiupan untuk membangkitkan pada hari kiamat (nafkhah al-ba’ts). (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6:345-346)
Dalil yang menyatakan tiupan pertama untuk mengagetkan adalah firman Allah dalam ayat,
مَا يَنْظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ
“Mereka hanya menunggu satu teriakan, yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.” (QS. Yasin: 49)
Tiupan kedua dan ketiga ditunjukkan oleh firman Allah Ta’ala,
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ
“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdirimenunggu (putusannya masing-masing).” (QS. Az-Zumar: 68)
Adapun dalil yang membicarakan tiupan ketiga saja adalah firman Allah,
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ
“Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Rabb mereka.” (QS. Yasin: 51)
Baca juga: Tugas-Tugas Malaikat dan Malaikat Peniup Sangkakala
Penutup
Seluruh dalil dan keterangan para ulama menunjukkan bahwa peniupan sangkakala adalah perkara besar yang pasti terjadi, dan malaikat Israfil telah bersiap menunggu perintah Rabb-nya. Kesadaran akan dekatnya peristiwa ini seharusnya tidak membuat seorang mukmin putus asa, tetapi justru mendorongnya untuk bergantung penuh kepada Allah, memperbanyak amal saleh, dan menenangkan hati dengan tawakal. Karena itu, Nabi ﷺ mengajarkan satu kalimat agung sebagai pegangan menghadapi segala ketakutan: HASBUNALLAHU WA NI’MAL WAKIIL.
Ya Allah, cukupkanlah Engkau sebagai sandaran hidup kami. Jadikan kami hamba-hamba yang siap bertemu dengan-Mu dalam keadaan iman, taubat, dan husnul khatimah. Lindungilah kami dari kelalaian, kuatkan kami dengan tawakal, dan wafatkan kami dalam keadaan Engkau ridha kepada kami. Āmīn.
—–
Disusun saat perjalanan Pondok DS Panggang – Imogiri, 17 Rajab 1447 H, 5 Januari 2026
Penulis: Dr. Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Rumaysho.Com



