Home / Umum / Hukum Tepuk Tangan, Memberi Applause

Hukum Tepuk Tangan, Memberi Applause

Hukum Tepuk Tangan? Tepuk Tangan Dalam Islam Apakah Boleh Bertepuk Tangan Dalam Islam Hukum Bertepuk Tangan Dalam Islam Hukum Bermain Musik

Para ulama menjelaskan bahwa tepuk tangan itu khusus bagi wanita dan tidak layak bagi laki-laki sebagaimana kita dapat menemukan hal ini pada hadits-hadits yang membicarakan bagaimanakah wanita menegur imam ketika imam keliru.

Dalam hadits disebutkan,

مَنْ نَابَهُ شَىْءٌ فِى صَلاَتِهِ فَلْيُسَبِّحْ فَإِنَّهُ إِذَا سَبَّحَ الْتُفِتَ إِلَيْهِ وَإِنَّمَا التَّصْفِيحُ لِلنِّسَاءِ

Barangsiapa menjadi makmum lalu merasa ada kekeliruan dalam shalat, hendaklah dia membaca tasbih. Karena jika dibacakan tasbih, dia (imam) akan memperhatikannya. Sedangkan tepukan khusus untuk wanita.” (HR. Bukhari no. 7190 dan Muslim no. 421)

Lalu bagaimana menepuk tangan di luar shalat, artinya dalam keadaan tidak butuh?

Dalam ensiklopedia fiqh (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah) dijelaskan:

Tepuk tangan di luar shalat dan bukan di saat waktu khitbah (wanita dilamar), itu dibolehkan jika memang ada hajat yang memang benar-benar dibutuhkan. Contohnya saja adalah ketika memberi izin, mengingatkan, memperbagus lantunan nasyid[1], atau sekedar seorang wanita bermain-main dengan anak-anaknya.

Adapun jika itu bukan karena hajat (kebutuhan mendesak), maka telah ditegaskan oleh para ulama akan haramnya dan sebagian ulama menyatakannya makruh.

Para ulama menyatakan bahwa perbuatan semacam itu adalah permainan yang sia-sia atau termasuk bentuk tasyabbuh (menyerupai) amalan ibadah orang-orang Jahiliyah ketika mereka berada di sekeliling Ka’bah,

وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً

Sembah yang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan.” (QS. Al Anfal: 35)

Para ulama juga beralasan terlarangnya perbuatan tersebut karena itu termasuk tasyabbuh (meniru-niru kelakuan) wanita. Karena dalam hadits disebutkan bahwa hal semacam itu hanya khusus bagi wanita ketika wanita memperingatkan imam saat shalat. Sedangkan ketika itu, laki-laki mengingatkan imam dengan ucapan tasbih. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 12/82-83)

***

Dari sini, maka silakan menilai bagaimanakah kelakukan para suporter bola dengan bertepuk tangan! Lihat pula tingkah laku para fans lainnya ketika melihat idolanya! Atau lihat pula tindakan penonton saat memberi applause pada pembicara yang baru saja menyajikan materinya di depan! Itu jelas bukan suatu yang ada hajat.

 

Wallahu waliyyut taufiq.

 

Riyadh, KSA, 6 Safar 1432 H (10/01/2011)

www.rumaysho.com

Muhammad Abduh Tuasikal



[1] Di sini bukanlah lantunan nasyid dengan musik dan alat musik seperti saat ini.

Kenapa Orang Memberikan Tepuk Tangan Tepuk Tangan Di Masjid Tepuk Tangan Hukum Apakah Tepuk Tangan Diperbolehkan Dalam Islam Hukum Tepuk Tangan Dalam Masjid

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

hari_tasyriq_kambing

Khutbah Jumat: Qurban dan Aqiqah Lillah

Qurban dan Aqiqah lillah. Apa beda antara qurban dan aqiqah?

17 comments

  1. ust. bagaimana dengan seminar Syech Zakir Naik yg kadang penonton tepuk tangan?

  2. Akif Erindra Risky

    alhamdulillah ustadz…super sekali…^_^

  3. Bagaimana dengan pendapat di web ini ustadz, di poin 3 itu, kalo tepuk tangan untuk penyemangat katanya boleh2 saja.. ? syukron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *