Home / Shalat / Contoh Cacat dalam Membaca Surat Al Fatihah

Contoh Cacat dalam Membaca Surat Al Fatihah

Membaca Alfatihah Panjang Panjang Bacaan Harakat Rumaysho Tanda Baca Surah Al Fatihah Panjang Pendek Al_fatihah Rumaisho Cara Membaca Surat Pilihan Dlam Sholat

Contoh Cacat dalam Membaca Al-Fatihah

Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni berkata,

Wajib membaca Al-Fatihah secara berurutan dan memperhatikan tasydid, jangan sampai terjadi lahn yang dapat mengubah makna. Jika urutan ayat dan tasydid dalam surat Al-Fatihah itu hilang atau ada lahn yang merubah makna misalnya membaca kalimat menjadi “iyyaki na’budu” atau “an’amtu ‘alaihim” atau membaca menjadi “ahdanash shirothol mustaqim”, maka bacaan tersebut tidaklah dianggap kecuali kalau tidak mampu dalam hal ini.

Pengertian lahn disampaikan oleh Imam Nawawi sebagai berikut.

Imam An-Nawawi menyebutkan dalam kitab At-Tibyan Fi Adabi Hamalah Al-Qur’an hlm. 89,

“Bagi orang yang sudah bisa membaca Al-Qur’an haram membaca Al-Qur’an dengan Lahn yaitu terlalu panjang dalam membacanya atau terlalu pendek sehingga ada sebagian huruf yang mestinya dibaca panjang malah dibaca pendek, atau membuang harakat pada sebagian lafadznya yang membuat rusak maknanya, bagi yang membaca Al-Qur’an dengan cara demikian adalah haram dan pelakunya dihukumi fasik. Adapun bagi yang mendengarnya juga berdosa jika ia mampu mengingatkan atau menghentikannya malah tetap lebih memilih diam dan mengikutinya.”

 

Referensi:
http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=49378

 

@ Masohi, Maluku Tengah, 28 Syaban 1437 H

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam

Rumaysho-tidak Sah Al Fatihah Salah Rumaysho.com Kesalahan Dalam Membaca Alfatiha Sah Sholat Rusak Alfatihah Sunnah Kesalahan Membaca Al Fatihah Kesalahan Membaca Al Fatihah Yajg Merubah Makna

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Shalat itu Yang Pertama Kali Akan Dihisab

Shalat itu yang pertama kali akan dihisab (diperhitungkan) pada hari kiamat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *