Kaitan Udhiyah, Qurban, Hadyu dan Aqiqah


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Tulisan ini adalah serial pertama dari fikih qurban. Dalam tulisan sederhana berikut dan serial selanjutnya akan diungkap beberapa pembahasan tentang udhiyah atau yang kita kenal dengan “qurban” atau “kurban”. Kesempatan kali ini kita akan melihat definisi udhiyah dan kaitannya dengan bentuk penyembelihan lainnya.

Definisi Udhiyah

Secara bahasa udhiyah berarti kambing yang disembelih pada waktu mulai akan siang dan waktu setelah itu. Ada pula yang memaknakan secara bahasa dengan kambing yang disembelih pada Idul Adha.

Sedangkan menurut istilah syar’i, udhiyah adalah sesuatu yang disembelih dalam rangka mendekatkan diri pada Allah Ta’ala pada hari nahr (Idul Adha) dengan syarat-syarat yang khusus.[1]

Kaitan Udhiyah dengan Qurban, Hadyu dan Aqiqah

Istilah qurban lebih umum dari udhiyah. Qurban adalah segala bentuk pendekatan diri pada Allah baik berupa penyembelihan atau selainnya. Kaitan udhiyah dan qurban yaitu keduanya sama-sama bentuk pendekatan diri pada Allah. Jika bentuk qurban adalah penyembelihan, maka itu lebih erat kaitannya.

Ada juga istilah hadyu, yaitu hewan ternak yang disembelih di tanah haram pada hari nahr (Idul Adha) bagi yang menjalankan haji tamattu’ atau qiron, atau karena meninggalkan salah satu wajib nusuk, atau melakukan salah satu larangan nusuk, baik ketika haji atau umrah, atau hanya sekedar melakukan ibadah tathowwu’ (sunnah) sebagai bentuk pendekatan diri pada Allah. Jadi, udhiyah dan hadyu sama-sama sembelihan berupa hewan ternak dan dilakukan pada hari nahr (Idul Adha) serta dilakukan sebagai bentuk pendekatan diri pada Allah. Namun udhiyah tidak terdapat pada haji tamattu’ dan qiron, bukan pula sebagai kafaroh karena mengejarkan yang terlarang atau meninggalkan kewajiban.

Istilah lainnya adalah aqiqah. Aqiqah adalah hewan ternak yang disembelih sebagai bentuk syukur kepada Allah atas nikmat kelahiran anak baik putera maupun puteri. Jelas beda antara udhiyah dengan aqiqah. Udhiyah dilakukan dalam rangka mensyukuri nikmat kehidupan, bukan dalam rangka mensyukuri nikmat kelahiran anak. Jika seseorang dikarunai anak bertepatan dengan Idul Adha lalu ia menyembelih dalam rangka syukur nikmat atas kelahiran anaknya, sembelihan tersebut disebut aqiqah.[2]

Kesempatan selanjutnya Rumaysho.com akan membahas hukum kurban atau udhiyah dan keutamaannya. Semoga Allah memberi kemudahan.

Mengenai hukum aqiqah, baca di sini.

 

Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.

 

@ Pesantren Darush Sholihin, Warak-Girisekar, Panggang, Gunungkidul, 10 Syawal 1433 H

www.rumaysho.com




[1] Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 5: 74

[2] Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 5: 74-75



Pernah mengenyam pendidikan S1 di Teknik Kimia UGM Yogyakarta dan S2 Polymer Engineering di King Saud University Riyadh. Pernah menimba ilmu diin dari Syaikh Sholeh Al Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy Syatsri, dan Syaikh Sholeh Al 'Ushoimi. Aktivitas beliau sebagai Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul, Pengasuh Rumaysho.Com, serta Pimpinan Redaksi Muslim.Or.Id.