Hukum Tepuk Tangan, Memberi Applause


Para ulama menjelaskan bahwa tepuk tangan itu khusus bagi wanita dan tidak layak bagi laki-laki sebagaimana kita dapat menemukan hal ini pada hadits-hadits yang membicarakan bagaimanakah wanita menegur imam ketika imam keliru.

Dalam hadits disebutkan,

مَنْ نَابَهُ شَىْءٌ فِى صَلاَتِهِ فَلْيُسَبِّحْ فَإِنَّهُ إِذَا سَبَّحَ الْتُفِتَ إِلَيْهِ وَإِنَّمَا التَّصْفِيحُ لِلنِّسَاءِ

Barangsiapa menjadi makmum lalu merasa ada kekeliruan dalam shalat, hendaklah dia membaca tasbih. Karena jika dibacakan tasbih, dia (imam) akan memperhatikannya. Sedangkan tepukan khusus untuk wanita.” (HR. Bukhari no. 7190 dan Muslim no. 421)

Lalu bagaimana menepuk tangan di luar shalat, artinya dalam keadaan tidak butuh?

Dalam ensiklopedia fiqh (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah) dijelaskan:

Tepuk tangan di luar shalat dan bukan di saat waktu khitbah (wanita dilamar), itu dibolehkan jika memang ada hajat yang memang benar-benar dibutuhkan. Contohnya saja adalah ketika memberi izin, mengingatkan, memperbagus lantunan nasyid[1], atau sekedar seorang wanita bermain-main dengan anak-anaknya.

Adapun jika itu bukan karena hajat (kebutuhan mendesak), maka telah ditegaskan oleh para ulama akan haramnya dan sebagian ulama menyatakannya makruh.

Para ulama menyatakan bahwa perbuatan semacam itu adalah permainan yang sia-sia atau termasuk bentuk tasyabbuh (menyerupai) amalan ibadah orang-orang Jahiliyah ketika mereka berada di sekeliling Ka’bah,

وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً

Sembah yang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan.” (QS. Al Anfal: 35)

Para ulama juga beralasan terlarangnya perbuatan tersebut karena itu termasuk tasyabbuh (meniru-niru kelakuan) wanita. Karena dalam hadits disebutkan bahwa hal semacam itu hanya khusus bagi wanita ketika wanita memperingatkan imam saat shalat. Sedangkan ketika itu, laki-laki mengingatkan imam dengan ucapan tasbih. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 12/82-83)

***

Dari sini, maka silakan menilai bagaimanakah kelakukan para suporter bola dengan bertepuk tangan! Lihat pula tingkah laku para fans lainnya ketika melihat idolanya! Atau lihat pula tindakan penonton saat memberi applause pada pembicara yang baru saja menyajikan materinya di depan! Itu jelas bukan suatu yang ada hajat.

 

Wallahu waliyyut taufiq.

 

Riyadh, KSA, 6 Safar 1432 H (10/01/2011)

www.rumaysho.com

Muhammad Abduh Tuasikal




[1] Di sini bukanlah lantunan nasyid dengan musik dan alat musik seperti saat ini.



Pernah mengenyam pendidikan S1 di Teknik Kimia UGM Yogyakarta dan S2 Polymer Engineering di King Saud University Riyadh. Pernah menimba ilmu diin dari Syaikh Sholeh Al Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy Syatsri, dan Syaikh Sholeh Al 'Ushoimi. Aktivitas beliau sebagai Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul, Pengasuh Rumaysho.Com, serta Pimpinan Redaksi Muslim.Or.Id.


  • Hani Handayani

    Ustadz, pada umumnya anak-anak senang tepuk tangan, apalagi memang lingkungan lazimnya memberi tepuk tangan sebagai bentuk pujian (reward/positive reinforcement) untuk anak. Tak terkecuali anak saya. Saya menyuruhnya mengucapkan “alhamdulillah” atau “mashaAllah”, dan cenderung melarangnya untuk tepuk tangan. Apakah bijak tindakan saya ini? Ataukah, saya biarkan saja (ketika dia bertepuk tangan) mengingat usianya masih kecil (4 tahun kurang).

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      sebaiknya sdh diajarkan sejak kecil jk memang tepuk tangan itu tdk ada hajat.

  • Lovely_andika

    saya barusan memanggil tukang somay, karena gak dengar saya tepuk tangan dan berteriak.apa termasuk haram juga?mohon penjelasannya, saya ini org awam

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      di antara pengecualian adl untuk memperingatkan org di saat butuh, wallahu a’lam, spt yg saudara lakukan dibolehkan krn mendesak.

  • Abudahda

    ustadz, bagaimana dengan lantunan takbir saat ada muallaf yang masuk ke dalam islam? apakah hal itu termasuk bid’ah?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      wallahu a’lam.

  • salman

    ustaz ana mau bertanya apa maksud memperbagus lantunan nasyid dalam masalah hukum tepuk tangan,memberi aplaus

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      kami blm dpt rincian lbh lengkap, namun di situ maksudnya adl bukan untuk musik2an spt saat ini.

  • Amin Nganjuk

    Assalamu’alaikum Ust… Kaifa hal? Eh, ijinin ana ikut ngasih komentar ya.
    Ada file rekaman mp3 yang bagus di muslim.or.id di bagian tanya jawab bersama ust. Aris Munandar hafizhahullah.. Ketika beliau ditanya tentang hukum bertepuk tangan, beliau menjawab bahwa berkaitan dengan hukum bertepuk tangan, maka yang paling bagus adalah dirinci.
    Apabila tidak diniatkan sebagai sarana ibadah maka hukumnya haram. Ini dikaitkan dengan hukum musik.
    Dan apabila diniatkan sebagai ibadah, maka hukumnya adalah bid’ah.
    Alhamdulillah ana dapat tambahan ilmu bahwa bertepuk tangan itu dibolehkan jika memang ada hajat yang memang benar-benar dibutuhkan.
    Jazakallahu khoiron…

  • http://www.facebook.com/enas.dhuhri Enas Dhuhri

    Bagaimana dengan pendapat di web ini ustadz, di poin 3 itu, kalo tepuk tangan untuk penyemangat katanya boleh2 saja.. ? syukron

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Mohonn ditunjukkan link-nya.

  • Akif Erindra Risky

    alhamdulillah ustadz…super sekali…^_^

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Alhamdulillah

  • husayn

    ust. bagaimana dengan seminar Syech Zakir Naik yg kadang penonton tepuk tangan?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Tuntunan Islam yang lbh pantas diikuti.

      • husayn

        bagaimana pendpt ust tntang zakir naik, bolehkah mengambil ilmuny?

        • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

          Dalam ilmu kristologi boleh diambil.