Hukum Menyemir Rambut


Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.
Setelah kita mengetahui hukum mencabut uban, berikut ini adalah pembahasan mengenai menyemir uban dan menyemir rambut secara umum. Semoga Allah memudahkan kami untuk menjelaskan hal ini dan semoga para pembaca dimudahkan untuk memahaminya.

Ubahlah Uban Untuk Menyelisihi Ahli Kitab

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat memerintahkan kita untuk menyelisihi ahli kitab di antaranya adalah dalam masalah uban.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لَا يَصْبُغُونَ فَخَالِفُوهُمْ

Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak menyemir uban mereka, maka selisilah mereka.” (Muttafaqun ‘alaihi, HR. Bukhari dan Muslim)

Manakah yang lebih utama antara membiarkan uban ataukah mewarnainya?

Al Qodhi ‘Iyadh mengatakan, “Para ulama salaf yakni sahabat dan tabi’in berselisih pendapat mengenai masalah uban. Sebagian mereka mengatakan bahwa lebih utama membiarkan uban (daripada mewarnainya) karena terdapat hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai larangan mengubah uban [Namun hadits yang menyebutkan larangan ini adalah hadits yang mungkar atau dho’if, sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam Tamamul Minnah].
… Sebagian mereka berpendapat pula bahwa lebih utama merubah uban (daripada membiarkannya). Sehingga di antara mereka mengubah uban karena terdapat hadits mengenai hal ini. ” (Nailul Author, 1/144, Asy Syamilah).

Jadi dapat kita katakan bahwa mewarnai uban lebih utama daripada tidak mewarnainya berdasarkan pendapat sebagian ulama. Adapun pendapat yang mengatakan lebih utama membiarkan uban daripada mewarnainya, maka ini adalah pendapat yang lemah karena dibangun di atas hadits yang lemah.

Ubahlah Uban dengan Pacar dan Inai

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَحْسَنَ مَا غَيَّرْتُمْ بِهِ الشَّيْبَ الْحِنَّاءُ وَالْكَتَمُ

Sesungguhnya bahan yang terbaik yang kalian gunakan untuk menyemir uban adalah hinna’ (pacar) dan katm (inai).” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Hal ini menunjukkan bahwa menyemir uban dengan hinna’ (pacar) dan katm (inai) adalah yang paling baik. Namun boleh juga menyemir uban dengan selain keduanya yaitu dengan al wars (biji yang dapat menghasilkan warna merah kekuning-kuningan) dan za’faron. Sebagaimana sebagian sahabat ada yang menyemir uban mereka dengan kedua pewarna yang terakhir ini.
Abu Malik Asy-ja’iy dari ayahnya, beliau berkata,

كَانَ خِضَابُنَا مَعَ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوَرْسَ وَالزَّعْفَرَانَ

“Dulu kami menyemir uban kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan wars dan za’faron”. (HR. Ahmad dan Al Bazzar. Periwayatnya adalah periwayat kitab shahih selain Bakr bin ‘Isa, namun dia adalah tsiqoh –terpercaya-. Lihat Majma’ Az Zawa’id)
Al Hakam bin ‘Amr mengatakan,

دَخَلْتُ أَنَا وَأَخِي رَافِعٌ عَلَى أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ عُمَرَ ، وَأَنَا مَخْضُوبٌ بِالْحِنَّاءِ ، وَأَخِي مَخْضُوبٌ بِالصُّفْرَةِ ، فَقَال عُمَرُ : هَذَا خِضَابُ الإِْسْلاَمِ . وَقَال لأَِخِي رَافِعٍ : هَذَا خِضَابُ الإِْيمَانِ

“Aku dan saudaraku Rofi’ pernah menemui Amirul Mu’minin ‘Umar (bin Khaththab). Aku sendiri menyemir ubanku dengan hinaa’ (pacar). Saudaraku menyemirnya dengan shufroh (yang menghasilkan warna kuning). ‘Umar lalu berkata: Inilah semiran Islam. ‘Umar pun berkata pada saudaraku Rofi’: Ini adalah semiran iman.” (HR. Ahmad. Di dalamnya ada ‘Abdurrahman bin Habib. Ibnu Ma’in mentsiqohkannya. Ahmad mendho’ifkannya. Namun periwayat lainnya adalah periwayat yang tsiqoh. Lihat Majma’ Az Zawa’id)

Diharamkan Menyemir Uban dengan Warna Hitam

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, ”Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban). Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ

Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim). Ulama besar Syafi’iyah, An Nawawi membawakan hadits ini dalam Bab “Dianjurkannya menyemir uban dengan shofroh (warna kuning), hamroh (warna merah) dan diharamkan menggunakan warna hitam”.
Ketika menjelaskan hadits di atas An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Menurut madzhab kami (Syafi’iyah), menyemir uban berlaku bagi laki-laki maupun perempuan yaitu dengan shofroh (warna kuning) atau hamroh (warna merah) dan diharamkan menyemir uban dengan warna hitam menurut pendapat yang terkuat. Ada pula yang mengatakan bahwa hukumnya hanyalah makruh (makruh tanzih). Namun pendapat yang menyatakan haram lebih tepat berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “hindarilah warna hitam”. Inilah pendapat dalam madzhab kami.”

Adapun ancaman bagi orang yang merubahnya dengan warna hitam disebutkan dalam hadits berikut.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ لَا يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau surga.” (HR. Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Hibban dalam shahihnya, dan Al Hakim. Al Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini shahih). Karena dikatakan tidak akan mencium bau surga, maka perbuatan ini termasuk dosa besar. (Lihat Al Liqo’ Al Bab Al Maftuh, 60/23, 234/27)

Sebenarnya jika menggunakan katm (inai) akan menghasilkan warna hitam, jadi sebaiknya katm tidak dipakai sendirian namun dicampur dengan hinaa’ (pacar), sehingga warna yang dihasilkan adalah hitam kekuning-kuningan. Lalu setelah itu digunakan untuk menyemir rambut. (Lihat Al Liqo’ Al Bab Al Maftuh, 234/27)

Bolehkah menggunakan jenis pewarna lainnya –selain inai dan pacar, inai saja, za’faron dan wars- untuk mengubah uban semacam dengan pewarna sintetik? Jawabannya: boleh karena yang penting adalah tujuannya tercapai yaitu merubah warna uban selain dengan warna hitam. Sebagaimana keumuman hadits:

غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ

Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim). Di sini menggunakan kata syaa-i’, bentuk nakiroh, yang menunjukkan mutlak (baca: umum). Namun kalau pewarna tersebut tidak menyerap ke rambut, malah membentuk lapisan tersendiri di kulit rambut, maka pewarna semacam ini harus dihindari karena dapat menyebabkan air tidak masuk ke kulit rambut ketika berwudhu sehingga dapat menyebabkan wudhu tidak sah. Wallahu a’lam.

Bagaimana Jika Menyemir Uban Dengan Warna Hitam Untuk Membuat Penampilan Lebih Menarik?

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsamin pernah ditanyakan mengenai menyemir jenggot atau rambut kepala dengan warna hitam, apakah dibolehkan?

Syaikh rahimahullah menjawab:
Menyemir jenggot atau rambut kepala dengan warna hitam, maka aku katakan semuanya adalah haram. Alasannya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tapi hindarilah warna hitam”. Juga dalam masalah ini terdapat dalil dalam kitab sunan yang menunjukkan ancaman bagi orang yang menyemir ubannya dengan warna hitam.
Kemudian yang bertanya kembali berkata: Apakah tidak boleh juga kalau maksudnya adalah untuk mempercantik diri?

Syaikh rahimahullah menjawab:
Umumnya yang mewarnai ubannya dengan warna hitam, tujuannya adalah untuk mempercantik diri, agar terlihat lebih muda. Kalau tidak demikian, lalu apa tujuannya?! Perbuatan semacam ini hanya akan membuang-buang waktu dan harta. (Liqo’ Al Bab Al Maftuh, 1/5, Mawqi’ Asy Syabkah Al Islamiyah)

Bagaimana Jika yang Masih Muda Muncul Uban, Bolehkah Diubah (Disemir)?

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin ditanyakan: “Seorang pemuda sudah nampak padanya uban. Dia ingin merubah uban tersebut dengan warna hitam. Bagaimana hukum mengenai hal ini?”
Syaikh rahimahullah menjawab: Ini termasuk mengelabui (tadlis). Seseorang yang ingin menikah, lalu di kepalanya terdapat uban sedangkan dia masih muda, maka melakukan semacam ini termasuk mengelabui (tadlis). Akan tetapi kami katakan bahwa yang lebih utama jika dia ingin mengubah ubannya tadi, maka gunakanlah warna selain hitam. Dia boleh mencampur hina’ (pacar) dan katm (inai), lalu dia gunakan untuk menyemir ubannya. Pada saat ini, tidak nampak lagi uban. Bahkan perbuatan ini adalah termasuk ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu merubah uban dengan warna selain hitam. Adapun merubah uban tadi dengan warna hitam, maka yang benar hal ini termasuk perbuatan yang diharamkan. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita menjauhi warna hitam ketika akan menyemir rambut, bahkan terdapat ancaman yang sangat keras mengenai hal ini dalam sabda beliau. (Liqo’ Al Bab Al Maftuh, 188/23)

Bagaimana Hukum Menyemir (Memirang) Rambut yang Semula Berwarna Hitam Menjadi Warna Lain?

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin pernah ditanyakan, “Apakah boleh merubah rambut wanita yang semula berwarna hitam disemir menjadi warna selain hitam misalnya warna merah?”
Syaikh rahimahullah menjawab:
Jawaban dari pertanyaan mengenai menyemir rambut wanita yang berwarna hitam menjadi warna selainnya, ini dibangun di atas kaedah penting. Kaedah tersebut yaitu hukum asal segala adalah halal dan mubah. Inilah kaedah asal yang mesti diperhatikan. Misalnya seseorang mengenakan pakaian yang dia suka atau dia berhias sesuai dengan kemauannya, maka syari’at tidak melarang hal ini. Menyemir misalnya, hal ini terlarang secara syar’i karena terdapat hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ubahlah uban, namun jauhilah warna hitam”. Jika seseorang merubah uban tersebut dengan warna selain hitam, maka inilah yang diperintahkan sebagaimana merubah uban dengan hinaa’ (pacar) dan katm (inai). Bahkan perkara ini dapat termasuk dalam perkara yang didiamkan (tidak dilarang dan tidak diperintahkan dalam syari’at, artinya boleh -pen).

Oleh karena itu, kami dapat merinci warna menjadi 3 macam:
Pertama adalah warna yang diperintahkan untuk digunakan seperti hinaa’ untuk merubah uban.
Kedua adalah warna yang dilarang untuk digunakan seperti warna hitam untuk merubah uban.
Ketiga adalah warna yang didiamkan (tidak dikomentari apa-apa). Dan setiap perkara yang syari’at ini diamkan, maka hukum asalnya adalah halal .
Berdasarkan hal ini, kami katakan bahwa hukum mewarnai rambut untuk wanita (dengan warna selain hitam) adalah halal. Kecuali jika terdapat unsur merubah warna rambut tersebut untuk menyerupai orang-orang kafir, maka di sini hukumnya menjadi tidak diperbolehkan. Karena hal ini termasuk dalam masalah tasyabbuh (menyerupai) orang kafir, sedangkan hukum tasyabuh dengan orang kafir adalah haram. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ [1/269] mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)

Yang namanya tasyabbuh (menyerupai orang kafir) termasuk bentuk loyal (wala’) pada mereka. Sedangkan kita diharamkan memberi loyalitas (wala’) pada orang kafir. Jika kaum muslimin tasyabbuh dengan orang kafir, maka boleh jadi mereka (orang kafir) akan mengatakan, “Orang muslim sudah pada nurut kami.” Sehingga dengan ini, orang-orang kafir tersebut menjadi senang dan bangga dengan kekafiran yang mereka miliki. Dan perlu diketahui pula bahwa orang yang sering meniru tingkah laku atau gaya orang kafir, mereka akan selalu menganggap dirinya lebih rendah daripada orang kafir. Oleh karena itu, mereka akan selalu mengikuti jejak orang kafir tersebut.
Juga dapat kita katakan bahwa tasyabbuh seorang muslim dengan orang kafir saat ini adalah bagian dari loyal kepada mereka dan bentuk kehinaaan di hadapan mereka.
Juga dapat kita katakan bahwa tasyabbuh dengan orang orang kafir termasuk bentuk kekufuran karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”. Oleh karena itu, jika seorang wanita menyemir rambut dengan warna yang menjadi ciri khas orang kafir, maka menwarnai (menyemir) rambut di sini menjadi haram karena adanya tasyabbuh.” (Al Liqo’ Al Bab Al Maftuh, 15/20)

Namun ada penjelasan lain dari Syaikh Sholeh bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan. Beliau hafizhohullah mengatakan,
“Adapun mengenai seorang wanita mewarnai rambut kepalanya yang masih berwarna hitam menjadi warna lainnya, maka menurutku hal ini tidak diperbolehkan. Karena tidak ada alasan bagi wanita tersebut untuk mengubahnya. Karena warna hitam pada rambut sudah menunjukkan keindahan dan bukanlah suatu yang jelek (aib). Mewarnai rambut semacam ini juga termasuk tasyabbuh (menyerupai orang kafir).” (Tanbihaat ‘ala Ahkamin Takhtashshu bil Mu’minaat, hal. 14, Darul ‘Aqidah)

Jika kita melihat dari dua penjelasan ulama di atas, maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa hukum menyemir rambut, jika ada hajat semacam sudah beruban, maka pada saat ini dibolehkan bahkan diperintahkan. Namun apabila rambut masih dalam keadaan hitam, lalu ingin disemir (dipirang) menjadi warna selain hitam, maka hal ini seharusnya dijauhi. Kenapa kita katakan dijauhi?
Jawabannya adalah karena mewarnai rambut yang semula hitam menjadi warna lain biasanya dilakukan dalam rangka tasyabbuh (meniru-niru) orang kafir atau pun meniru orang yang gemar berbuat maksiat (baca: orang fasik) semacam meniru para artis. Inilah yang biasa terjadi. Apalagi kita melihat bahwa orang yang bagus agamanya tidak pernah melakukan semacam ini (yakni memirang rambutnya). Jadi perbuatan semacam ini termasuk larangan karena rambut hitam sudahlah bagus dan tidak menunjukkan suatu yang jelek. Jadi tidak perlu diubah. Juga melakukan semacam ini termasuk dalam pemborosan harta. Wallahu a’lam bish showab.

Demikian pembahasan yang kami sajikan mengenai uban dan menyemir rambut. Semoga pembahasan kali ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua.
Semoga Allah selalu memberikan kita ketakwaan dan memberi kita taufik untuk menjauhkan diri dari yang haram.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

****

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.com

Tulisan kami di masa silam, 29 Rabi’ul Awwal 1430 H dan telah dimuroja’ah oleh guru kami (Ustadz Aris Munandar -semoga Allah selalu menjaga beliau-).



Pernah mengenyam pendidikan S1 di Teknik Kimia UGM Yogyakarta dan S2 Polymer Engineering di King Saud University Riyadh. Pernah menimba ilmu diin dari Syaikh Sholeh Al Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy Syatsri, dan Syaikh Sholeh Al 'Ushoimi. Aktivitas beliau sebagai Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul, Pengasuh Rumaysho.Com, serta Pimpinan Redaksi Muslim.Or.Id.


  • kapthen

    syukron untuk pencerahannya

  • http://www.facebook.com/profile.php?id=100001226091247 Mechie Mievi’llievigh Amie

    assalammu’alaikum,,,

    kalo’ mewarnai rambut warna hitam tapi bukan untuk menghitamkan uban.. boleh nggak ya?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      wa’alaikumus salam. berdasarkan keumuman hadits, spt itu tetap tdk boleh. Wallahu waliyyut taufiq.

  • mey

    hehm.. rambut saya sudah rusak dan saya ingin mewarnai pake’ warna hitam agar lebih bagus saja,, tapi bukan untuk menghitamkan uban. karena saya belum beruban.
    apa boleh ya??

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      spt itu tdk boleh karena warna hitam itu terlarang untuk mengecat rambut sebagaimana larangan dalam hadits.

  • adhi

    tapi kenapa banyak ulama’ yang menyemir denganwarna hitam?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      sikapi ulama dg bijak, ulama bukan nabi.

  • Masmantri

    kalau uban dicabuti dengan tujuan supaya kelihatan muda bagaimana ya ?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      tetap tdk boleh sebagaimana penjelasan di atas dan artikel sebelumnya.

  • Mutiara Mumtazah

    mau tanya ..

    misalkan rambut nya itu diwarnai tapi bukan warna hitam ..
    apakah diperbolehkan untuk shalat?
    syukron

    • Ami_sala3

      seeusai artikel diatas kalo bisa meresap kedalam rambut wudhunya sah, tapi kalo membentuk lapisan di kulit rambut dan menghalangi air masuk kedalam rambut wudhunya tidak sah.Jadi kalo wudhunya tidak sah makasholatnya juga tidak sah to?

      • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

        Wajib semiran tersebut dhilangkan.

        • Ihsan Nul hakim

          untuk perempuan
          jadi gimana menghilangkannya..apakah disemir hitam lagi..??

          • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

            Tidak boleh disemir hitam, biarkan akan hilang sendiri.

  • 5510 corp

    Alasannya gak boleh pake warna hitam itu apa???
    atas jawabannya terima kasih

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Yah jelas, karena nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sdh melarangnya.

  • Bule Ganteng

    kalau bule muslim yang rambutnya pirang gimana? emang yang rambutnya gak hitam sudah pasti kafir?

    • Arissetia90

      artikel di atas menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita untuk menyemir rambut dengan warna hitam,
      “Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tapi hindarilah warna hitam”

      Jadi kalo bule muslim rambutnya pirang ya gapapa…kecuali rambutnya si bule yang pirang ni mau disemir dengan warna hitam, itu yang ga boleh.

      benar seperti itukah ustadz?

      • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

        Betul 100

  • Farhana

    Kalo mewarnai rambut dengan warna biru kehitaman boleh gak ustadz?
    Syukron :)

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Tdk boleh jika tujuannya hanya untuk bergaya2

  • gelap

    kalau muslim yang rambut aslinya pirang, tapi ingin memperindah diri dengan mengubah rambutnya jadi hitam. apakah tetap haram?
    alasan warna hitam itu haram apa ya?

  • Bintun Chairan

    Ust, bagaimana kalau ubannya cuma ada bbrpp helai di rambut? Apakah boleh mewarnai rambut scr menyeluruh? Krn nti akan terlihat tdk indah bila diwarnai sebagian

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      boleh namun dg warna selain hitam

  • eliz

    ass,, ust, bgaimana hukumnya kalau rambut yg aslinya sudah hitam, namun karena ingin terlihat lebih hitam dan indah jadi dia semir dengan warna hitam. karena ada orang yg walaupun rambut aslinya memang hitam tapi tidak terlalu hitam. sehingga ingin terlihat lebih hitam agar lebih indah?? sukron !!!

  • VvidyaAmalia

    assalamualaikum..
    ustadz klo saya punya rambut hitam truz saya warnai pirang truz saya warnai lagi hitam itu bolehkah? sukron :)

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Waalaikumussalam

      Biarkan warna pirang tsb hilang dg sndirinya

      Muhammad Abduh Tuasikal
      Riyadh, Kingdom of Saudi Arabia

      By my IPhone

      في 26 Feb 2012، الساعة 07:29 AM، كتب “Disqus” :

  • Dikky

    Assalammualaikum Ustad..
    Bagaimanaca caranya agar orang tua kita yg gemar menyemir ubannya dengan warna hitam tidak lagi menggunakan warna hitam..??

  • Hemaenok

    Assalamualaikum Ustad,,,
    saya punya rambut pirang., orang skrang menilai bahwa org brambut pirang ituw adl orang gk baik. .mka dari itu saya berinisiatif mnyemir rambut dngan warna hitam. bgaimana hukumnya..?? sukron >,<

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Waalaikumussalam. Syukuri dg anugerah Allah. Tdk boleh mewarnai rambut dg warna hitam.
      Muhammad Abduh Tuasikal
      Riyadh, Kingdom of Saudi Arabia

      By my IPhone

      في 16 Mar 2012، الساعة 06:03 PM، كتب “Disqus” :

  • Zenji

    Aduuuuh~ Pak ustadz~ Aku terlanjur mewarnai rambut ku jadi hitam lagi~? gimana ini~? :’(

    • Zenji

      Pak ustadz~ gimana ini~? aku sudah berdosa~ :’(

      • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

        Jangan diulangi lagi dan perbanyak taubat.

        • Zenji

          Sebenarnya niatku baik,ya maklum aku anak band yang suka berganti style rambut,semula aku menyemir rambutku jadi merah,tapi karena aku gg enak bergaya seperti itu di desaku jadi aku hitamkan rambutku agar biar lebih sopan bermasyarakat~ huft~ :’(

          • Siangni Anna

            Mirip sekali dg aku , trus gimanaa ??

  • ummu iffah

    Assalamu’alaikum
    Ana mau bertanya ; bagaimana jika seorang suami menyuruh istrinya untuk menyemir rambut dengan warna selain hitam (untuk menyenangkan hati suami), apakah juga termasuk tasyabuh? apakah wajib bagi si istri mematuhinya. Jazakumullah Khoir

    • Nikmah

      untuk senangkan suami seorang boleh, asl jgn warna hitam
      sumber dari Ust Felix siauw

  • Mentarisabda

    assalamualaikum ustadt.
    saya mau tanya lebih jelas mengenai hukum menyemir rambut dan tatkala menyemir pada malam harinya melakukan hubungan sama istri saya dan bagaimana hukum mandinya ?….
    wassalamualaikum.

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam. SUdah dijelaskan dalam tulisan di atas mengenai hukum menyemir rambut.

      2012/5/14 Disqus

  • Sultan Adika

    assalamualaikum, afwan saya mau tanya ,,,, di indonesia kan sulit ya klo mau beli hinna’ (pacar) dan katm (inai). (beli nya dimana coba??) ..
    klo kita mengunakan peawarna yg ada di pasaran semacam semir rambut ,,, gmana hukumnya ?
    ada yg mengatakan bahwa pewarna kimia di pasaran akan menutupi pori2 rambut dan kepala maka saat digunakan untuk mandi besar atau wundhu tidak sah.? benarkah itu?

    atas jawabannya saya ucapkan terimakasih

  • ardian

    Assalamualaikum, Ustadz afwan sblumnya, infonya sdah jlas tetapi sya msih bngung , pa yng saya lkukan ini hkumnya tdak papa atau bagaimana ustadz, saya memirang rambut saya dngan warna coklat kekuningan, dan mngggunakan pwarna yng bnyak dijual skarang, (sasa)bagaimana itu ustadz, sukron khatsir ustadz.

  • tya

    Assalamu’alaikum
    aq mau tanya,
    kalo rambut warnanya memang sdah hitam,tpi seiring berjalannya waktu hitamnya itu sdah mulai memerah,kalo di warnai hitam lagi boleh atau tidak ya..

  • http://www.facebook.com/oi.youngmin1 Oi Young Min

    oooooooooooooh :o

  • http://www.facebook.com/Abd.Salam.SZ.ManggaBarani AbdusSalam Manggabarani

    yaelah masalah rambut ribut yee…..botakin aja tuh pala ntar tumbuh lagi….botakin lagi tumbuh lagi …..yang jelas ngerubah warna dengan hitam nggak boleh….kalo ubanan peduli amat emang sudah tua….kalo masih muda ubanan ubah aja dengan warna laen kan keren juga tuh…….hehe…..

  • http://www.facebook.com/malik.doank.714 Malik Doank

    Ust,bgmna klo sdah terlanjur d semir hitam??
    trimakasih..

  • tanti

    pak ustadz mw tny ,,kl rambut asli hitam di warnain merah tu hukumnya apa??terus kalau balik lagi ke warna hitam dengan mewarnain ke hitam lagi gimana hukumnya??

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Mewarnai pirang tnpa hajat apalagi cuma taklid dg gaya hidup barat, mk itu tdk boleh. Mewarnai kembali ke hitam jg tdk boleh.

      Powered by Telkomsel BlackBerry®

  • riszkha

    jika mewarnai rambut dengan warna hitam namun bukan karena untuk menutupi uban apakah hukumnya

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Gak boleh

  • munthe

    kalau udh terlanjur gmna ?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Jangan diulangi lg

      Muhammad Abduh Tuasikal
      Rumaysho.com via Iphone

      في ١٠‏/٠٩‏/٢٠١٢، الساعة ٩:٢٠ ص، كتب “Disqus” :

  • P-nooX

    Assalamu ‘alaikum
    kalau sebelumnya warna hitam karna tuntutan profesi (anak band) diwarnai merah / pirang boleh ga’ yah pak ustad,, sukron :)

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      wa’alaikumussalam. tdk boleh.

  • http://www.facebook.com/m.nasihin.10 M Nasihin

    bagai mana hukumnya jika seorang remaja mewarnai ubannya dg warna hitam ……….? blh apa tidak

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Tdk boleh, gunakan warna lain.

      Muhammad Abduh Tuasikal
      Rumaysho.com via my Iphone

      في ٢٤‏/١١‏/٢٠١٢، الساعة ٨:١٦ ص، كتب “Disqus” :

  • putri rahayu

    assalamualaikum, saya mau tanya kalo misalnya udah mirang rambut terus menyesal karena itu dianggap meniru orang kafr lalu mau diwarnai hitam lagi itu gimana hukumnya ?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Waalaikumussalam. Kalau sdh diwarnai hitam, dibiarkan sj nanti lama kelamaan jd hitam. Tdk boleh diwarnai dg warna hitam.
      Muhammad Abduh Tuasikal
      Rumaysho.com via my Iphone

      في ١٥‏/١٢‏/٢٠١٢، الساعة ١٢:٠٤ م، كتب “Disqus” :

  • Penuntut Ilmu

    Assalamu’alaikum ustadz,
    Mengenai menyemir uban dengan warna selain hitam ini hukumnya apa ya ustadz? Sunnah ataukah wajib? karena hadits itu datang dalam bentuk perintah dimana kaidah ushul fiqih mengatakan bahwa perintah itu pada asalnya wajib. Mohon penjelasannya ustadz
    Barakallahu fik, semoga Allah menjaga antum dan keluarga dan membalas kebaikan antum

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumussalam. Asal perintah di situ adalah wajib menjauhi warna hitam. Namun sebagian ulama memaknainya makruh.

      2012/12/19 Disqus

      • Penuntut Ilmu

        Bukan itu maksud saya ustadz, kalau hukum menjauhi warna hitam saya percaya itu wajib. Maksud saya hukum mengubah uban, di hadits kan disebutkan dengan kata perintah “Ghoyyiruu” ditambah lagi bahwa kaum yahudi dan nasrani tidak mengubah warna rambut dan ada perintah “fa kholifuhum” maka selisihilah mereka. Ini kan bentuk perintah, terus hukum membiarkan uban seperti itu (tetap putih) gimana ustadz? dan saya melihat banyak ustadz dan ulama juga rambut dan jenggot mereka putih. Apakah ada hadits yang menjelaskan bahwa itu sunnah atau gimana ustadz? Soalnya kalau dilihat-lihat diwarnai itu malah agak gimana gitu, Barakallahu fiik…

        • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

          Hukum merubah warna uban dg warna selain hitam adalah sunnah, bukan wajib karena ini masuk dalam masalah adab.

          2012/12/25 Disqus

      • http://www.facebook.com/profile.php?id=100004527553506 Andiko Deva Path Pain

        sblumya assalammualaikum wr.wb,,ustad saya berumur 14 tHUn ,, saya terlanjur menyemir rambut saya berwarna pirang dan saya ingin menyemir warna hitam agar tidak kelihataan warna pirang saya,,apakah boleh atau tidak pak ustad,,hukumnya apa..?????

  • http://www.facebook.com/profile.php?id=100004527553506 Andiko Deva Path Pain

    ass,,,ustd,,saya ber umur 14 tahun,,waktu liburan sekolah saya menyemir rambut saya berwarna pirang,,,lalu saya ingin menghitamkan rambut saya,,apakah boleh pak ustad….

  • Vetty Ramawan

    ass..ustd…mertua dan kakak2 ipar saya udah banyak uban, tapi mereka memakai “shampoo” yang sy liat fungsinya sama aja seperti menyemir.jadi setelah di sahmpoo, rambut mereka hitam dalam waktu lama. apa itu juga tidak boleh?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Itu tdk boleh.

      Muhammad Abduh Tuasikal
      Rumaysho.com via my Iphone

      في ٢٤‏/٠٧‏/٢٠١٣، الساعة ١١:٤٣ ص، كتب “Disqus” :

  • Jimmy

    Subhanallah..