Hukum Mencabut Uban


Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Sangat wajar jika seseorang menginjak usia senja, muncul pada kepala, wajah atau jenggotnya rambut putih, alias uban. Itulah fase kehidupan yang akan dilewati oleh setiap insan sebagaimana firman Allah Ta’ala,

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفاً وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Ar Ruum: 54)

Kadangkala memang kita ingin menghilangkannya, mencabutnya, atau mengganti warnanya dengan warna lain. Namun alangkah bagusnya jika setiap tindak-tanduk kita didasari dengan ilmu agar kita tidak sampai terjerumus dalam kesalahan dan dosa. Sebuah petuah bagus dari Mu’adz bin Jabal yang harus senantiasa kita ingat:

العِلْمُ إِمَامُ العَمَلِ وَالعَمَلُ تَابِعُهُ

Ilmu adalah pemimpin amal dan amalan berada di belakang ilmu.” (Al Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Mungkar, Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni, hal. 15)

Jadi dalam masalah uban ini, marilah kita ikuti petunjuk syari’at Islam yang suci nan sempurna. Dengan mengikuti petunjuk inilah seseorang akan menuai kebahagiaan. Sebaliknya, jika enggan mengikutinya, hanya mau memperturutkan hawa nafsu semata dan menuruti perkataan manusia yang mencocoki hawa nafsu tanpa ada dasar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, niscaya orang seperti ini akan binasa.

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

Dan jika kamu ta’at kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.” (QS. An Nur: 54)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

Berpegangteguhlah dengan ajaranku dan sunnah khulafa’ur rosyidin yang mendapatkan petunjuk (dalam ilmu dan amal). Pegang teguhlah ajaran tersebut dengan gigi geraham kalian.” (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban. At Tirmidizi mengatakan hadits ini hasan shohih. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shohih. Lihat Shohih At Targhib wa At Tarhib no. 37)

Salah seorang khulafa’ur rosyidin dan manusia terbaik setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

لَسْتُ تَارِكًا شَيْئًا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَعْمَلُ بِهِ إِلَّا عَمِلْتُ بِهِ إِنِّي أَخْشَى إِنْ تَرَكْتُ شَيْئًا مِنْ أَمْرِهِ أَنْ أَزِيْغَ

Aku tidaklah biarkan satupun yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam amalkan kecuali aku mengamalkannya karena aku takut jika meninggalkannya sedikit saja, aku akan menyimpang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ulama yang sudah tersohor namanya di tengah-tengah kita, yakni Imam Syafi’i mengatakan,

أجمع المسلمون على أن من استبان له سنة عن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم لم يحل له أن يدعها لقول أحد

Kaum muslimin sepakat bahwa siapa saja yang telah jelas baginya ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tidak halal baginya untuk meninggalkannya karena perkataan yang lainnya.” (Madarijus Salikin, 2/335, Darul Kutub Al ‘Arobi. Lihat juga Al Haditsu Hujjatun bi Nafsihi fil ‘Aqoid wal Ahkam, Muhammad Nashiruddin Al Albani, hal. 79, Asy Syamilah)

Uban adalah Cahaya Bagi Seorang Mukmin

Al Baihaqi membawakan sebuah pasal dengan judul “larangan mencabut uban”. Lalu di dalamnya beliau membawakan hadits dari ‘Abdullah bin ‘Umar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الشيب نور المؤمن لا يشيب رجل شيبة في الإسلام إلا كانت له بكل شيبة حسنة و رفع بها درجة

Uban adalah cahaya bagi seorang mukmin. Tidaklah seseorang beruban –walaupun sehelai- dalam Islam melainkan setiap ubannya akan dihitung sebagai suatu kebaikan dan akan meninggikan derajatnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Muhammad bin Hibban At Tamimi rahimahullah -yang lebih dikenal dengan Ibnu Hibban- dalam kitab Shahihnya menyebutkan pembahasan “Hadits yang menceritakan bahwa Allah akan mencatat kebaikan dan menghapuskan kesalahan serta akan meninggikan derajat seorang muslim karena uban yang dia jaga di dunia.” Lalu Ibnu Hibban membawakan hadits berikut.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا تنتفوا الشيب فإنه نور يوم القيامة ومن شاب شيبة في الإسلام كتب له بها حسنة وحط عنه بها خطيئة ورفع له بها درجة

Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya pada hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu derajat.” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Uban Tidak Boleh Dicabut

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَنْتِفُوا الشَّيْبَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَشِيبُ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ إِلَّا كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shagir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Hukuman bagi orang yang mencabut ubannya adalah kehilangan cahaya pada hari kiamat nanti. Dari Fudholah bin ‘Ubaid, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَانَتْ نُورًا لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَ رَجُلٌ عِنْدَ ذَلِكَ فَإِنَّ رِجَالًا يَنْتِفُونَ الشَّيْبَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ شَاءَ فَلْيَنْتِفْ نُورَهُ

Barangsiapa memiliki uban di jalan Allah walaupun hanya sehelai, maka uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat.” Kemudian ada seseorang yang berkata ketika disebutkan hal ini: “Orang-orang pada mencabut ubannya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Siapa saja yang ingin, silakan dia memotong cahaya (baginya di hari kiamat).” (HR. Al Bazzar, At Thabrani dalam Al Kabir dan Al Awsath dari riwayat Ibnu Luhai’ah, namun perowi lainnya tsiqoh –terpercaya-. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Siapa saja yang ingin, maka silakan dia memotong cahaya (baginya di hari kiamat)”; tidak menunjukkan bolehnya mencabut uban, namun bermakna ancaman.

Rambut uban mana yang dilarang dicabut?

Larangan mencabut uban mencakup uban yang berada di kumis, jenggot, alis, dan kepala. (Al Jami’ Li Ahkami Ash Shalat, Muhammad ‘Abdul Lathif ‘Uwaidah, 1/218, Asy Syamilah)

Apa hukum mencabut uban apakah haram ataukah makruh?

Para ulama Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah berpendapat bahwa mencabut uban adalah makruh.

Abu Dzakaria Yahya bin Syarf An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Mencabut ubat dimakruhkan berdasarkan hadits dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya. … Para ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa mencabut uban adalah makruh dan hal ini ditegaskan oleh Al Ghozali sebagaimana penjelasan yang telah lewat. Al Baghowi dan selainnya mengatakan bahwa seandainya mau dikatakan haram karena adanya larangan tegas mengenai hal ini, maka ini juga benar dan tidak mustahil. Dan tidak ada bedanya antara mencabut uban yang ada di jenggot dan kepala (yaitu sama-sama terlarang). (Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, 1/292-293, Mawqi’ Ya’sub)

Namun jika uban tersebut terdapat di jenggot atau pada rambut yang tumbuh di wajah, maka hukumnya jelas haram karena perbuatan tersebut termasuk an namsh yang dilaknat.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لعن الله الربا و آكله و موكله و كاتبه و شاهده و هم يعلمون و الواصلة و المستوصلة و الواشمة و المستوشمة و النامصة و المتنمصة

Allah melaknat riba, pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkannya (nasabah), orang yang mencatatnya (sekretaris) dan yang menjadi saksi dalam keadaan mereka mengetahui (bahwa itu riba). Allah juga melaknat orang yang menyambung rambut dan yang meminta disambungkan rambut, orang yang mentato dan yang meminta ditato, begitu pula orang yang mencabut rambut pada wajah dan yang meminta dicabut.” (Diriwayatkan dalam Musnad Ar Robi’ bin Habib. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shagir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Adapun mencabut uban dari jenggot atau uban dari rambut yang tumbuh di wajah, maka perbuatan seperti ini diharamkan karena termasuk an namsh. An namsh adalah mencabut rambut yang tumbuh di wajah dan jenggot. Padahal terdapat hadits yang menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang yang melakukan an namsh.” (Majmu’ Fatawa wa Rosa’il Ibnu ‘Utsaimin, 11/80, Asy Syamilah)

Kesimpulan

Hukum mencabut uban dapat dikatakan haram karena ada dalil tegas mengenai hal ini, sedangkan mayoritas ulama mengatakan hukumnya adalah makruh. Namun sebagai seorang muslim yang ingin selalu mengikuti petunjuk Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan agar tidak kehilangan cahaya di hari kiamat kelak, maka seharusnya seorang muslim membiarkan ubannya (tidak perlu dicabut). Dengan inilah dia akan mendapat tiga keutamaan: [1] Allah akan mencatatnya kebaikan, [2] dan menghapuskan kesalahan serta [3] akan meninggikan derajat seorang muslim karena uban yang dia jaga di dunia. Namun, jika uban tersebut berada pada jenggot atau rambut yang tumbuh di wajah, maka ini jelas haramnya. Wallahu a’lam.

-bersambung pada pembahasan menyemir rambut, Insya Allah-

 

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.com


Tulisan di masa silam, 29 Rabi’ul Awwal 1430 H



Pernah mengenyam pendidikan S1 di Teknik Kimia UGM Yogyakarta dan S2 Polymer Engineering di King Saud University Riyadh. Pernah menimba ilmu diin dari Syaikh Sholeh Al Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy Syatsri, dan Syaikh Sholeh Al 'Ushoimi. Aktivitas beliau sebagai Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul, Pengasuh Rumaysho.Com, serta Pimpinan Redaksi Muslim.Or.Id.


  • Siti

    asslamu’alaikum….
    ustadz sy mo tnya,,kalau misalny da orang yg nyuruh kita buat nybutin ubanny pa tu juga hukumny hram buat orang yang dsuruh nyabutin uban orang tu????

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam.
      Harus dinasheati org semacam itu, jika dilakukan, itu termasuk tolong menolong dalam dosa.

  • http://pulse.yahoo.com/_FSOYYDED4UBTNE32SYELUSENTQ Siti

    assalamu’alaikum..

    Ustadz,,misalnya da orang yang mnta tolong ma kita buat nybutin uban pa hkumny hram jga buat orng yg dsruh nybutin uban org itu??????????

  • Arifuddin_yusuf

    assalamualikum warahmatullah wabarakatuh…

    Ustadz gmn hukumx klu dlm keadaan terpaksa sy hrus berfoto utk persyaratan pendidikan dlm satu instansi diharuskan memotong jenggot?mohon pnjlsanx ustadz,jaza kalla khairan

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Kalau mengharuskan memtong jenggot, mk tdk dibenarkan. Masih ada pekerjaan lain yg tidak menawarkan demikian. Semoga Allah mudahkan. Kalau foto, spt itu adl kondisi darurat, asalkan tdk persyaratkan harus cukur jenggot.

  • Sidq_pa

    assalamu’alaikum warrahmatullah wabarakatuh,…ustad mohon penjelasan,..bahwa disini dijelaskan tentang MENCABUT uban,,.lalu bagaimana hukumnya dengan MENCUKUR uban yang ada di rambut kepala,…agar rambut terlihat rapi

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh
      Yg terlarang adl mencabut, kalau memotong dan ubannya masih ada, tdk mengapa.

  • Alysia_ifa

    Assalamu’alykom
    ustad klo uban itu tumbuh pada seorang remaja yg seharusnya uban tersebut tidak tumbuh, boleh tidak di cabut??..atau mungkin jika uban itu tumbuh banyak, uban tersebut ditu2pin dengan cat warna rambut..boleh tidak?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam
      Tetap tdk boleh dicabut, dipirang boleh asal dg warna selain hitam dan pewarnanya tdk menutupi kulit rambut shg membuat sulit kemasukan air.

  • Ekonurhariyantoeko

    Assalamuaaikum….
    ustadz gmn hukum klaw menyemir rambut tp warnanya kekuning4n…..?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam
      Boleh, asalkan bukan dengan warna hitam dan asalkan warna tersebut tdk menutupi air ketika berwudhu.

  • Dy Rulli

    Asalamu’alaikum ustad..
    saya kurang setuju dgn pendapat ustad
    Aturan dalam islamkan memberikan kemudahan dan kenyamanan pada umatNya untuk meribadah..
    Spt halnya berjilbab, berjilbab selain diwajibkan jilbab jg bertujuan untuk memberikan kenyamanan, kedamaian serta keindahan kpd wanita yg memakainya. tp ada kalanya kan yg memakainya jg gerah dan ada istirahat dgn melepasnya tentu saja pada saat dirumah dan hanya dilihat oleh muhrimnya saja..
    Akan tetapi klo uban yg gatal tidak dicabut pst akan mengganggu sekali, tidak semua uban yg tumbuh itu gatal maka beberapa uban yg gatal kan dicabut. Bagaimana kita bs beribadah dgn tenang dan khusyu’ jika kita terganggu rasa gatal dr uban yg tumbuh,
    karena kesabaran kita sebagai umat yg kesekian tidak sebesar kesabaran para Nabi Allah… Allah Maha Tahu dan Maha Pengampun

  • virgia

    bagaimana jika di cat ubannya????

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      dibolehkan dengan warna selain hitam. lihat artikel lanjutan artikel ini.

  • Adit Kamelia

    assalamualaikum wr wb…
    Ustadz, gmn kalau menyabut uban yang sebenarnya umurnya belum tua atau umur nya di bawah 30 th? apa hukumnya?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam.
      Lihat artikel lanjutan artikel ini, solusinya adl dipirang dengan warna selain warna hitam.

  • Mira

    asslm..wr…wb..

    Mohon izin bergabung ustadz.
    jika udah terlanjur di cabut uban nya, gmn?
    krn baru tahu tntng hadist ini..
    mohon nasehat nya…. terima kasih…
    wasslm… wr.. wb..

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      lain kali tdk boleh dicabut lagi.

  • joko sutikno

    dalam hadist dikatakan mencabut bukan mencukur/memotong.jadi gmn donk……andai ndak boleh memotong kan bisa dianggap kurang baik.

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      yg dilarang mencabut, bukan memotong. kalau memotong atau memendekkan rambut, ubannya pasti tetap ada.

  • Herman Baso

    Ustadz kalau umurnya sebenarnya masih muda mis.37 thn tapi sudah ada uban, ini kan berarti gak normal/ada kelainan. Boleh dong dicabut.?????

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      tetap tidak boleh dicabut. Coba lihat artikel lanjutan nya, solusinya adl rambut uban tsb diwarnai dg warna selain warna hitam.

  • Mujahid Raijiyah

    nice info…terima kasih…semoga kita terus dirahmati Allah…amin~

  • Safwanmanoga

    ustaz apa kah hukum bila seorg isteri mencabut uban nya kerana hendak kelihatan anggun didpn suaminya..

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      tetap tdk dibolehkan, walaupun dg alasan semacam itu.

  • Luthfiyah

    Sangat perlukan jawapan. Mak saya selalu minta cabut uban sebab dia cakap uban tu wat beliau rasa gatal pd kepala. Hmm… Tolong jawab T_T

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      tetap tdk dibolehkan mencabut. bersabar itu pahalanya lebih besar.

  • Ana Humaira11

    Assalamu’alaikum… mohon izin share ya pak ustadz.. Jazakallah khairan katsira…

  • Masmantri

    gimana kalau mencukur ?

  • Sovia

    izin copas ya, ustadz …

    jazaakaLLOHu khoyron.

  • Abu Fathimah

    gimana kalo mencat rambut yaa ustadz..?syukaran jazzakumullahu khairan..

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Tdk boleh dg warna hitam. Dg warna lain jg tdk boleh krn ada maksud tasyabbuh (menyerupai gaya orang kafir). Sdh pernah dibahas di rumaysho.com

      • question

        afwan ustad, apakah mereka yg memang memiliki keturunan rambut warna pirang tapi muslim dimasukkan dalam kategori gaya orang kafir?seperti muslim2 di negara2 arab atau barat kan tdk smuanya berambut hitam…. jazakallah

        • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

          Kalau asalnya adalah pirang, maka itu bukan tasyabuh dg orang kafir. Karena banyak orang di negeri muslim lainnya yang berambut pirang. Dan tidak perlu rambutnya dicat dg warna hitam.

          2012/3/25 Disqus

  • Ni Camperenique

    untung ga punya uban jadi ga kepikiran juga mo cabut uban
    tapi dulu waktu mamak masih ada, sering minta dicabut ubannya
    hanya saja waktu itu blom tau tentang dalil ini
    wallahu’alam deh :)

  • Tyas_azay

    Assalamu’alaikum…wr.wb
    Ibu saya senang mencabut uban. Katanya kalau gak dicabut, rambut terasa gatal. Kepala pening dan penglihatan kabur. Bagaimana dengan kasus seperti itu. Apakah mencabut uban tetap dilarang…?

  • Ramadani_potter

    Asslamualaikm wr.wb,
    ibu sya juga sering sekali minta dicarikan uban,apakah kita harus mencarikannya juga atau tidak?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumussalam. Perintah ortu kala itu tdk perlu ditaati.

  • Ramadani_potter

    Asslamualaikm,kalau ibu tetap memaksa minta d carikan gimana ya?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam, tdk boleh mentaati jk itu suatu yg terlarang

  • http://twitter.com/akmalmf Akmal Muhamad F.

    Alhamdulillahirobbil’alamiin!

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Alhamdulillah

  • Mardinah

    Assalamu’alaikum Ustaz! Apakah hukum kalau seseorang meminta kita agar mencabut uban di kepala dia sendiri? Mohon penjelasan Ustaz! Terima kasih Ustaz…

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Waalaikumussalam, tdk boleh dituruti

      Sent from my iPad 3

  • damayanti

    Ass..wr..wbr..mau tnya pak ustaz..kalau uban tidak bolehh dicbut..tp dipotong boleh..bagaimana dengan alis yg di cabut…sm yg dicukur hukumnya apa pak ustaz..wss..

  • Andi

    Assalamualaikum, Ustad saya mau tanya beberapa,
    1. Di hadis tidak disebutkan jenggot, kumis, alis dll. Jadi apakah batasan rambut wajah?
    2. Kalau memotong sebagian atau mencukur rambut wajah bolehkah?
    3. Kalau dibiarkan panjang semua rambut di wajah bukannya akan mengganggu dan mungkin saja air wudhu akan terhalang?
    Wassalamualaikum wr.wb.

  • Heru Cah Pemalang

    Ahmad bin Abdul Halim Al-Harrani adalah Ibnu Taimiyah, masyhur dengan gelar Syaikhul Islam