Panduan Sujud Sahwi (2), Tata Cara Sujud Sahwi


Alhamdulillah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Setelah pada serial pertama kita membahas hukum dan sebab adanya sujud sahwi, saat ini kita akan melanjutkan dengan pembahasan tata cara sujud sahwi. Kami harapkan para pembaca rumaysho.com dapat membaca serial pertama mengenai sujud sahwi –jika belum sempat membacanya- agar lebih memahami pembahasan kali ini dan selanjutnya. Semoga Allah beri kepahaman.

Sujud Sahwi Sebelum ataukah Sesudah Salam?

Shidiq Hasan Khon rahimahullah berkata, “Hadits-hadits tegas yang menjelaskan mengenai sujud sahwi kadang menyebutkan bahwa sujud sahwi terletak sebelum salam dan kadang pula sesudah salam. Hal ini menunjukkan bahwa boleh melakukan sujud sahwi sebelum ataukah sesudah salam. Akan tetapi lebih bagus jika sujud sahwi ini mengikuti cara yang telah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.  Jika ada dalil yang menjelaskan bahwa sujud sahwi ketika itu sebelum salam, maka hendaklah dilakukan sebelum salam. Begitu pula jika ada dalil yang menjelaskan bahwa sujud sahwi ketika itu sesudah salam, maka hendaklah dilakukan sesudah salam. Selain hal ini, maka di situ ada pilihan. Akan tetapi, memilih sujud sahwi sebelum atau sesudah salam itu hanya sunnah (tidak sampai wajib, pen).”[1]

Intinya, jika shalatnya perlu ditambal karena ada kekurangan, maka hendaklah sujud sahwi dilakukan sebelum salam. Sedangkan jika shalatnya sudah pas atau berlebih, maka hendaklah sujud sahwi dilakukan sesudah salam dengan tujuan untuk menghinakan setan.

Adapun penjelasan mengenai letak sujud sahwi  sebelum ataukah sesudah salam dapat dilihat pada rincian berikut.

  1. Jika terdapat kekurangan pada shalat –seperti kekurangan tasyahud awwal-, ini berarti kekurangan tadi butuh ditambal, maka menutupinya tentu saja dengan sujud sahwi sebelum salam untuk menyempurnakan shalat. Karena jika seseorang sudah mengucapkan salam, berarti ia sudah selesai dari shalat.
  2. Jika terdapat kelebihan dalam shalat –seperti terdapat penambahan satu raka’aat-, maka hendaklah sujud sahwi dilakukan sesudah salam. Karena sujud sahwi ketika itu untuk menghinakan setan.
  3. Jika seseorang terlanjur salam, namun ternyata masih memiliki kekurangan raka’at, maka hendaklah ia menyempurnakan kekurangan raka’at tadi. Pada saat ini, sujud sahwinya adalah sesudah salam dengan tujuan untuk menghinakan setan.
  4. Jika terdapat keragu-raguan dalam shalat, lalu ia mengingatnya dan bisa memilih yang yakin, maka hendaklah ia sujud sahwi sesudah salam untuk menghinakan setan.
  5. Jika terdapat keragu-raguan dalam shalat, lalu tidak nampak baginya keadaan yang yakin. Semisal ia ragu apakah shalatnya empat atau lima raka’at. Jika ternyata shalatnya benar lima raka’at, maka tambahan sujud tadi untuk menggenapkan shalatnya tersebut. Jadi seakan-akan ia shalat enam raka’at, bukan lima raka’at. Pada saat ini sujud sahwinya adalah sebelum salam karena shalatnya ketika itu seakan-akan perlu ditambal disebabkan masih ada yang kurang yaitu yang belum ia yakini.

Tata Cara Sujud Sahwi

Sebagaimana telah dijelaskan dalam beberapa hadits bahwa sujud sahwi dilakukan dengan dua kali sujud di akhir shalat –sebelum atau sesudah salam-. Ketika ingin sujud disyariatkan untuk mengucapkan takbir “Allahu akbar”, begitu pula ketika ingin bangkit dari sujud disyariatkan untuk bertakbir.

Contoh cara melakukan sujud sahwi sebelum salam dijelaskan dalam hadits ‘Abdullah bin Buhainah,

فَلَمَّا أَتَمَّ صَلَاتَهُ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ فَكَبَّرَ فِي كُلِّ سَجْدَةٍ وَهُوَ جَالِسٌ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ

Setelah beliau menyempurnakan shalatnya, beliau sujud dua kali. Ketika itu beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk. Beliau lakukan sujud sahwi ini sebelum salam.” (HR. Bukhari no. 1224 dan Muslim no. 570)

Contoh cara melakukan sujud sahwi sesudah salam dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah,

فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَسَلَّمَ ثُمَّ كَبَّرَ ثُمَّ سَجَدَ ثُمَّ كَبَّرَ فَرَفَعَ ثُمَّ كَبَّرَ وَسَجَدَ ثُمَّ كَبَّرَ وَرَفَعَ

Lalu beliau shalat dua rakaat lagi (yang tertinggal), kemudia beliau salam. Sesudah itu beliau bertakbir, lalu bersujud. Kemudian bertakbir lagi, lalu beliau bangkit. Kemudian bertakbir kembali, lalu beliau sujud kedua kalinya. Sesudah itu bertakbir, lalu beliau bangkit.” (HR. Bukhari no. 1229 dan Muslim no. 573)

Sujud sahwi sesudah salam ini ditutup lagi dengan salam sebagaimana dijelaskan dalam hadits ‘Imron bin Hushain,

فَصَلَّى رَكْعَةً ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ.

Kemudian beliau pun shalat satu rakaat (menambah raka’at yang kurang tadi). Lalu beliau salam. Setelah itu beliau melakukan sujud sahwi dengan dua kali sujud. Kemudian beliau salam lagi.” (HR. Muslim no. 574)

Apakah ada takbiratul ihrom sebelum sujud sahwi?

Sujud sahwi sesudah salam tidak perlu diawali dengan takbiratul ihrom, cukup dengan takbir untuk sujud saja. Pendapat ini adalah pendapat mayoritas ulama. Landasan mengenai hal ini adalah hadits-hadits mengenai sujud sahwi yang telah lewat.

Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah berkata, “Para ulama berselisih pendapat mengenai sujud sahwi sesudah salam apakah disyaratkan takbiratul ihram ataukah cukup dengan takbir untuk sujud? Mayoritas ulama mengatakan cukup dengan takbir untuk sujud. Inilah pendapat yang nampak kuat dari berbagai dalil.”[2]

Apakah perlu tasyahud setelah sujud kedua dari sujud sahwi?

Pendapat yang terkuat di antara pendapat ulama yang ada, tidak perlu untuk tasyahud lagi setelah sujud kedua dari sujud sahwi karena tidak ada dalil dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menerangkan hal ini. Adapun dalil yang biasa jadi pegangan bagi yang berpendapat adanya, dalilnya adalah dalil-dalil yang lemah.

Jadi cukup ketika melakukan sujud sahwi, bertakbir untuk sujud pertama, lalu sujud. Kemudian bertakbir lagi untuk bangkit dari sujud pertama dan duduk sebagaimana duduk antara dua sujud (duduk iftirosy). Setelah itu bertakbir dan sujud kembali. Lalu bertakbir kembali, kemudian duduk tawaruk. Setelah itu salam, tanpa tasyahud lagi sebelumnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Tidak ada dalil sama sekali yang mendukung pendapat ulama yang memerintahkan untuk tasyahud setelah sujud kedua dari sujud sahwi. Tidak ada satu pun hadits shahih yang membicarakan hal ini. Jika memang hal ini disyariatkan, maka tentu saja hal ini akan dihafal dan dikuasai oleh para sahabat yang membicarakan tentang sujud sahwi. Karena kadar lamanya tasyahud itu hampir sama lamanya dua sujud bahkan bisa lebih. Jika memang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan tasyahud ketika itu, maka tentu para sahabat akan lebih mengetahuinya daripada mengetahui perkara salam, takbir ketika akan sujud dan ketika akan bangkit dalam sujud sahwi. Semua-semua ini perkara ringan dibanding tasyahud.”[3]

Do’a Ketika Sujud Sahwi

Sebagian ulama menganjurkan do’a ini ketika sujud sahwi,

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو

Subhana man laa yanaamu wa laa yas-huw” (Maha Suci Dzat yang tidak mungkin tidur dan lupa).[4]

Namun dzikir sujud sahwi di atas cuma anjuran saja dari sebagian ulama dan tanpa didukung oleh dalil. Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan,

قَوْلُهُ : سَمِعْت بَعْضَ الْأَئِمَّةِ يَحْكِي أَنَّهُ يَسْتَحِبُّ أَنْ يَقُولَ فِيهِمَا : سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو – أَيْ فِي سَجْدَتَيْ السَّهْوِ – قُلْت : لَمْ أَجِدْ لَهُ أَصْلًا .

Perkataan beliau, “Aku telah mendengar sebagian ulama yang menceritakan tentang dianjurkannya bacaan: “Subhaana man laa yanaamu wa laa yas-huw” ketika sujud sahwi (pada kedua sujudnya), maka aku katakan, “Aku tidak mendapatkan asalnya sama sekali.” (At Talkhis Al Habiir, 2/6)

Sehingga yang tepat mengenai bacaan ketika sujud sahwi adalah seperti bacaan sujud biasa ketika shalat. Bacaannya yang bisa dipraktekkan seperti,

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى

Subhaana robbiyal a’laa” [Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi][5]

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى

Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummagh firliy.” [Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku][6]

Dalam Mughnil Muhtaj –salah satu kitab fiqih Syafi’iyah- disebutkan, “Tata cara sujud sahwi sama seperti sujud ketika shalat dalam perbuatann wajib dan sunnahnya, seperti meletakkan dahi, thuma’ninah (bersikap tenang), menahan sujud, menundukkan kepala, melakukan duduk iftirosy[7] ketika duduk antara dua sujud sahwi, duduk tawarruk[8] ketika selesai dari melakukan sujud sahwi, dan dzikir yang dibaca pada kedua sujud tersebut adalah seperti dzikir sujud dalam shalat.”

Sebagaimana pula diterangkan dalam fatwa Al Lajnah Ad Daimah (komisi fatwa di Saudi Arabia) ketika ditanya, “Bagaimanakah kami melakukan sujud sahwi?

Para ulama yang duduk di Al Lajnah Ad Daimah menjawab, “Sujud sahwi dilakukan dengan dua kali sujud setelah tasyahud akhir sebelum salam, dilakukan sebagaimana sujud dalam shalat. Dzikir dan do’a yang dibaca ketika itu adalah seperti ketika dalam shalat. Kecuali jika sujud sahwinya terdapat kekurangan satu raka’at atau lebih, maka ketika itu, sujud sahwinya sesudah salam. Demikian pula jika orang yang shalat memilih keraguan yang ia yakin lebih kuat,maka yang afdhol baginya adalah sujud sahwi sesudah salam. Hal ini berlandaskan berbagai hadits shahih yang membicarakan sujud sahwi. Wabillahit taufiq, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa aalihi wa shohbihi wa sallam.[9]

Jika Lupa Melakukan Sujud Sahwi, Apakah Shalatnya Mesti Diulangi?

Mengenai masalah ini kita dapat bagi menjadi dua keadaan:

Keadaan pertama: Jika sujud sahwi yang ditinggalkan sudah lama waktunya, namun wudhunya belum batal.

Dalam keadaan seperti ini –menurut pendapat yang lebih kuat- selama wudhunya masih ada, maka shalatnya tadi masih tetap teranggap dan ia melakukan sujud sahwi ketika ia ingat meskipun waktunya sudah lama. Inilah pendapat Imam Malik, pendapat yang terdahulu dari Imam Asy Syafi’i, Yahya bin Sa’id Al Anshori, Al Laits, Al Auza’i, Ibnu Hazm dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah[10].[11]

Di antara alasan pendapat di atas adalah:

Pertama: Karena jika kita mengatakan bahwa kalau sudah lama ia meninggalkan sujud sahwi, maka ini sebenarnya sulit dijadikan standar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pernah dalam lupa sehingga hanya mengerjakan dua atau tiga raka’at, setelah itu malah beliau ngobrol-ngobrol, lalu keluar dari masjid, terus masuk ke dalam rumah. Lalu setelah itu ada yang mengingatkan. Lantas beliau pun mengerjakan raka’at yang kurang tadi. Setelah itu beliau melakukan sujud sahwi. Ini menunjukkan bahwa beliau melakukan sujud sahwi dalam waktu yang lama. Artinya waktu yang lama tidak bisa dijadikan.

Kedua: Orang yang lupa –selama wudhunya masih ada- diperintahkan untuk menyempurnakan shalatnya dan diperintahkan untuk sujud sahwi. Meskipun lama waktunya, sujud sahwi tetap diwajibkan. Hal ini berdasarkan keumuman sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ نَسِىَ صَلاَةً أَوْ نَامَ عَنْهَا فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا

Barangsiapa yang lupa mengerjakan shalat atau ketiduran, maka kafarohnya (penebusnya) adalah hendaklah ia shalat ketika ia ingat. (HR. Muslim no. 684)

Keadaan kedua: Jika sujud sahwinya ditinggalkan dan wudhunya batal.

Untuk keadaan kedua ini berarti shalatnya batal hal ini berdasarkan kesepakatan para ulama. Orang seperti berarti harus mengulangi shalatnya. Kecuali jika sujud sahwi yang ditinggalkan adalah sujud sahwi sesudah salam dikarenakan kelebihan mengerjakan raka’at, maka  ia boleh melaksanakan sujud sahwi setelah ia berwudhu kembali. [12]

Jika Lupa Berulang Kali dalam Shalat

Jika seseorang lupa berulang kali dalam shalat, apakah ia harus berulang kali melakukan sujud sahwi? Jawabannya, hal ini tidak diperlukan.

Ulama Syafi’iyah, ‘Abdul Karim Ar Rofi’i rahimahullah mengatakan, “Jika lupa berulang kali dalam shalat, maka cukup dengan sujud sahwi (dua kali sujud) di akhir shalat.”[13]

Sujud Sahwi Ketika Shalat Sunnah

Sujud sahwi ketika shalat sunnah sama halnya dengan shalat wajib, yaitu sama-sama disyari’atkan. Karena dalam hadits yang membicarakan sujud sahwi menyebutkan umumnya shalat, tidak membatasi pada shalat wajib saja.

Asy Syaukani rahimahullah menjelaskan, “Sebagaimana dikatakan dalam hadits ‘Abdurrahman bin ‘Auf,

إذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ

Jika salah seorang di antara kalian ragu-ragu dalam shalatnya.” Hadits ini menunjukkan bahwa sujud sahwi itu disyariatkan pula dalam shalat sunnah sebagaimana disyariatkan dalam shalat wajib (karena lafazh dalam hadits ini umum). Inilah yang dipilih oleh jumhur (mayoritas) ulama yang dulu dan sekarang. Karena untuk menambal kekurangan dalam shalat dan untuk menghinakan setan juga terdapat dalam shalat sunnah sebagaimana terdapat dalam shalat wajib.”[14]

Semoga sajian ini bermanfaat bagi pembaca setian rumaysho.com sekalian.

Insya Allah pembahasan kali ini masih kami lanjutkan dengan hukum sujud sahwi dalam shalat jama’ah. Harap sabar menanti. Semoga Allah selalu memberkahi dalam ilmu dan amal.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

Artikel www.rumaysho.com

Diselesaikan di Panggang-GK, 23 Jumadits Tsani 1431 H (05/06/2010)

Al Faqir Ilallalh: Muhammad Abduh Tuasikal




[1] Ar Roudhotun Nadiyyah Syarh Ad Durorul Bahiyah, Shidiq Hasan Khon, 1/182, Darul ‘Aqidah, cetakan pertama, 1422 H.

[2] Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, 3/99, Darul Ma’rifah, 1379.

[3] Dialihbahasakan secara bebas dari Majmu’ Al Fatawa, 23/49.

[4] Bacaan sujud sahwi semacam ini di antaranya disebutkan oleh An Nawawi rahimahullah dalam Roudhotuth Tholibiin, 1/116, Mawqi’ Al Waroq.

[5] HR. Muslim no. 772

[6] HR. Bukhari no. 817 dan Muslim no. 484

[7] Duduk iftirosy adalah keadaan duduk seperti ketika tasyahud awwal, yaitu kaki kanan ditegakkan, sedangkan kaki kiri diduduki pantat.

[8] Duduk tawaruk adalah duduk seperti tasyahud akhir, yaitu kaki kanan ditegakkan sedangkan kaki kiri berada di bawah kaki kanan.

[9] Yang menandatangani fatwa ini: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz sebagai ketua; Syaikh ‘Abdur Rozaq ‘Afifi sebagai wakil ketua; dan Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud sebagai anggota. Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ soal ketujuh, fatwa no. 8540, 7/129.

[10] Namun Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengkhususkan jika memang sujud sahwinya terletak sesudah salam, inilah yang beliau bolehkan. Lihat Majmu’ Al Fatawa, 23/32.

[11] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1/466.

[12] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1/466.

[13] Fathul ‘Aziz Syarh Al Wajiz, Abul Qosim Abdul Karim bin Muhammad Ar Rofi’i, 4/172, Darul Fikr

[14] Nailul Author, Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani, 3/144, Idarotuth Thoba’ah Al Muniirah.



Pernah mengenyam pendidikan S1 di Teknik Kimia UGM Yogyakarta dan S2 Polymer Engineering di King Saud University Riyadh. Pernah menimba ilmu diin dari Syaikh Sholeh Al Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy Syatsri, dan Syaikh Sholeh Al 'Ushoimi. Aktivitas beliau sebagai Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul, Pengasuh Rumaysho.Com, serta Pimpinan Redaksi Muslim.Or.Id.


  • Abdurrahman

    Assalamualaikum pak ustadz,klo imamnya yg lupa dan melakukan sujud sahwi apakah makmum harus ikut melakukan sujud sahwi ?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam.
      Sebenarnya pembhasan ini masih kami lanjutkan pada pembahasan selanjutnya.
      Intinya jk imam melakukan sujud sahwi sebelum atau sesudah salam, makmum tetap mengikutinya walaupun yg lupa hanya imam.
      Dalilnya
      ‘إِنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَلاَ تَخْتَلِفُوا عَلَيْهِ
      “Imam itu diangkat untuk diikuti, maka janganlah diselisihi.” (HR. Bukhari no. 722, dari Abu Hurairah)

  • ummu_habibah

    assalamu alaikum ustad, apakah ketika duduk iftirosy kita membaca doa sprt dlm sholat(rabbigfirly warhamni…) atw hanya diam saja kemudian sujud lagi? dan apakah sujud sahwi stlh salam jg tdk perlu mengucapkan tasyahud lg? jazakallahu khair…

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      wa’alaikumus salam.
      1. ketika itu tdk ada bacaan apa2, jadi cuma diam sj
      2. iya jk sujud sahwinya sesudah salam, tdk ada tasyahud lagi.

  • http://twitter.com/masterseoonline harry

    ustad bagaimana jika lupa sujud dan ingat setelah shalat, misalkan shalat isya dan dia lupa tidak sujud pada rakaat ke tiga, kemudian dia baru ingat setelah selesai salam.
    1. apakah dia mengulangi dari rakaat ke tiga yang rusak ataukah,
    2 dia mengagap rakaat keempat sebagai pengganti, dan tinggal menambah satu rakaat saja?

    jazakallah khair

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      dia mengagap rakaat keempat sebagai pengganti, dan tinggal menambah satu rakaat saja?

      • http://twitter.com/masterseoonline harry

        maksud ana rakaat ke empat sebagai pengganti rakaat ke tiga, jadi tinggal menambah satu rakaat yaitu rakaat ke empat.

        • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

          iya spt itu caranya.

  • wiwin

    Assalamu’alaikum Wr. Wb…..

    Ustadz kalo misal kita bener2 ragu2 banget udah 3 atau 4 rakaat kita ambil yg mana? terus sujud sahwinya sebelum ato sesudah salam?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      wa’alaikumus salam. pilih yg 3 rakaat. sujud sahwinya jika dlm keadaann spt itu adl sebelum salam.

  • Vanz_lee

    misi pak ustad numpang nanya ..

    klo ketinggalan doa qunut ..
    lakuin sujud sahwai na udah salam apa sblm ?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      kalau yg dimaksud qunut shubuh, mk tdk ada sujud sahwi.

  • Sholihun

    Assalamu’alaikum Wr. Wb..
    Klo Qta Lpa bca doa qunut waktu shalat Witir dalam tarawih..perlu sujud sahwi juga g ya..??
    Suwun

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam. Tidak perlu sujud sahwi

  • Juhanastar

    tadi saya shalat berjamaah ashar, awalnya saya takbir di rakaat pertama, namun pada saat saya baru takbir beberapa detik, imam sudah mau rukuk dan saya kira karena saya tidak sempat membaca al-fatihah tidak sempurnalah shalat saya, (saya ragu-ragu), maka dari itu ketika imam selesai salam, saya langsung menambah satu rakaat lagi. itu bagaimana? sah kah shalat saya?. saya belum ngerti tata cara sujud sahwi. jadi ya setelah saya selesai shalat saya sujud 2 kali (tapi bukan dg niat sujud sahwi, karena tiap kali selesai shalat saya selalu melakukan sujud tersebut, karena setiap shalat saya sering ragu-ragu) dengan bacaan sujud biasa namun tidak pakai salam lagi. nah setelah saya baca tulisan antum ini, waktu sudah masuk shalat maghrib. apakah saya masih bisa melakukan sujud sahwi ashar setelah melaksanakan shalat maghrib?. katanya kan kalo sujud sahwi setelah salam, di perbolehkan lama walaupun setelah wudhu lagi. atau saya harus melakukan shalat ashar lagi??. mohon penjelasannya.. terima kasih….

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      moga Allah maafkan karena ketidaktahuan dan diberi taufik supaya lebih bertambah ilmu.

  • Ann_wid

    do’a apa yg dibaca pada saat duduk diantara dua sujud sahwi?

    terima kasih…

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      tdk ada doa khusus kala itu, diam sj.

  • Pharmanita

    afwan ustadz,izin share
    Barokallaahu fiika

  • Ahmadzidaq

    syukron katsir,,
    atas pengigat dan usaha antum..
    jaza kumulloh..

  • vidd

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    jika seseorang sedang shalat terus dia garu-ragu atau lupa raka’at, hendaknya kan dia sujud sahwi ? akan tetapi dia tidak tahu bagaimana cara melakukan sujud sawhi tersebut,??

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam. Maka dari tu hrus belajar. Sujud sahwi cukup mudah, cukup dg sujud dua kali dan membaca bacaan spt ketika sujud. Semoga Allah beri hidayah.

  • alyyfan

    Terimakasih atas infonya.
     Ijin save ya ya saya artikel ini.

    Oya, saya ingin tanya:
    . Maksud dari jika lupa berulang kali dalam sholat apa ya.? Bisa beri contoh.?

    Terimakasih. ditunggu jawabannya. :)

    Oya, saran ada. Jawaban dari komentar kalau bisa taruh di artikelnya supaya tidak ada pertanyaan yang sama.

    Terimakasih.
    Maaf jika saya ada salah.

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      spt misalnya ia lupa tasyahud awwal, langsung berdiri, ditambah lagi ia lupa baca tasyahud dan langsung salam. Maka jika lupa berulang kali, sujud sahwinya cukup sekali.

      Wallahu a’lam

  • Ardian Yunizar

    assalaamu’alaikum….

    kalo berkenan untuk menjelaskan kepada saya, apakah ada bacaan ketika kita duduk di antara dua sujud sahwi?

    syukron

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam. Tdk ada bacaan ketika itu.

      • Ardian Yunizar

        syukron ustadz

  • Umina2820

    lebih baik mana, sujud sahwi atau ulangi saja lagi solatnya

  • Sulisityawa48

    ketika sujut sahwi apa ada niat secara pelafalan ATAU Lisan?

  • Yudha Nhara

    Assalamu’alaikum Ustadz Ijin untuk menkopy 2 artikel mengenai sujud sahwi Untuk belajar,Juga saya mau bertanya pakah bacaan didalam sujud sahwi cukup sekali atau 3 kali seperti saat kita membaca bacaan sujud,Jazakallohu khoiron

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam. Seperti bacaan ketika sujud, minimal sekali.

  • Taufikimron0

    assalamualaikum ust,,,,u nanya ni,ktika d tngah shalat ktammterdpat kebingungan,,benar2 bingungkkkdah tahiyat ahir pa blum ea,,,,..kira 2 kta ambil yg mana..?

  • Zaki Alhanif

    aslmkm. ust, sy masih bingung, mohon penjelasannya :
    1. misalkan saya akan sujud sahwi sebelum salam :
    begini cara yang saya lakukan :
    – sebelum salam :
      saya takbir lalu sujud -> baca do’a sujud sahwi -> duduk antara dua sujud (baca bacaan duduk antara dua sujudnya gx ustadz..???) -> sujud lagi (baca do’a sujud sahwi) -> duduk tasyahud akhir (perlu baca bacaan tasyahud akhir gx ,.??) -> salam
    2. saya akan sujud sahwi setelah salam (kelebihan rekaat dlm sholat):
    takbir -> langsung sujud (gx pake ruku’) -> sperti gerakan point nomor 1

    wslmkm.wr.wb

    • Zaki Alhanif

       maksudnya, apakah yang sya lakukan tersbut sudah benar atau belum ustadz,.?

  • Hamba Allah

    Assalamu’alaikum wr.wb ustadz, tolong penjelasannya tentang sujud syahwi pas lagi shalat berjamaah. trims

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh

      Sdh dibahas dalam lanjutan tulisan sujud sahwi dalam serial ketiga.

  • elga

    Jika kita mengimami shalat dan melakukan sujud sahwi setelah salam, apakah makmum harus mengikuti sujud sahwi imam?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      iya makmum harus ikuti.

  • Faisal

    assalamu’alaikum
    ustadz, bagaimana cara sujud sahwi sebelum salam?
    apa setelah tasyahud selesai kemudian sujud lg (jd 4x sujud pd roka’at terakhir)?
    terima kasih

  • fajar

    assalamuallaikum wr wb… izin mau copy paste artikel

  • sarmadan harahap

    sukron ya ustadz penjelasannya wassalamu’alaikum

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      بارك الله فيكم

      Muhammad Abduh Tuasikal
      Rumaysho.com via my Iphone

      في ٣١‏/١٢‏/٢٠١٢، الساعة ٤:٥٧ م، كتب “Disqus” :

  • erlangga

    ketika duduk iftirosy saat sujud sahwi, apakah juga membaca doa “Rabbighfirli warhamni wajburni, dll” seperti halnya dalam shalat atau tidak membaca apa pun?

  • nor akilah binti ismail

    assalamullaikum ustaz ketika bila kita baca sujud sahwi tu??!!…

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam.

      Ketika sujud sahwi membaca doa sujud seperti biasa.

      Powered by Telkomsel BlackBerry®

  • nor akilah binti ismail

    assalamuakum ustaz ketika bila kita membaca sujud sahwi dan bagaimanakah cara membaca sujud sahwi???!!!….

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumussalam. Bacaan ketika sujud sahwi adalah bacaan ketika sujud biasa.

    • Guest

      assalamualaikum ustaz…boleh tak ustaz tolong email kan kepada saya doa penyeri wajah surah nabi yusof kat bahasa rumi…??

      • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

        Waalaikumussalam. Maaf kami tdk tahu.

        Muhammad Abduh Tuasikal
        Rumaysho.com via my Iphone

        في ٢٧‏/٠٤‏/٢٠١٣، الساعة ٣:٠٣ م، كتب “Disqus” :

      • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

        Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

        Kami tdk mengetahui doa tsb.

        Muhammad Abduh Tuasikal, MSc
        Rumaysho.com | DarushSholihin.com
        Via my Blackberry

  • Ira

    Assalamu’alaikum Ustadz,
    Izin salin ya, terima kasih.

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Waalaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh. Silakan, barakallahu fiikum.
      Muhammad Abduh Tuasikal
      Rumaysho.com via my Iphone

      في ٢٦‏/٠٦‏/٢٠١٣، الساعة ٤:١١ م، كتب “Disqus” :

  • Abdullah

    Assalamu’alaykum ustadz
    saya pernah sholat dan lupa, lalu sujud sahwi. namun setelah salam ternyata sujud sahwi yang saya lakukan masih belum benar . dalam kondisi itu apakah saya mengulang shalat atau bagaimana? syukron

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Waalaikumussalam.
      Ini jadi pelajaran agar kita menimba ilmu sebelum beramal.

      Muhammad Abduh Tuasikal, MSc
      Rumaysho.com via My Ipad

      • Abdullah

        tapi kalau memang terjadi keraguan seperti itu,lalu saya beramal seadanya dan ternyata yang saya lakukan benar bagaimana ustadz?

  • Yayan Muhammad Januar

    ustad saya pernah ragu sudah tasyahud awal/belum pada raka’at berikutnya, lalu saat di akhir saya sujud syahwi saya lupa tata caranya sehingga saya lakukan setelah salam dan hanya 1x lalu salam, begitu pulang saya yakin tatacaranya 2x, lalu saya tambah 1 lagi lalu salam. apakah shalat saya sah?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Mudah2an sah. Itulah pentingnya belajar sebelum beramal.

      Muhammad Abduh Tuasikal, MSc
      Rumaysho.com via My Ipad

  • hanz

    assalamu’alaykum

    ustadz apa bedanya dua pernyataan ini, karena saya belum paham dengan jelas,jazakumulloh

    Jika terdapat keragu-raguan dalam shalat, lalu ia mengingatnya dan bisa memilih yang yakin, maka …

    Jika terdapat keragu-raguan dalam shalat, lalu tidak nampak baginya keadaan yang yakin. Semisal ia ragu apakah shalatnya empat atau lima raka’at. Jika ternyata shalatnya benar lima raka’at, maka …

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Waalaikumussalam

      Yg pertama, bisa memilih yg yakin.
      Yg kedua, tidak bisa memilih yg yakin.

      Muhammad Abduh Tuasikal, MSc
      Rumaysho.com via my Iphone

  • Doddy Setiawan

    Assalaamu ‘alaykum Ustadz,

    Jika imam duduk padahal mustinya berdiri rakaat ke empat, hingga di ingatkan jamaah (dengan mengucap Subhanallah) Imam tersebut langsung berdiri. Apakah perlu sujud sahwi?

    Jazakumullah khair Ustadz, Barakallahu fikum

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumussalam. Ada sujud sahwi.

  • Abdullah

    Assalamu’alaykum
    ustadz, apakah sujud sahwi setelah salam ketika hendak bangkit dari sujud kedua itu duduk tawaruk atau iftirasy? syukron

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumussalam.

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumussalam. Kalau mau turun sujud kedua, iftirosy. Kalau bangkit dr sujud kedua mau salam, tawarruk.

  • Danis

    Assalamu’alaikum
    Ustadz ragu2 dengan lupa kan berbeda ya, ustadz kalau kita ragu2 apa sudah ruku atau belum, sudah sujud atau belum, kita ngga bisa memilih antara sudah atau belum, kalau seperti itu bagaimana ustadz? Kebanyakan yang dibahas tentang ragu2/lupa rokaat, kalau tentang ragu2/lupa ruku dan sujud jarang dibahas.

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumussalam. Keragu-raguan spt itu jika tidak bisa diyakinkan, maka sujud sahwi terakhir sebelum salam.

  • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

    Wa’alaikumussalam. Iya tasyahud lagi sebelum salam.