Jika Rokok Haram, Siapa yang akan Hidupi Petani?


Alhamdulillah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Jika rokok haram, lantas siapa yang akan hidupi para petani? Lantas siapa yang akan beri makan pada para pekerja di pabrik rokok?

 

Hukum Rokok itu Haram

Siapa yang meniliti dengan baik kalam ulama, pasti akan menemukan bahwa hukum rokok itu haram, demikian menurut pendapat para ulama madzhab. Hanya pendapat sebagian kyai saja (-maaf- yang barangkali doyan rokok) yang tidak berani mengharamkan sehingga ujung-ujungnya mengatakan makruh atau ada yang mengatakan mubah. Padahal jika kita meneliti lebih jauh, ulama madzhab tidak pernah mengatakan demikian, termasuk ulama madzhab panutan di negeri kita yaitu ulama Syafi’iyah.

Ulama Syafi’iyah seperti Ibnu ‘Alaan dalam kitab Syarh Riyadhis Sholihin dan Al Adzkar serta buku beliau lainnya menjelaskan akan haramnya rokok. Begitu pula ulama Syafi’iyah yang mengharamkan adalah Asy Syaikh ‘Abdur Rahim Al Ghozi, Ibrahim bin Jam’an serta ulama Syafi’iyah lainnya mengharamkan rokok.

Qalyubi (Ulama mazhab Syafi’I wafat: 1069 H) ia berkata dalam kitab Hasyiyah Qalyubi ala Syarh Al Mahalli, jilid I, hal. 69, “Ganja dan segala obat bius yang menghilangkan akal, zatnya suci sekalipun haram untuk dikonsumsi. Oleh karena itu para Syaikh kami berpendapat bahwa rokok hukumnya juga haram, karena rokok dapat membuka jalan agar tubuh terjangkit berbagai penyakit berbahaya“.

Ulama madzhab lainnya dari Malikiyah, Hanafiyah dan Hambali pun mengharamkannya. Artinya para ulama madzhab menyatakan rokok itu haram. Silakan lihat bahasan dalam kitab ‘Hukmu Ad Diin fil Lihyah wa Tadkhin’ (Hukum Islam dalam masalah jenggot dan rokok) yang disusun oleh Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid Al Halabi hafizhohullah terbitan Al Maktabah Al Islamiyah hal. 42-44.

Di antara alasan haramnya rokok adalah dalil-dalil berikut ini.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. Al Baqarah: 195). Karena merokok dapat menjerumuskan dalam kebinasaan, yaitu merusak seluruh sistem tubuh (menimbulkan penyakit kanker, penyakit pernafasan, penyakit jantung, penyakit pencernaan, berefek buruk bagi janin, dan merusak sistem reproduksi), dari alasan ini sangat jelas rokok terlarang atau haram.

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ

Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3/77, Al Baihaqi 6/69, Al Hakim 2/66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih). Dalam hadits ini dengan jelas terlarang memberi mudhorot pada orang lain dan rokok termasuk dalam larangan ini.

Perlu diketahui bahwa merokok pernah dilarang oleh Khalifah Utsmani pada abad ke-12 Hijriyah dan orang yang merokok dikenakan sanksi, serta rokok yang beredar disita pemerintah, lalu dimusnahkan. Para ulama mengharamkan merokok berdasarkan kesepakatan para dokter di masa itu yang menyatakan bahwa rokok sangat berbahaya terhadap kesehatan tubuh. Ia dapat merusak jantung, penyebab batuk kronis, mempersempit aliran darah yang menyebabkan tidak lancarnya darah dan berakhir dengan kematian mendadak.

Sanggahan pada Pendapat Makruh dan Boleh

Sebagian orang (bahkan ada ulama yang berkata demikian) berdalil bahwa segala sesuatu hukum asalnya mubah kecuali terdapat larangan, berdasarkan firman Allah,

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا

Dia-lah Allah, yang telah menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu“. (QS. Al Baqarah: 29). Ayat ini menjelaskan bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah di atas bumi ini halal untuk manusia termasuk tembakau yang digunakan untuk bahan baku rokok.

Akan tetapi dalil ini tidak kuat, karena segala sesuatu yang diciptakan Allah hukumnya halal bila tidak mengandung hal-hal yang merusak. Sedangkan tembakau mengandung nikotin yang secara ilmiah telah terbukti merusak kesehatan dan membunuh penggunanya secara perlahan, padahal Allah telah berfirman:

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu“. (QS. An Nisaa: 29).

Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa merokok hukumnya makruh, karena orang yang merokok mengeluarkan bau tidak sedap. Hukum ini diqiyaskan dengan memakan bawang putih mentah yang mengeluarkan bau yang tidak sedap, berdasarkan sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثُّومَ وَالْكُرَّاثَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا، فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ

Barang siapa yang memakan bawang merah, bawang putih (mentah) dan karats, maka janganlah dia menghampiri masjid kami, karena para malaikat terganggu dengan hal yang mengganggu manusia (yaitu: bau tidak sedap)“. (HR. Muslim no. 564). Dalil ini juga tidak kuat, karena dampak negatif dari rokok bukan hanya sekedar bau tidak sedap, lebih dari itu menyebabkan berbagai penyakit berbahaya di antaranya kanker paru-paru. Dan Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. Al Baqarah: 195).

Jual Beli Rokok dan Tembakau

Jika rokok itu haram, maka jual belinya pun haram. Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا حَرَّمَ أَكْلَ شَىْءٍ حَرَّمَ ثَمَنَهُ

Jika Allah ‘azza wa jalla mengharamkan untuk mengkonsumsi sesuatu, maka Allah haramkan pula upah (hasil penjualannya).” (HR. Ahmad 1/293, sanadnya shahih kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth). Jika jual beli rokok terlarang, begitu pula jual beli bahan bakunya yaitu tembakau juga ikut terlarang. Karena jual beli tembakau yang nanti akan diproduksi untuk membuat rokok, termasuk dalam tolong menolong dalam berbuat dosa. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al Maidah: 2)

Komentar Orang Awam

Sering didengar orang berkomentar, “Jika rokok diharamkan, lalu bagaimana nasib jutaan rakyat Indonesia yang hidup bergantung dari rokok; para petani tembakau, para pedagang dan para buruh di pabrik rokok, apakah ulama bisa memberi mereka makan?”

Andai komentar ini berasal dari non muslim mungkin permasalahan tidak terlalu besar karena mereka memang tidak mau mengerti bahwa rezeki mereka berasal dari Allah.

Yang paling mengenaskan, sebagian umat Islam ikut mengumandangkan komentar tersebut. Padahal pernyataan ini mengandung kesyirikan, merusak tauhid Rububiyah, meyakini bahwa Allah semata pemberi rezeki. Jangankan seorang muslim, orang jahiliyah saja yakin bahwa Allah semata yang memberi mereka rezeki, Allah berfirman:

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ … فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi? … Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?”. (QS. Yunus: 31).

Apakah mereka tidak yakin bahwa yang memberi rizki pada para petani itu Allah?

Apakah mereka tidak percaya bahwa yang memberi makan pada para buruh pabrik juga Allah?

Kenapa mesti ragu? Kenapa tidak yakin dengan Allah yang Maha Memberi Rizki kepada siapa saja dari makhluk-Nya? Lantas kenapa masih cari penghidupan dari yang haram?

Ingatlah sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan sesuatu yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5/363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Wallahu waliyyut taufiq. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

 

@ Sabic Lab after ‘Ashar prayer, 30th Syawwal 1432 (28/09/2011)

www.rumaysho.com



Pernah mengenyam pendidikan S1 di Teknik Kimia UGM Yogyakarta dan S2 Polymer Engineering di King Saud University Riyadh. Pernah menimba ilmu diin dari Syaikh Sholeh Al Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy Syatsri, dan Syaikh Sholeh Al 'Ushoimi. Aktivitas beliau sebagai Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul, Pengasuh Rumaysho.Com, serta Pimpinan Redaksi Muslim.Or.Id.


  • Abdullah

    kalo makanan berkolesterol tinggi, haram engga ustadz ? krn dengan mengkonsumsinya bisa menimbulkan madharat juga, bahkan kecanduan. pada umumnya yg kolesterolnya tinggi, enak disantap…

    • Fahrul Aprianto Prayudi

      Jawaban Saudara Yusuf
      analisa saya

      Rokok
      jika dikonsumsi oleh semua orang dari berbagai kalangan tetaplah
      membahayakan, bahkan bagi perokok pasif, sedangkan kolesterol terdapat
      pada daging2 yang Allah halalkan seperti kambing, sapi, lobster dll sbg
      nya.

      Kolesterol hanya berbahaya bagi orang2 yang rentan penyakit
      seperti darah tinggi, diabetes, obesitas dll, sedangkan bagi orang2 yang
      kekurangan gizi justru dianjurkan untuk mengkonsumsi daging, maka
      memakan makanan yang mengandung kolesterol adalah halal, berdasarkan
      alquran, hadits, tafsir alquran dll. Tapi bagi orang yang punya sakit
      yng spt diatas maka jangan memaksa, takutnya nanti terjerumus pada
      perbuatan yang berlebih2an dan terjerembab pada membinasakan diri,
      sederhannya ya jangan makan kolesterolkalau darah tinggi, orang daging
      kambing aja halal kok padahal banyak kolesterolnya, lihat sikonnya dulu;
      contoh dalam berlebih2an makan kekenyangan lalu masuk rumah sakit, itu
      menurut saya haram, jika pelakunya tahu kapasitas perutnya gak bisa
      terlalu kenyang lalu makan sepuasnya menuruti hawa nafsunya, bandingkan
      dengan rokok yang sangat berbahaya sekali buat perokok aktif dan pasif,
      makanya merokok diharamkan tidak peduli sedikit atau banyak, dihisap
      sendiri atau didekat banyak orang.

      memang analisa saya bisa saja
      keliru, tetapi saya yakin dengan pendapat yang berusaha untuk mendekati
      kepada kebenaran dari pada menjauh dari kebeenaran.

      Tidak bisa
      manusia mengklaim 100% paling benar, kebenaran haruslah kita serahkan
      kepada Allah SWT setelah kita berikhtiar mendekati kebenaran

      Wass Wr.Wbr

  • Hudiyoumar

    saya sedih ustad…banyak kawan saya lulusan timur tengah terutama al azhar banyak yang merokok…

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Semoga Allah beri taufik pd mereka.

  • Yusuf

    analisa saya

    Rokok jika dikonsumsi oleh semua orang dari berbagai kalangan tetaplah membahayakan, bahkan bagi perokok pasif, sedangkan kolesterol terdapat pada daging2 yang Allah halalkan seperti kambing, sapi, lobster dll sbg nya.

    Kolesterol hanya berbahaya bagi orang2 yang rentan penyakit seperti darah tinggi, diabetes, obesitas dll, sedangkan bagi orang2 yang kekurangan gizi justru dianjurkan untuk mengkonsumsi daging, maka memakan makanan yang mengandung kolesterol adalah halal, berdasarkan alquran, hadits, tafsir alquran dll. Tapi bagi orang yang punya sakit yng spt diatas maka jangan memaksa, takutnya nanti terjerumus pada perbuatan yang berlebih2an dan terjerembab pada membinasakan diri, sederhannya ya jangan makan kolesterolkalau darah tinggi, orang daging kambing aja halal kok padahal banyak kolesterolnya, lihat sikonnya dulu; contoh dalam berlebih2an makan kekenyangan lalu masuk rumah sakit, itu menurut saya haram, jika pelakunya tahu kapasitas perutnya gak bisa terlalu kenyang lalu makan sepuasnya menuruti hawa nafsunya, bandingkan dengan rokok yang sangat berbahaya sekali buat perokok aktif dan pasif, makanya merokok diharamkan tidak peduli sedikit atau banyak, dihisap sendiri atau didekat banyak orang.

    memang analisa saya bisa saja keliru, tetapi saya yakin dengan pendapat yang berusaha untuk mendekati kepada kebenaran dari pada menjauh dari kebeenaran.

    Tidak bisa manusia mengklaim 100% paling benar, kebenaran haruslah kita serahkan kepada Allah SWT setelah kita berikhtiar mendekati kebenaran

    Wass Wr.Wbr

  • Abu Rusydan

    Ustadz beralih ke masalah lain.
    Bagaimana hukumnya memakan ikan yang cara mencarinya diracun.
    Bagaimana juga memakan makanan yang mengandung boraks, formalin dll, apakah masuk kaidah “laa dhororo wala dhiror”

    • Fahrul Aprianto Prayudi

      Sebaikya dijauhi supaya tak mrusak kesehatan kita akhi

  • http://www.facebook.com/wahyu.awaludin1 Wahyu Awaludin

    artikelnya bagus..tapi tetap tidak menjawab pertanyaan: petani tembakau makan apa?

    Inilah yang saya bilang “berniat baik, tapi caranya kurang tepat”

    Ketika nabi Ibrahim meminta bukti kepada Allah, Allah memberikan bukti kepada beliau. Begitu pula kita. Ketika menerangkan hukum suatu hal, tuliskan juga solusinya semampu mungkin. Solusi konkret yang kiranya akan membuat tenang masyarakat kita yang rasional. Ibaratnya, hanya menyodorkan ayat-ayat kepada masyarakat Indonesia zaman sekarang ya gak akan maksimal hasilnya. Kita bukan generasi sahabat yang akan langsung bergerak setelah mendengar perintah Allah..

    Salah satu alternatif jawaban dari pertanyaan petani tembakau makan apa jika rokokk diharamkan bisa dilihat di sini:

    http://www.facebook.com/topic.php?uid=291202364354&topic=13214

    intinya adalah petani tembakau sebenarnya tidak begitu bermasalah jika rokok diharamkan. Yang penting adalah lowongan kerja ditambah..

    • zain

      kok bingung, tanam jagung, kedelai dll yg cocok sama tanahnya kan bisa untuk mengantikan tanaman tembakau

      • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

        Betul

        Muhammad Abduh Tuasikal
        http://www.rumaysho.com

        Sent from my Iphone
        @ Jogja

        في ٢٣‏/٠٧‏/٢٠١٢، الساعة ٣:٢٠ م، كتب “Disqus” :

  • muhammad iqbal

    apabila keharaman roko itu diserukan kepada seorang kyai NU pasti kyai NU itu mengatakan:lha roko itu dapat membantu kami dalam mencerdaskan dan menguatkan hafalan kami jheee!

    • Fahrul Aprianto Prayudi

      menguatkan hapalan tapi merusak tubuh ya sama aja cuma mengamalkan kulitnya Islam aja dong tanpa subtansi dong he..he.. kaasiiann juuuugaaa ya( Kan Islam mengajaran kita supaya sehat kan he..he…)

    • Arni Safi

      Klu sudah ikut nafsu, bermacam alasan dicari untuk menyokong perbuatan yang salah…

  • amalnaufal

    maav sekedar info…mbah saya berumur 90th masih sehat wal afiat,padahal slama hidupnya tidak pernah lepas dari kebiasaan merokok. Malah beliau pernah ngomong “mending ga makan dari pada ga merokok”. Jadi menurut pendapat saya pribadi,sebaiknya kita saling menghormati perbedaan dalam berpendapat termasuk dalam hal MEROKOK. Karena setahu saya (maaf baca:awam) dalam Alquran dan hadist ga ada yg secara jelas menyebutkan klo rokok itu HARAM,yang ada adalah khamr,babi ect.
    note: saya bukan perokok dan Insya Alloh ga akan pernah mencoba tuk merokok….(ga da untungnya bagiku pribadi).

    • Fahrul Aprianto Prayudi

      Klo anda mengatakan bahwa yang haram adalah  khamr dan babi ya jadi narkoba kayak ganja dan bahan formalin bwt makanan gak haram kan di Al Qur`an dan Hadits gak nyebutin coba anda renungkan lagi ya saudara

      • Dwi_purbo1307

        Setuju mas Fahrul pernyataan antum he..he..

      • amalnaufal

        maav bukan saya yg mengatakan tapi Al-Quran mas….
        disini saya cuman ingin menekankan hormati pendapat ulama yang berbeda krn pasti ulama tersebut jg punya dasar dan pegangan yg menurut beliau bisa dipertanggung-jawabkan dihadapan Alloh….jangan langsung nge-judge bahwa rokok itu HARAM krn msh ada ulama yg lebih bijak dalam menyikapi masalah tsbt dengan mengatakan bahwa rokok itu MAKRUH,MUBAH dan sebagainya…
        Lain halnya dgn Ganja maupun formalin yg anda sebutkan,bahwa semua (jangankan ulama)orang awampun tau klo itu kagak boleh dan merugikan…
        coba anda berfikir lebih luas dan jernih karena ISLAM itu ROKHMATAN LIL ‘ALAMIN…

        • Berbakkomputer

          bismillah… musti diluruskan dulu mas amalnaufal argumen anda tsb,,, saya maklum kpd anda… tapi dalam dinul islam (ilmu syar’i) ada konsep yang lebih simple untuk dijadikan terapan (hujjah) yaitu segala sesuatu yang banyak mengandung MUDHORAT dari pada MAFADAT nya maka tinggalkanlah, allah mengharamkan khamar, babi, anjing dll nya itu tidak bukan karena didalamnya terkandung mudhorat yang sangat besar, meskipun khamar ada sedikit mafadatnya yaitu dapat dibuat untuk minuman kesehatan seperti jamu… tapi lebih banyak mudhoratnya dari pada manfaatnya… begitupun hal nya dengan rokok, sudah jelas2 tertera di tulisan rokok tersebut :”rokok dapat menyebabkan gangguan pernapasan, jantung, dan janin ibu hamil” ini medis mas,,, andaikata mbah ente diberi panjang umur sampai 90 tahun karena rokok, bukan berarti mbah ente tidak memiliki penyakit (mengidap penyakit) karena rokok yang diisap mbah ente selama ini ! gak ada yang bilang kalau rokok itu dapat membuat mati atau pendek umur mas… syukron jazakumullah khoiron… semoga bermanfaat… salam.

          • amalnaufal

            saya juga maklum sama ente…karena medis juga bukan patokan untuk menentukan sesuatu itu HARAM ato tidak (baca:tentang daging kambing/kolesterol dkk) dan juga yg ente sebutkan “rokok dapat menyebabkan gangguan pernapasan, jantung, dan janin ibu hamil” itu bukan medis melainkan label yang wajib dicantumkan oleh perush rokok(berdasarkan medis),dimana menurut pendapatku adalah sama ketika sebuah persh memberi label HARAM (berdasarkan MUI) pada sebuah produk makanannya jadi pembeli produk tersebut tahu apakah produk yang dibeli itu Haram ato Halal…
            Nah pada kasus rokok ini kan ente juga ga pernah tau ada rokok yang diberi label HARAM cuman dikasih tau bahwa produk ini membahayakan untuk kesehatan.jadi pembeli rokok pun berpikir klo rokok itu membahayakan bagi orang yang sakit bukan orang yang sehat..???

          • Dwi_purbo1307

            Assalamu`alaikum
            Wah amalnaufal kayaknya argumentasi anda ini aneh,saya ingatkan kepada anda dalam Islam yang berhak menghalalkan dan mengharamkan adalah Allah ,tapi Allah sudah memberikan rambu2 tentang hal halal dan haram yaitu (silakan baca Al Qur`an deh saya lupa ayat dan surah berapa klo anda bisa bantu tolong beritahukan ya) yaitu menghalalkan yang baik2 dan mengharamkan yang buruk. Sama dengan rokok para ahli kesehatan sudah memvonis bahwa rokok ada 1000 bahan beracun dan membahayakan orang banyak baik perokok aktif dan pasif sehingga berdasarkan hal itu ulama mengharamkan rokok mengambil kaidah2 umum Islam seperti saya sebutkan sebelumnya,kaidah untuk tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain, dan satu lagi rokok termasuk racun di mana ada hadits shahih tentang pelarangan minghisap racun. Nah untuk kolesterol jelas berbeda dong(nah ini argumentasi yang lemah yang dipakai anda menurut saya) dia berbahaya bagi sudah berpenyakit sedangkan rokok ya kayak formalin lah hukumnya.

        • FAHRUL AL JAWI

          Setahu saya ulama yang menyatakan rokok itu makruh cumah MUBAH(???!!!) setahu saya orang awam aja tahu klo rokok itu minimal makruh,ok bahwa rokok itu ad perbedaan pendapat cuma apa iya kita dukung pendapat mengatakan makruh. INGAT BAHWA ROKOK ITU MEMILIKI 10.000 BAHAN BERBAHAYA APALAGI ADA PEMERINTAH NEGARA KAFIR SAJA SAMPAI MELARANG ROKOK KOK ISLAM MALAH KEBALIKANNYA. OH YA SATU LAGI ISLAM MEMAMG RAHMATIL ALAMIN MAKANYA MENYURUH KITA UNTUK MENJAUHI BAHAYA BAGI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN. coba anda berfikir lebih luas dan jernih

        • FAHRUL

          PERLU INGAT MENGATAKAN MAKRUH ITU HANYA SEBAGIAN DAN SAYA RASA SEMUA ORANG SETUJU KLO ROKOK ITU HARAM DAN BERBAHAYA. SATU LAGI KLO ANDA MEMANG MENGATAKAN ITU MAKRUH ITU HAK ANDA KARENA MUI SAJA SUDAH MENGHARAMKAN ROKOK BAGI ANAK2  DAN WANITA HAMIL DAN D I RUANG TERBUKA ATAU UMUM

        • FAHRUL AL JAWI

          SAYA RASA KLO ANDA MEMANG MENGATAKAN BAHWA ROKOK ITU MAKRUH SEBAIKNYA DITAMPILKAN SAJA DALILNYA TOH BIAR JADI PELAJARAN BUAT KITA SEMUA

          • amalnaufal

            test

    • Dwi_purbo1307

      Kakek saya malah sehat2 aja tanpa merokok malah hidupnya bisa mandiri tuh

    • http://alhilyahblog.wordpress.com Abu Harits

      Alhamdulillah mbah anda diberi umur panjang dan kesehatan oleh Alloh. Saya yakin kalau tidak merokok tentu akan lebih sehat lagi. Hanya saja sedikit fakta tidak bisa mengalahkan jutaan fakta lain korban akibat rokok. Para dokter (dokter kafir maupun muslim) yg bukan ahli agama pun mengakui mudharat rokok. Silakan anda cari di internet, niscaya anda dapatkan banyak sekali tulisan ttg bahaya rokok. Adakah anda temukan institusi/lembaga kesehatan yg beranggapan sebaliknya?
      Kalaupun ada perbedaan pendapat dalam agama, tentu kita mengikuti pendapat yg lebih kuat bukan? Apalagi kalau itu juga merugikan orang lain. Rasanya tanpa dalil agama juga semua orang setuju akan bahaya rokok, apatah lagi ada kaidah2 dasar dalam Islam yang bisa dipakai oleh ulama utk menghukumi segala sesuatu halal atau haram, walaupun tidak disebutkan secara eksplisit dlm alQur’an. Rokok, ganja dan narkoba itu sama2 memudharatkan shg banyak ulama yg menyimpulkan haram hukumnya. Anda sendiri mengakui itu (ga da untungnya bagiku pribadi).  

      • amalnaufal

        Subhanalloh…saya sangat setuju pendapat anda maupun pendapat penulis tentang ke-HARAMAN dalam merokok,karena itulah saya juga memutuskan untuk tidak akan pernah merokok. Tapi saya disini mencoba untuk melihat permasalahan ini dari sudut pandang yang berbeda dengan penulis karena setahu saya rokok itu diharamkan baru-baru ini (baca:awam) dan mungkin dari itulah merokok jadi habit di sekeliling kita.Mungkin juga kita mudah mengatakan merokok itu HARAM karena kita ga merokok dan ga berkecimpung dalam bidang rokok.Coba hal ini kita bicarakan dengan mereka yang notabene “Mencari Hidup”dari rokok itu sendiri..??dan yang paling penting menurut saya pribadi adlah bagaimana kita bisa memberikan solusi (aktual) yang terbaik bagi sodara2 kita yang sudah terlanjur “Mencari Hidup” dari rokok…??terlepas dari nasehat “Allah yang Maha Memberi Rizki kepada siapa saja dari makhluk-Nya” karena saya rasa sangat sulit sekali bagi sodara2 kita yg sudah bertahun-tahun “Bergelut” di dunia rokok untuk langsung melepaskannya begitu saja tanpa adanya solusi ataupun tindakan nyata dari kita maupun pemerintah,dalam hal ini MUI (2009) meng-HARAM kannya tapi pemerintah tetap me-LEGALkan pabrik-pabrik rokok…

        “Sesungguhnya
        kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi
        Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih
        mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56)
        wallahu alam bishawab

        • Abu Hazim

          Dengan sistem pemerintahan banyak partai politik, tanpa didasari pemahaman dan pengamalan Islam yang benar. Beginilah jadinya, 5 tahun yg sangat pendek, dijadikan kesempatan aji mumpung, untuk begaimana caranya bisa duduk ditampuk kekuasaan pada 5 tahun berikutnya dan berikutnya. Apakah itu di Legislatif, Yudikatif dan Eksekutif. Kalau Pabrik Rokok di Larang, yang dipikirakan kan hanya “kehilangan uang” … karena tidak yakin bahwa Yang Mahapemberi Rizki akan mengganti ‘uang’ tersebut. Masalahnya kita mau bersabar dan berusaha atau tidak? Kalau tidak diganti di dunia, apakah mau bersabar mendapat ganti di akhirat? 
          Walaupun sebagian masyarakat yg sudah lama bergelimang dan bergelut dalam dunia “pe-rokok-an”, dan pada saat yg sama, kita tahu bahwa rokok itu jelas mudharat, (bahkan orang kafir pun banyak yg menghidari rokok), kemudian kita pribadi belum bisa memberikan solusi menyeluruh, namun bukan berarti kita tidak menyampaikan fakta dan kenyataan bahwa rokok memang membawa mudharat dan haram (karena tidak mungkin halal, dan juga bukan syubhat).
          Walaupun kita tidak bisa memberikan solusi langsung terhadap bangsa, tapi minimal memberi solusi kepada orang terdekat kita.
          Misalnya antum, akhi amalnaufal, sebagai anak (cucu) yang baik, alangkah indahnya antum kalau bisa meyakinkan kakek antum untuk berhenti merokok, berikanlah solusi nyata kepada orang tersayang antum, dengan cara yang lemah lembut dan kesabaran.
          Insya Allah akan bermanfaat buat antum dan kakek antum.

    • http://www.facebook.com/irfan.ardianto Irfan Ardianto

      logikanya kira2 begini, ‘kalo merokok aja sehat, apalagi kalo tidak merokok, jaauuuuuuuuuuuh lebih sehat, dan yang pasti bisa lebih berhemat uang dan tidak menyakiti orang lain dengan asapnya’.

      • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

        Betul sekali

        Muhammad Abduh Tuasikal
        http://www.rumaysho.com

        Sent from my Iphone
        @ Jogja

        في ٢٣‏/٠٧‏/٢٠١٢، الساعة ٢:٥٣ م، كتب “Disqus” :

  • Abu Ilyas

    Ustadz, Alhamdulillah 100% saya yakin merokok itu haram. Saya ada pertanyaan bagaimana hukumnya menyewakan rumah kepada karyawan pabrik rokok? karena uang yg dipakai bayar sewa rumah tentunya berasal dari pabrik rokok tersebut. Jazakallah

  • Rm_azhariansyah

    “Sesungguhnya manusia memang suka mendebat”

  • http://sasang.tk sasang

    Saya perokok, dan sudah kecanduan serta sangat susah untuk menghentikannya…
    Intinya, benar memang, ROKOK ITU HARAM..!
    Dan saya hanya bisa berdoa, SEMOGA ROKOK DI ILEGALKAN DI NEGERI INI…
    Amin..
    Juga, untuk semuanya..
    Doakan saya agar bisa terlepas dari jeratan rokok…
    Amin..

    • http://www.facebook.com/irfan.ardianto Irfan Ardianto

      aamiin…

      • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

        Aamiin

        Muhammad Abduh Tuasikal
        http://www.rumaysho.com

        Sent from my Iphone
        @ Jogja

        في ٢٣‏/٠٧‏/٢٠١٢، الساعة ٢:٤٦ م، كتب “Disqus” :

    • Muhammad Indra

      Amiinn

  • Mustafaadnani

    Kalau pengharaman itu sebatas fatwa ulama, bukan hukum mutlak dari Alquran, tentu bobot penghraman sangat bereda. Ulama tidak memiliki otoritas ancaman neraka bagi yg merokok atau surga bagiyg tidak merokok. Sebaiknya ulama lebih berfikir bagaimana memberikan solusi terkait kesejahteraan umat. Bukan asal dia makin sejahtrera lantaran sukses memberi label HALAL atau pengharaman rokok. Beradu dalil Alquran atau alhadits, cape deh.

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Justru ulama itu pakai dalil, bukan asal berfatwa, bukan asal katakan haram.

    • Diaz Adriansyah

      Kata-kata “sebatas fatwa ulama” itu kok saya kurang setuju ya? Klu tidak ada ulama, lalu siapa yang berhak mengharamkan narkotika, misalnya? Setahu saya, ada empat sumber hukum dalam Islam (mohon dikoreksi): Al Quran, Hadits, Ijma’ dan Qiyas. Al Quran berasal langsung dari Allah, Hadits berasal dari Rasulullaah, Ijma’ adalah konsensus para ulama, Qiyas adalah pengambilan kesimpulan atas sebuah kasus baru berdasarkan kasus lain yang serupa atau mendekati sama.

      Mengenai kesejahteraan umat, dalam hal kemakmuran, saya rasa bukan tanggung jawab para ulama. Semua orang sudah punya porsi kewajiban masing-masing. Adapun lapangan pekerjaan bukanlah tanggung jawab ulama melainkan umara. Sampaikan yang haq walaupun pahit. Perkara umat mau mentaati fatwa tersebut, itu urusan hidayah dari Allah.
      Sungguh2 suuzzhann, jika Anda berkata “Bukan asal dia makin sejahtrera lantaran sukses memberi label HALAL atau pengharaman rokok.” Dengan kalimat Anda ini, apakah saya boleh menyimpulkan bahwa Anda menudingkan telunjuk Anda kepada para ulama yang mengharamkan rokok bahwa mereka mengambil keuntungan duniawi dari fatwa tersebut? Jika memang benar Anda menuding bahwa para ulama itu tidak amanah dengan ilmu mereka, bertaubatlah saudaraku.

    • towaaww

      baca yg bener brooo….baru komen….

      • Mahdi345onrust

        maaf atas kekurang fahaman saya, bisakah kita megutip ayat sepotong-sepootong dan tidak mengetahui asbabun nuzul ayat tersebut…. Penulis bermaksud baik untuk menguatkan tulisannya, apa daya salah dalam menukil ayat…

        • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

          Ayat boleh diambil sepotong2 asal tdk merusak makna tanpa mesti melihat asbabun nuzulnya. Para ulama katakan yang jadi patokan itu makna yg ditangkap, bukan pada sebab turunnya ayat.

    • Basary87

      gimana caranya agar kita berhenti merokok…..

      • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

        berusaha sekuat mungkin untk meninggalnya dan banyak berdoa

    • Muhammad Indra

      koreksi : Ulama pun kan berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadits, jd haram itu bukan mereka yg memutuskan, mereka berkata krn berdsarkan Al-Quran dan Al-Hadits bahwa rokok itu haram

      • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

        Betul sekali, barakallahu fiikum.

        Muhammad Abduh Tuasikal
        Rumaysho.com via my Iphone

        في ١٢‏/٠٢‏/٢٠١٣، الساعة ٦:٥٤ م، كتب “Disqus” :

  • Panggea

    kalo mie instan ustadz gmn? bukankah mie instan juga membuka jalan terjangkitnya penyakit bagi tubuh?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      mie instan bisa membawa penyakit jika over dosis atau trlalu keseringan, beda dengan rokok yang sekali dihirup sj sudah membawa bahaya.

  • Cak_agoenk

    “Jika rokok diharamkan, lalu bagaimana nasib jutaan rakyat Indonesia yang hidup bergantung dari rokok; para petani tembakau, para pedagang dan para buruh di pabrik rokok, apakah ulama bisa memberi mereka makan?”
    JAWAB:

    BELI ROKOKNYA…, TAPI JANGAN DIROKOK… 
    ARTINYA…,  SEDEKAHKAN SAJA UANG UNTUK BELI ROKOK TERSEBUT KEPADA MANTAN PETANI TEMBAKAU, MANTAN PEDAGANG ROKOK, MANTAN BURUH PABRIK ROKOK…
    JANGAN KE PENGUSAHA ROKOK….!    ):0
    ROKOKNYA DIAMBIL… TAPI JANGAN DIROKOK…, BUAT SAJA SEBAGAI PUPUK KOMPOS…

    GITU AJA KOK REPOT…

    • zain

      cari kerja yg lain, to rejeki tidak harus mengantungkan dari rokok,kl q mau berusaha insylh ada jalan keluar

      • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

        Betul sekali

        Muhammad Abduh Tuasikal
        http://www.rumaysho.com

        Sent from my Iphone
        @ Jogja

        في ٢٥‏/٠٧‏/٢٠١٢، الساعة ٤:١١ ص، كتب “Disqus” :

    • udibagas

      masalahnya yang bakal lebih menikmati uang itu bukan petani tembakau. tapi pengusaha rokok. dengan berbuat demikian justru kita ikut melanggengkan bisnis rokok.

  • Zoe_loet

    sya sngat stuju skali, slain mmbahyakan diri sndiri juga mmbahyakan orang lain, ktika sya krumah skit bnyak yg mndrita paru2 krna akibatnya mrkok dan ada pula krna plusi dr asap rokok
    dan tdak msuk akal ktika kbnykan orang brkta “prokok fasif lbih brbhya dr prokok aktif”, tp toh knpa para dokter tdak ada yg mngnjurkan mrokok mlah yg mrokok jga dsruh brhnti, mngkin kta2 itu hny skdar untuk mmbela diri saja

  • Arfi2609

    Assalamualaikum wr.wb
    Kok tidak bisa di sharing ke FB ya, biasanya bisa. Saya mau beragi info ini ke teman2 di FB.
    Syukron,,wassalam

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam.
      Bisa, lihat di bagian atas artikel.

  • Assyafei4

    hehehe…tenang aja.jangan salahkan kematian pada penyakit.pake rumus ini aja Manfaatkan duniamu untuk akhiratmu.pengen hidup lama didunia ya?hehehehe……..

  • mamank1981

    Dalam buku Halal haram dalam islam, juga sudah di bahas oleh penulis (yusuf Al qardawi, ulama besar timur tengah) yang menyimpulkan ROKOK HARAM
    so kembali ke pribadi masing2 aja, yang masih nekat merokok monggo, tanggung sendiri akibatnya dunia akhirat…. yang penting sudah dingatkan oleh para ulama…
    Ok…

  • diank

    mohon doanya agar suamiku tidak merokok lagi…..  ;(

    • arman sirait

      Amin. Suami ibu perlu doa dan dukungan dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga dan sahabat.

  • Muttaqi89

    PERKATAAN ULAMA’ SYAFI’IYYAH..DINUKIL YG JELAS DOONG..

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Yaa akhi … Sdh diberi rujukan di sini:
      Qalyubi (Ulama mazhab Syafi’I wafat: 1069 H) ia berkata dalam kitab Hasyiyah Qalyubi ala Syarh Al Mahalli, jilid I, hal. 69, “Ganja
      dan segala obat bius yang menghilangkan akal, zatnya suci sekalipun
      haram untuk dikonsumsi. Oleh karena itu para Syaikh kami berpendapat
      bahwa rokok hukumnya juga haram, karena rokok dapat membuka jalan agar
      tubuh terjangkit berbagai penyakit berbahaya”.

      Silakan dicek kalau bisa baca kitab gundul.

  • Ridho_elbatavie

    yaa… kalau sudah ada larangan… yaa mbok yao di ikuti….
    ktanya orang bertakwa… yg menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangannya….
    yaa kan Akhi ??????

  • http://www.facebook.com/wahyu.awaludin1 Wahyu Awaludin

    sudut pandang “patuh sama Allah dong” seringkali tidak bisa digunakan dalam realita. Maksud saya, petani-petani itu perlu dilapangkan kondisi ekonominya -tidak hanya sekadar diminta untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai petani tembakau. Pola pikir ini harus dimiliki para pemimpin kaum muslimin dan para ulamanya juga. Dan para pemuda serta masyarakat perlu bekerja untuk membantu petani tembakau itu untuk keluar dari sistem ekonomi rokok yang menjerat. Ayo ciptakan entrepreneur muslim yang bertakwa untuk mempekerjakan para petani itu!

  • http://www.facebook.com/people/Mas-Sis-Aja-Lah/100000764505185 Mas Sis Aja Lah

    lalu bagaimana dengan pembuat nya atau para pekerja nya

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Gajinya adalah gaji yg haram bg mereka.

  • yudistira

    aku perokok tapi calon istriku ngelarang aku ngeroko tapi aku bila bekerja tanpa ada rokok terasa malas giman kalau dah punya istri nanti siapa donk yang mau cari’in nafkah hahahah

    • Abu Hazim

      Sadarlah bahwa rezeki yang antum dapatkan adalah dari Allah Ta’ala. Jika antum berusaha untuk menggapai keridlaan-Nya, maka rezeki antum akan mengandung barakah. Dan salah satu yang dapat membuat Allah ridla adalah dengan meninggalkan keburukan merokok.
      Jika Allah tidak ridha, maka siapa donk yang mau memberikan barakah dan rezeki hahahah

      nb: Sudah sepatutnya antum bersyukur, mempunyai calon istri yang mau mengingatkan kebaikan, ini salah satu bukti bahwa Allah masih sayang kepada antum. Betapa banyak suami-istri yang tidak saling menasihati, bahkan membiarkan pasangannya bergelimang dalam keburukan?

      Semoga calon istri antum mendapatkan calon suami yang baik.
      dan saya harap antum bisa meninggalkan rokok dan semoga Allah Ta’ala memudahkan usaha antum. Aamiin.

  • sayyat syamlan

    saya stju.Tapi banyak jg para ulama merokok,jd klo ulama n pemimpinnya tdk merokok,insyaallah smua rakyat akan memahami.n insyaallah dunia akan terbebas dr rokok termsuk indonesia (Y)

  • Achmad Hassan

    Alhamdulillah,semoga tulisan ini bisa menyebar di selurih muslim khususnya muslim di Indonesia, sehingga dapat diketahui oleh seluruh kaum muslimin, amiin ya robbal ‘aalamiin

  • abu ammar

    Jerohan kambing atau sapi ( usus.. babat.. dll) HALAL ATAU HARAM ATAU MAKRUH ?? Apa dampaknya bila di konsumsi tiap hari.. jerohan di konsumsi tiap hari,, sehatkah ?

  • Pingback: :: Cenderung CINTA padanya :: | Bahtera Mahabbah

  • Pingback: Bagi yang Berbau Rokok, Janganlah Dekati Masjid Kami | Rumaysho.Com | Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat

  • Pingback: Masih Ragu Merokok itu Haram | Rumaysho.Com | Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat

  • gk penting

    terus yang mendalil sebegitu banyak ini apa juga bersedia membukakan lapangan pekerjaan jika mereka kehilangan pekerjaan mereka…
    ingat tak hanya doa tapi juga usaha,,gk usah sebut dalil tentu kalian lebih paham kan dalilnya…

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Siap, masalah pekerjaan jika mereka mau, banyak di tempat kami. Terus masalah?

      2014-05-30 9:03 GMT+07:00 Disqus :

  • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

    Barakallahu fiikum.

  • Abu Hazim

    “Baygon” tidak disebutkan dalam Al Qur’an dan HAdits, jadi Hukumnya halal/mubah???

    Halal untuk dimakan?
    Halal untuk diminum?
    Halal untuk dihisap?

    … silahkan …

  • bagus pati

    Allah SWT secara tegas melarang tindakan bunuh diri. Larangan itu
    disebutkan, antara lain, dalam surah an-Nisa’ ayat 29 yang artinya,
    “Janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Mahapenyayang
    kepadamu.” Ini seperti tertuang pula di surah an-Nisa’ ayat 30.

    kalo komen jangan emosi pak Ustadz

    kalo minum baygon ya mati orang.
    hayo kok komen saya dihapus?
    Jangan sok keminter knapa?

    hehehe

    Ingat saya berpegang kepada Al Qur’an dan Hadits.
    Ingat Ulama itu banyak berjuta-juta di dunia ini dan pendapat beliau-beliau tentang rokok pun berbeda-beda.

  • Abu Hazim

    Mungkin antum terlewat, bahwa para Ulama (bahkan para dokter) menggunakan ayat yg sama dalam mengharamkan rokok.
    Bahkan rokok itu bukan saja mendzalimi diri sendiri, terbukti secara statistik, membunuh diri sendiri, bahkan membunuh orang lain.
    Kalau rokok tidak haram, coba si perokok, menyuruh anak kesayangannya merokok. Pasti dia tidak mau, karena dia tahu bahaya rokok bagi anak tercintanya.
    Masihkah mau menentang dalil?
    Masihkah mau membohongi diri sendiri?