Risalah Talak (8), Talak dan Kembali Rujuk


Suami kadang terlalu terburu-buru dalam memutuskan cerai. Padahal masih cinta dan ingin kembali atau rujuk. Lalu bagaimana cara untuk rujuk, apakah mesti dengan ucapan atau bisa dengan cuma berhubungan intim dengan istri? Dan perlu diketahui bahwa talak itu ada dua macam yaitu talak roj’iy, talak yang bisa kembali rujuk ketika masa ‘iddah dan talak ba-in, talak yang tidak bisa kembali rujuk kecuali dengan akad yang baru atau setelah menikah dahulu dengan laki-laki lain pada wanita yang ditalak tiga. Kesempatan kali ini kita akan mengulas masalah rujuk dan talak yang bisa kembali rujuk.

Pengertian Talak Roj’iy

Talak roj’iy adalah talak yang membolehkan suami untuk rujuk ketika masih dalam masa ‘iddah tanpa didahului dengan akad nikah yang baru, walau istri tidak ridho kala itu. Talak roj’i ada ketika talak pertama dan talak kedua. Jika ‘iddah telah selesai pada talak pertama dan kedua, maka jadilah talak ba-in (talak yang tidak bisa kembali rujuk). Jika masih talak pertama dan kedua kala itu suami masih ingin kembali pada istri yang dicerai, maka harus dengan akad nikah baru.

Disyari’atkannya Rujuk

Dalil-dalil yang menyatakan bolehnya rujuk:

Allah Ta’ala berfirman,

الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik” (QS. Al Baqarah: 229). Yang dimaksud “imsak dengan cara yang ma’ruf” dalam ayat tersebut adalah rujuk dan kembali menjalin pernikahan serta mempergauli istri dengan cara yang baik.

Begitu juga dalam ayat,

وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ أَنْ يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللَّهُ فِي أَرْحَامِهِنَّ إِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلَاحًا

Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’ (masa ‘iddah). Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu (masa ‘iddah), jika mereka (para suami) menghendaki ishlah” (QS. Al Baqarah: 228).

Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa suami yang mentalak istrinya berhak untuk rujuk kepada istrinya selama masa ‘iddahnya dengan syarat ia benar-benar memaksudkan untuk rujuk dan tidak memberi dhoror (bahaya) kepada istri.[1]

Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa talak dibolehkan untuk rujuk. Sedangkan untuk talak ketiga (talak ba-in) tidak ada rujuk sebagaimana diterangkan dalam ayat lainnya. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا نَكَحْتُمُ الْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ فَمَا لَكُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ تَعْتَدُّونَهَا

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan- perempuan yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka sekali-sekali tidak wajib atas mereka ‘iddah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya” (QS. Al Ahzab: 49). Talak sebelum disetubuhi dianggap talak ba-in dan tidak ada masa ‘iddah bagi laki-laki kala itu. Rujuk hanya berlaku jika masa ‘iddah itu ada.[2]

Dalil hadits yang menunjukkan boleh adanya rujuk sebagaimana terdapat dalam hadits Ibnu ‘Umar ketika ia mentalak istrinya dalam keadaan haidh. Kala itu ‘Umar mengadukan kasus anaknya lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مُرْهُ فَلْيُرَاجِعْهَا

Hendaklah ia meruju’ istrinya kembali[3]

Begitu pula ada ijma’ (kata sepakat) dari para ulama bahwa seorang pria merdeka ketika ia mentalak istrinya kurang dari tiga kali talak dan seorang budak pria kurang dari dua talak, maka mereka boleh rujuk selama masa ‘iddah.[4]

Hikmah di Balik Disyari’atkannya Rujuk

Rujuk sangat dibutuhkan karena barangkali suami menyesal telah mentalak istrinya. Inilah yang diisyaratkan dalam firman Allah Ta’ala,

لَا تَدْرِي لَعَلَّ اللَّهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذَلِكَ أَمْرًا

Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru” (QS. Ath Tholaq: 1). Yang dimaksud dalam ayat ini adalah rujuk. Sebagaimana pendapat Fathimah binti Qois, begitu pula pendapat Asy Sya’bi, ‘Atho’, Qotadah, Adh Dhohak, Maqotil bin Hayan, dan Ats Tsauri.[5]

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Istri yang dicerai tetap diperintahkan untuk tinggal di rumah suami selama masa ‘iddahnya. Karena bisa jadi suami itu menyesali talak pada istrinya. Lalu Allah membuat hatinya untuk kembali rujuk. Jadilah hal itu mudah”.[6]

Ketika Istri Sudah Ditalak Tiga Kali

Ketika istri sudah ditalak tiga kali, maka haram bagi suaminya untuk rujuk kembali sampai mantan istrinya menikah dengan pria lain dengan nikah yang sah. Allah Ta’ala berfirman,

فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلَا تَحِلُّ لَهُ مِنْ بَعْدُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ

Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia nikah dengan suami yang lain” (QS. Al Baqarah: 230).

Pernikahan yang kedua disyaratkan agar suami kedua menyetubuhi istrinya sehingga dikatakan sah. Sebagaimana dalam hadits ‘Aisyah disebutkan,

أَنَّ امْرَأَةَ رِفَاعَةَ الْقُرَظِىِّ جَاءَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ رِفَاعَةَ طَلَّقَنِى فَبَتَّ طَلاَقِى ، وَإِنِّى نَكَحْتُ بَعْدَهُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ الزَّبِيرِ الْقُرَظِىَّ ، وَإِنَّمَا مَعَهُ مِثْلُ الْهُدْبَةِ . قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « لَعَلَّكِ تُرِيدِينَ أَنْ تَرْجِعِى إِلَى رِفَاعَةَ ، لاَ ، حَتَّى يَذُوقَ عُسَيْلَتَكِ وَتَذُوقِى عُسَيْلَتَهُ »

Suatu ketika istri Rifaa’ah Al Qurozhiy menemui Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Ia berkata,  “Aku adalah istri Rifaa’ah, kemudian ia menceraikanku dengan talak tiga. Setelah itu aku menikah dengan ‘Abdurrahman bin Az-Zubair Al Qurozhiy. Akan tetapi sesuatu yang ada padanya seperti hudbatuts-tsaub (ujung kain)[7]”.  Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam tersenyum mendengarnya, lantas beliau bersabda : “Apakah kamu ingin kembali kepada Rifaa’ah? Tidak bisa, sebelum kamu merasakan madunya dan ia pun merasakan madumu.[8]

Hukum Seputar Rujuk dan Talak Roj’iy

1. Rujuk ada pada talak roj’iy (setelah talak pertama dan talak kedua), baik talak ini keluar dari ucapan suami atau keputusan qodhi (hakim).

2. Rujuk itu ada jika suami telah menyetubuhi istrinya. Jika talak itu diucap sebelum menyetubuhi istri, maka tidak boleh rujuk berdasarkan kesepakatan para ulama. Alasannya adalah firman Allah Ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا نَكَحْتُمُ الْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ فَمَا لَكُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ تَعْتَدُّونَهَا فَمَتِّعُوهُنَّ وَسَرِّحُوهُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan- perempuan yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka sekali-sekali tidak wajib atas mereka ‘iddah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya. Maka berilah mereka mut’ah[9] dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik- baiknya” (QS. Al Ahzab: 49).

3. Rujuk dilakukan selama masih dalam masa ‘iddah. Jika ‘iddah sudah habis, maka tidak ada istilah rujuk –berdasarkan kesepakatan ulama- kecuali dengan akad baru. Karena Allah Ta’ala berfirman,

وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ

Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’ (masa ‘iddah)” (QS. Al Baqarah: 228).

Kemudian Allah Ta’ala berfirman,

وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلَاحًا

Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu (masa ‘iddah), jika mereka (para suami) menghendaki ishlah” (QS. Al Baqarah: 228).

Yang namanya rujuk adalah ingin meneruskan kepemilikan (istri). Kepemilikan di sini putus setelah berlalunya masa ‘iddah dan ketika itu tidak ada lagi keberlangsungan pernikahan.

4. Perpisahan yang terjadi sebelum rujuk bukanlah karena nikah yang batal karena faskh. Seperti nikah tersebut batal karena suami murtad.

5. Perpisahan yang terjadi bukan karena hasil dari membayar kompensasi seperti dalam khulu’ (istri menuntut cerai di pengadilan dan diharuskan membayar kompensasi).

6. Rujuk tidak bisa dibatasi dengan waktu tertentu sesuai kesepakatan suami-istri, semisal rujuk nantinya setelah 8 tahun. Sebagaimana nikah tidak bisa dengan syarat waktu sampai sekian bulan, begitu pula rujuk.

Tidak Disyaratkan Ridho Istri Ketika Suami akan Rujuk

Perlu dipahami bahwa rujuk menjadi hak suami selama masih dalam masa ‘iddah, baik istri itu ridho maupun tidak. Karena Allah Ta’ala berfirman,

وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلَاحًا

Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu (masa ‘iddah), jika mereka (para suami) menghendaki ishlah” (QS. Al Baqarah: 228).

Dan hak rujuk pada suami ini tidak bisa ia gugurkan sendiri. Semisal suami berkata, “Saya mentalakmu, namun saya tidak akan pernah rujuk kembali”. Atau ia berkata, “Saya menggugurkan hakku untuk rujuk”. Seperti ini tidak teranggap karena penggugurannya berarti telah merubah syari’at Allah. Padahal tidak boleh seorang pun mengubah syari’at Allah. Padahal Allah Ta’ala telah menyebutkan,

الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik” (QS. Al Baqarah: 229).

Dalam rujuk tidak disyaratkan ridho istri. Karena dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman,

فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ

Maka rujukilah mereka dengan baik” (QS. Ath Tholaq: 2). Dalam ayat ini hak rujuk dijadikan milik suami. Dan Allah menjadikan rujuk tersebut sebagai perintah untuk suami dan tidak menjadikan pilihan bagi istri.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Wajib rujuk jika suami mentalak istrinya ketika haidh sebagaimana dijelaskan dalam hadits Ibnu ‘Umar yang telah lewat dan akan dijelaskan detail pada masalah talak bid’iy.

2. Rujuk tidak disyaratkan ada wali dan tidak disyaratkan mahar. Rujuk itu masih menahan istri sehingga masih dalam kondisi ikatan suami-istri.

3. Menurut mayoritas ulama, memberi tahu istri bahwa suami telah kembali rujuk hanyalah mustahab (sunnah). Seandainya tidak ada pernyataan sekali pun, rujuk tersebut tetap sah. Namun pendapat yang hati-hati dalam hal ini adalah tetap memberitahu istri bahwa suami akan rujuk. Karena inilah realisasi dari firman Allah,

فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ

Maka rujukilah mereka dengan baik” (QS. Ath Tholaq: 2). Yang dikatakan rujuk dengan cara yang ma’ruf adalah memberitahukan si istri. Tujuan dari pemberitahuan pada istri adalah jika si istri telah lewat ‘iddah, ia bisa saja menikah dengan pria lain karena tidak mengetahui telah dirujuk oleh suami.

4. Ketika telah ditalak roj’iy, istri tetap berdandan dan berhias diri di hadapan suami sebagaimana kewajiban seorang istri. Karena ketika ditalak roj’iy, masih berada dalam masa ‘iddah, istri masih tetap istri suami. Allah Ta’ala berfirman,

وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلَاحًا

Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu (masa ‘iddah), jika mereka (para suami) menghendaki ishlah” (QS. Al Baqarah: 228). Dandan dan berhias diri seperti ini tentu akan membuat suami untuk berpikiran untuk rujuk pada istri.

Cara Rujuk

1. Rujuk dengan ucapan

Tidak ada beda pendapat di antara para ulama bahwa rujuk itu sah dengan ucapan. Seperti suami mengatakan, “Saya rujuk padamu” atau yang semakna dengan itu. Atau suami mengucapkan ketika tidak di hadapan istri dan ia berkata, “Saya rujuk pada istriku”.

Lafazh rujuk ada dua macam: (1) shorih (tegas), (2) kinayah (kalimat samaran).

Jika lafazh rujuk itu shorih (tegas) seperti kedua contoh di atas, maka dianggap telah rujuk walau tidak  dengan niat. Namun jika lafazh kinayah (samaran) yang digunakan ketika rujuk seperti, “Kita sekarang seperti dulu lagi”, maka tergantung niatan. Jika diniatkan rujuk, maka teranggap rujuk.

2. Rujuk dengan perbuatan

Para ulama berselisih pendapat dalam masalah ini. Ada yang mengatakan bahwa dengan melakukan jima’ (hubungan intim) dan melakukan muqoddimahnya (pengantarnya) seperti mencium dengan syahwat baik diniatkan rujuk atau tidak, maka rujuknya teranggap. Ada juga ulama yang mensyaratkan harus disertai niat dalam jima’ dan muqoddimah tadi. Ada yang berpendapat pula bahwa rujuk adalah dengan jimak saja baik disertai niat atau tidak. Dalam pendapat yang lain, rujuk itu hanya teranggap dengan ucapan, tidak dengan jima’ dan selainnya.

Pendapat yang pertengahan dalam masalah ini adalah rujuk itu teranggap cukup dengan jima’ namun dengan disertai niat. Inilah pendapat Imam Malik, salah satu pendapat Imam Ahmad dan pilihan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Alasannya karena setiap amalan tergantung pada niatnya.

Apakah Rujuk Butuh Saksi?

Allah Ta’ala berfirman,

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ

Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu” (QS. Ath Tholaq: 2).

Yang rojih –pendapat terkuat- dalam hal ini adalah rujuk tetap butuh saksi bahkan diwajibkan berdasarkan makna tekstual dari ayat. Inilah yang menjadi pendapat Imam Syafi’i yang lama, salah satu pendapat dari Imam Ahmad, pendapat Ibnu Hazm dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.[10]

Talak Roj’iy Mengurangi Jatah Talak

Sudah kita ketahui bahwa batasan talak adalah tiga kali. Jika seseorang telah mentalak istri sekali, maka masih tersisa kesempatan dua kali talak. Jika suami itu rujuk, maka tidak menghapus talak yang terdahulu. Allah Ta’ala berfirman,

الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik.” (QS. Al Baqarah: 229)[11]

Pembahasan ini masih berlanjut pada pembahasan talak ba-in. Semoga Allah memudahkan bagi kami untuk menyusunnya.

Wallahu waliyyut taufiq.

 

@ Ummul Hamam, Riyadh, KSA, 16 Jumadats Tsaniyah 1433 H

www.rumaysho.com




[1] Shahih Fiqh Sunnah, Abu Malik Kamal bin Sayid Salim, terbitan Al Maktabah At Taufiqiyah, 3: 262.

[2] Shahih Fiqh Sunnah, 3: 262.

[3] HR. Bukhari no. 5251 dan Muslim no. 1471.

[4] Shahih Fiqh Sunnah, 3: 262.

[5] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, terbitan Muassasah Qurthubah, 14: 28.

[6] Idem.

[7] Hudbatuts-tsaub maknanya adalah kemaluan suami lembek/lunak seperti ujung kain, sehingga tidak bisa memuaskan [An-Nihaayah].

[8] HR. Bukhari no. 5260 dan Muslim no. 1433.

[9] Yang dimaksud mut’ah adalah pemberian untuk menyenangkan hati isteri yang diceraikan sebelum dicampuri.

[10] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 3: 271-272.

[11] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 3: 273-274.



Pernah mengenyam pendidikan S1 di Teknik Kimia UGM Yogyakarta dan S2 Polymer Engineering di King Saud University Riyadh. Pernah menimba ilmu diin dari Syaikh Sholeh Al Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy Syatsri, dan Syaikh Sholeh Al 'Ushoimi. Aktivitas beliau sebagai Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul, Pengasuh Rumaysho.Com, serta Pimpinan Redaksi Muslim.Or.Id.


  • HA

    Kalau seandainya kita lupa sdh mngcpkn brp x kt2 pisah gmn hukumnya ustad?apakh sdh lbh dr 3x atau blm,tp seingt sy br 2x?mohon jawabany..

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Kalau yakin masih dua kali berarti msh ada satu kali kesempatan, ambillah yg yakin
      Muhammad Abduh Tuasikal
      Riyadh, Kingdom of Saudi Arabia

      By my IPhone

      في ٠٨‏/٠٥‏/٢٠١٢، الساعة ٦:٢٣ ص، كتب “Disqus” :

      • Guest

        pak ustad pertanyaan saya di atas belum di jawab,,,tapi pertanyaan pak HA sebenarnya kesimpulan dari pertanyaan saya pak,,saya lupa lupa berpa kali ucap kata cerai,,tapi yg benar2 saya ingat bertengkar ada bilang kata cerainya 2x, itu juga yg di ingat istri saya, apa saya juga bisa mengikut jawaban pak ustad di atas, terima kasih wassalam

  • Debbydeviyanti

    jika suami pernah mentalak istri 1x kmudian mereka nikah ulang lagi. dan beberapa thun kmudian mentalak istri lagi.itu hukumnya bagaimana? mohon jawabannya

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      berarti masih tersisa sekali talak. karena kesempatan talak hanya tiga kali.

  • Dian

    saya pernah baca buku kisah nyata yang ditulis oleh seorang ustadz (kalau tidak salah judulnya ‘sandiwara langit’), dan diceritakan bahwa tokohnya bercerai dan kemudian menikah lagi tanpa sebelumnya menikah dulu dengan orang lain. yang saya tanyakan, kalau hal seperti itu tidak benar kenapa tidak ada komentar mengenai hal tersebut, jadi sepertinya buku tersebut membenarkan hal yang salah.

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Kalau talaknya msh talak 1 dan 2 mk boleh menikah lg tnpa diselingi nikah dg yg lain. Namun jk talaknya adl talak 3 mk bs nikah mebikah lg jk diselingi dg nikah yg lain
      Muhammad Abduh Tuasikal
      Riyadh, Kingdom of Saudi Arabia

      By my IPhone

      في ١١‏/٠٥‏/٢٠١٢، الساعة ٨:٥٣ ص، كتب “Disqus” :

  • ahmadSjahroni

    Subhallah, Allah sangat baik kepada kita, apabila tidak sejalan, sepaham lagi dalam berkeluarga, boleh cerai, yang menjadi persoalan bagi kita yang mengaku beriman mengapa hal yang sangat dibenci Allah bisa terjadi perceraian, padahal setiap akad nikah berjanji keduanya saling menjaga kestabilan rumah tangga, bahkan minta dido`ahkan menjadi keluarga sakinah ditambah mawaddah warahmah, indah dan sejuk kedengarannya, apakah tidak diingat lagi janjinya dan minta didoain orang lain lagi, memang manusia mudah sekali berkianat dan menghianati Allah dan dirinya sendiri, sumber perceraian hanyalah satu diantara salatunya tidak beriman, atau kedua-duanya, bisa kita liat cirinya, bila ada yg beriman salah satunya pasti perceraiannya baik, kalau tidak dua-duanya karena nafsu saja, dan bergejolak dan biasanya baru menyesal setelah bercerai beberapa hari atau bulan, Allah Maha tahu apa yang ada dibenak orang-orang yang bercerai, maka Allah mengajarkan tiga kali cerai dan tiga kali ruju`, masih diberikan kesempatan oleh Allah karena sifat Rahman rahimnya Allah, wah kalau kita ngomongnya sumpah serapah  dan fitnah hilang kasih sayang kita sesamanya, karena iman kita digantikan oleh nafsu sudah lari dibawa Topan tornado, seharusnya tidak ada cerai kalau Imannya dipertahankan, gimana mau mau menjadi kholifah mendidik anak-anak bisa beriman yang ada terbalik menjadi anak-anak broken home, ane sih cuma ngedo`ain jangan ada cerai, mengapa ? karena orang yang mempermainkan cerai tidak akan masuk syurga kelak, yang ada hanya neraka telah disiapkan sesuai dengan keinginannya, bercerai adalah membuat lubang neraka.biar Allah sdh memberikan jalan tiga kali cerai dan ruju`, kita haram mempermainkannya hukum Allah bisa-bisa ahli Bid`ah.trima ksih semoga pada sakinah karena mampu memupuk kasih sayang sesamanya, begitukan maunya Allah swt.

  • KiKI

    assalamu’alaikum ustadz, saya benar2 bingung ustad, suami saya seingat saya pernah 3 x berkata cerai pada saya dan waktunya berbeda-beda, itu dia lakukan ketika marah. kemudian singkatnya sya bertanya pd penghulu yg dulu menikahkan sya, sya bertanya apa hukumnya cerai itu sah? kemudian penghulu itu berkata klo saya dan suami hanya perlu ‘membangun’ lg pernikahan, tanpa ijab lagi. penghulu menganggap kata cerai suami tidak sah kalo belom sampai ke pengadilan. saat ini koq sya merasa bimbang ya ustadz, apalagi malah sya yg akhir2 ini minta cerai. tapi suami bersikeras tdk mau cerai. saya ga ingin nantinya berdosa ya ustadz sya bingung mana yg benar, trm ksh.
    wassalamu’alaikum.

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      wa’alaikumus salam.
      Kalau sudah sampai terucap tiga kali, maka menurut syariat itu sdh talak tiga walau belum diselesaikan di pengadilan.
      Namun alangkah bagusnya maslah ini diselesaikan di KUA, karena sdh semakin rumit. Sempga Allah beri kemudahan demi kemudahan

  • Rahmat

    Bismillah, assalamualaikum pak ustadz, sy maw tanya kl sy berkata cerai dlm sms dan chating apakah sdh jatuh talak?kl dlm sms sy sdg marah dan ketika chating berkata demikian hy mberi peringatan sj.Dan yg akhirnya yg skrg mbuat sy mnysal ketika sy sdg marah krn sy temperamen (kondisi sdg dlm prjlnan plg dr ktr brsm istri dmotor) keceplosan berkata ‘kalo perlu kt cerai,cerai,’ smp 2x terucap tapi perlu diketahui RT sy tdk ada phk ketiga ataupun mslh serius lainnya (prnikahan kmi br brjln hmpr 3bln).Hy sft kecemburuan sy sj,mhn pnjelasan dan pencerahannya,terima kasih
    wassalamualaikum

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      wa’alaikumus salam. kalau kata2nya keluar dg tegas tanpa ada paksaan, maka itu sdh jatuh talak.

  • Yanti

    maaf ustad, butuh masukan dan penjelasan niy…karna ada pihak ke3 daripihak suami, dan kami sering bertengkar karna masalah itu, suami saya pernah mengatakan kita sepakat pisah dihadapan ortu dan klg saya…dan telah berjalan 1,5 bln setelah ucapannya itu, tapi komunikasi kami belum bisa baik karna suami saya merasa sakit hati karna ortu saya sempat bersumpah dan tidak terima dia meninggalkan saya karna pihak ke3 dan saya belum bisa yakin dengan suami walopun dia siap bersumpah untuk tidak dengan pihak ke3 itu lagi, namun kami masih satu rumah…dan pernah suatu hari setelah kata2 itu kami melakukan jima’, tapi tidak ada obrolan lagi setelah itu…apakah itu bisa berarti suami saya telah mengajukan rujuk?? dan bagaimana sebaiknya untuk saya bisa mengetahui niat suami saya yang sebenernya?? walopun saya masih tetep belum bisa percaya ma suami…

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Dg jimak itu sdh dinilai rujuk

      Muhammad Abduh Tuasikal
      Riyadh, Kingdom of Saudi Arabia

      By my IPhone

      في ٢٧‏/٠٦‏/٢٠١٢، الساعة ٩:١٣ ص، كتب “Disqus” :

      • yanti

        maaf ustad, apakah itu tetep berlaku walopun si suami ga berniat untuk itu, dan dia nilai dia khilaf, dalam artian sebenarnya suami belum berniat rujuk kepada istrinya dan menyampaikan hal itu ke istri..
        terimakasih ustad..
        assalamualaikum…

        • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

          Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

          Para ulama berselisih pendapat dalam masalah ini. Ada yang mengatakan bahwa dengan melakukan jima’ (hubungan intim) dan melakukan muqoddimahnya (pengantarnya) seperti mencium dengan syahwat baik diniatkan rujuk atau tidak, maka rujuknya teranggap. Ada juga ulama yang mensyaratkan harus disertai niat dalam jima’ dan muqoddimah tadi. Ada yang berpendapat pula bahwa rujuk adalah dengan jimak saja baik disertai niat atau tidak. Dalam pendapat yang lain, rujuk itu hanya teranggap dengan ucapan, tidak dengan jima’ dan selainnya.

          Pendapat yang pertengahan dalam masalah ini adalah rujuk itu teranggap cukup dengan jima’ namun dengan disertai niat. Inilah pendapat Imam Malik, salah satu pendapat Imam Ahmad dan pilihan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Alasannya karena setiap amalan tergantung pada niatnya.

          Baca selengkapnya di sini:
          http://rumaysho.com/belajar-islam/keluarga/3789-risalah-talak-8-talak-dan-kembali-rujuk.html

  • dewi

    aslm ustad.. saya mau tanya, kalau suami mengucapkan kata pisah bukan kata cerai itu sudah jatuh talak blm? itupun dia ucapkan krn sya yg membuatnya marah n maksa dia buat mau pisah,, tolg jawabannya.. mksh..

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Kalau niatan dr kata pisah untk cerai mk jatuh cerai. Jd tergantung niat krn lafazhnya kurang tegas.
      Muhammad Abduh Tuasikal
      http://www.rumaysho.com

      Sent from my Iphone

      في ٠٩‏/٠٧‏/٢٠١٢، الساعة ٦:٠٦ م، كتب “Disqus” :

  • siti

    aslm ustad kalo muhalil itu wajib apa engga untuk menggauli istri yang di nikahi tapi untuk di cerai kembali

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wajib digauli atau dicampuri, lalu cerai dg cara yg wajar, lalu baru bisa halal bagi suami yg dulu.

  • siti

    selain itu ada cara lain ga ??? ingin kembali lagi dengan suami yang sudah menalak 3

  • rina

    asslm.. ustadz bagaimana hukumnya jika suami masih sering komunikasi dengan mantan istrinya ? sedang sya istrinya yg skrg sedang hamil dan tdk terima jika dia tlp/sms dg mantannya..

  • rose

    Bismillah, assalamualaikum pak ustadz, suami dan saya blm lama ini bertengkar, saya paksa suami minta cerei, dan suami pun mengucap “ya baik saya cereikan kami” berulangkan sampe 2x, beberapa hari kemudian kami menyesal dan bermaksud rujuk kembali, suami blm berani mengauli saya karna msh blm mengerti rujuk kami bagaimana, dulu jg pernah suami pernah saya paksa ucap cerei, tp kata suami dia gak sungguh2 krn itu jg saya paksa, bagaimana hukum pernikahan kami pak ustadz, terus terang setelah saya baca ulasan di atas, saya menyesal sdh mempermainkan talak, saya bener2 tobat karna memang baru tau setelah membacanya, tolong kami pak ustadz apa yang harus kami lakukan

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Jangan diulangi lagi. Talak sdh jatuh bbrp kali.
      Dasari segalanya dg ilmu.

      Powered by Telkomsel BlackBerry®

  • Nor

    salam ustaz, sy nak tay boleh kah isteri meminta faskh atas alasan si suami selama ini bermain judi n selalu tipu isteri ,tidak memberi nafkah n x memberi duit perbelanjaan anak- anak dua orang dan tidak menjalankan tanggungjawab sebagai suami.Semua perbelanjaan rumah dan harian isteri yang tanggung selama 3 tahun 10bulan?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Kondisi spt itu boleh.

      2012/9/3 Disqus

  • ibu herlinadanial

    assalamu alaikum ustaz….saya seorang isttri saya d talak suami langsung dengan talak 3 dan kami punya surat pernyataan cerai bahwa suami saya sudah menjatuhkan talak 3 apakah itu sudah sah p’ usataz mohon penjelasany trimaksih sebelumy p’ustaz

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      wa’alaikumussalam. kalau dr pengadilan, maka sudah sah.

  • hendroy

    Assalamuallaikum ustad, saya telah digugat cerai istri dan dikabulkan Pengadilan Agama,seiring berjalannya waktu kami menyadari kekhilafan kami. kami bermaksud rujuk..apakah istri harus menikah dengan orang lain dulu? trima kasih Wassalam

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumussalam. tdk perlu ia menikah dg yg lain. jk masih masa ‘iddah maka cukup suami rujuk dg perkataan atau perbuatan. jika telah lewat masa ‘iddah, mesti ada akad baru dan mahar baru.

  • Lia

    Assalamu’alaikum Wr Wb
    Pak Ustadz sy mau tanya, Sy cerai dengan suami sdh 2x lewat Pengadilan agama. Pada waktu cerai yg pertama, kami rujuk kembali masih dalam masa iddah. 2th kemudian kami cerai lagi. Suami mengirim surat ke Pengadilan bahwa dia menjatuhkan talak3 sekaligus. Selama sidang suami tidak pernah hadir. Selama sidang, majelis hakim tidak pernah memberitahu sy kalau isi surat dari suami sy itu isinya talak 3. Di akte cerai sy di tulis talak 2.
    Secara tidak sengaja sy menemukan file surat yg dikirim oleh suami sy ke pengadilan isinya talak 3. Sy kaget dan mendatangi pengadilan agama tentang keabsahan talak 3 yg dikirim oleh suami sy. Kenapa pihak Pengadilan agama tidak pernah memberitahu sy tentang isi surat itu. Kenapa Pengadilan agama memutuskan talak 2 bukan talak 3.
    Jawaban dari pengadilan agama adalah seseorang tidak boleh menjatuhkan talak 3 langsung dalam 1 majelis. tidak sah talak 3 yg dijatuhkan suami lewat surat, karena dia tidak pernah datang selama sidang berlangsung. Surat talak 3 itu akan sah jika suami membacakan sendiri talaknya, atau dia mengutus pengacara atau dia mengutus saudara kandungnya baru sah.
    Menurut utadz bagaimana hukumnya ? masih bolehkah kami rujuk lagi ?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumussalam. Masih boleh rujuk lagi jika sdh lewat masa ‘iddah namun dengan akad baru dan mahar baru.

      2012/9/23 Disqus

  • asep komara

    Assalam….. Pa Ustadz
    Saya ingin bertanya, saya sudah menikah 6 tahun dan dikaruniai 2
    orang anak, dalam menjalani pernikahan itu kami tidak ada saling percaya
    satu sama lain, pd suatu seketika kami ribut besar dan saya mengucapkan
    cerai kepada istri saya yg pertama dan kami kembali rujuk hubungan kami
    kembali normal dan 1 tahun kemudian kami bertengkar lagi, pada saat itu
    saya kembali mengucapkan cerai kepada istri saya yg kedua pada tanggal
    22 pebruari 2012 dibarengi dengan pengusiran istri saya dari rumah kami,
    baru 1 bulan lebih kami menerima telepon dan sms istri saya minta
    diselesaikan di pengadilan dan sy belom menyanggupinya karna
    keterbatasan biaya dan sy membuat kesepakatan kepada istri saya untuk
    sementara kita buat surat perjanjian cerai di kertas hitam putih di atas
    materai dan istri saya mensetujuinya akhirnya kami sepakat pada tanggal
    17 april 2012 saya berdua menandatanginya surat perjanjian itu dgn ada
    saksi yang isinya Saya menyatakan talak 3 kepada istri saya.
    yang jadi pertanyaan saya adalah :
    1. apakah ke absahan surat perjanjian itu mutlak talak 3 yg sudah di
    tandatangani kami berdua dan 2 saksi karna saya buat pd tgl 17 april
    2012 disaat masa iddah talak 2 yg saya ucarapkan secara jelas kepda
    istri saya pd tgl 22 pebruari itu.
    2. apakah surat perjanjian itu terbilang talak 3 sekaligus, atau bertahap karna menghabiskan talak 2
    3. apakah masih di bilang talak 2 dan tidak sah surat pernyataan perjanjian surat tersebut
    4. apakah menurut Pa Ustadz saya bisa rujuk atau kah saya bisa nikahi
    kembali istri saya tanpa harus ada yg nikah dulu kepada istri saya dan
    dari pertanyaan 1 dan 2 diatas apakah saya mutlak tidak bisa kembali lg
    selama-lamanya, karna kami ada niat untuk kembali lg tp asalkan sudah
    jelas perkara saya ini, seandainya saya paksakan takut haram dan tidak
    halal istri saya buat saya.
    mohon pencerahan dan jawabannya Pa ustadz
    wassalam…. dan terima kasih

  • Guest

    Assalamu’alaikum Wr Wb

    Pak ustad saya mau tanya status saya dengan istri,,di taun

    #2007 saya bertengkar terucap kata cerai, lafadz gak ingat, tp saya mencoba mencari sumber sendiri, saya baca marah tidak jatuh talak maka saya merasa yakin tidak jatuh talak, kebetulan saya memang tidak paham maslah talak saat itu, hikmah yang sya dpt tidak boleh ucap kata cerai/talak(Catatan saya tidak melakukan rujuk karena merasa tidak jatuh talak)

    #2010/2011 saya sering tanpa sadar mengucap lafazd kinayah seperti pulang saja ke rmh ortu km, atau cari aja suami yang lbh baik,,saya tidak tau kalau itu merupakan lafadz talak kinayah, saya ucapkan karena mengira itu cuma ucapan biasa saja tampa ada niat talak/cerai. yang saya tau gak boleh bilang katai cerai/a talak.

    #2012 saya bertengkar dengan istri via sms saya bilang kalau tidak ingat anak saya cerai kamu, demi allah klw nuduh macam2 lg saya cerai km, saya jg ancam klw tidak ingat anak hari itu saya pulang minta cerai,,kebetulan saya di luar kota,,tapi saya tidak pulang karena saya memang cuma mengancam saja pak ustad dan dalam kondisi istri suci tapi pernah saya gauli sebelumnya,, yg saya mau tanya gimana status perkawinan saya pak ustad, sudah banyak ustad yang saya tanya semua bilang masih sah,,saat ini saya terserang penyakit syuhbat gara2 hal ini,,catatan saya akad nikah ulang gara2 hal ini dan telah membayar kafara gara2 sumpah. dan saya masih tetap menjalani sebagai suami tidak berani mengangap istri saya haram bagi saya sampai saya benar2 mendapat jawaban yang pasti karena saya yakin mengucap kata cerai yg pasti baru 2x yaitu taun 2007 dan 2012 yang ditaun 2010/11 saya cuma ingat2 saja dan yakin semua itu ucapan tampa niat,dan karena merujuk hadis nabi yg berbunyi janganlah kou batalkan solatmu kalau kou belum mencium dan merasakanya,,ketika sahabat bertanya ketika solat merasa ada yang keluar/buang angin..apakah tindakan saya ini salah pak ustad mohon tanggapanya pak ustad sudah 5 bulan ini saya tidak bisa tenang apa yang saya lakukan sudah benar apa salah tetap mempertahankan perkawinan kami,,sedikit info mungkin berguna sejak kejadian itu kami jadi rajin beribadah dan allhamdulillah rezki kami bertambah lbh baik? apa ini pertanda hidayah allah atau apa pak ustad,saat ini saya cuma menjalani saja berharap mendapat petunjuk..terima kasih wassalam.

  • Suta

    Asalamualaikum Wr. Wb,…..
    Saya sudah menjatuhkan talak 1 pada istri saya. tetapi saya sudah 3 kali minta rujuk pada istri saya, Istri saya tidak menjawab/tidak dapat mengambil keputusan, tetapi Ibu istri saya yang menolaknya.
    Tetapi melalui via SMS istri saya ingin rujuk tetapi ingin mendapat restu lagi dari ibunya, jadi saya disuruh bersabar sampai ibu istri saya mau menerima saya kembali.

    Apakah itu belum dikatakan rujuk yang sah ?

    Apa yang saya harus lakukan Ustad ?

    Apakah hak saya sebagai suami telah hilang ?
    Mohon jawaban dr Ustdz, krn saya sudah bingung harus berbuat apa. saya tidak ingin lebih lama lagi jauh dari anak-istri saya karena mereka sekarang tinggal bersama mertua saya.

  • http://www.facebook.com/ayah.elka Ayah Elka

    assalamualaikum Wr. Wb……

    ustad, ada sesuatu yang ingin saya tanyakan…..saya sudah 2.5 THUN Ini pisah ranjang, karena pada tahun 2010 lalu istri meminta saya untuk menceraikan dia tapi hal itu tidak saya kabulkan. awal cerita saya hanya ingin menyampaikan kepadanya bahwasanya saya tidak memberikan nafkah kepadanya selama 3 bulan tapi hal itu bukan faktor kesengajaan, dikarenakan saya tidak dapat komisi di tempat saya bekerja lalu saya ingin menyampaikan hal ini kepada istri saya tapi istri saya selalu menjawab tidak ada waktu untuk membahasnya dan saya pun kehabisan akal untuk bisa mengambil cara agar bisa berbicara dengan istri saya dengan cara membawa anak saya ke rumah tanpa seizin istri saya. disitulah istri saya meminta cerai kepada saya, dan selama itu pula saya meminta maaf kepadanya tetapi dia blum memaafkan saya, dan selama 2 tahun itu saya tidak memberikan nafkah sesuai kebutuhan hanya sekedarnya saja, apakah ini termasuk dengan talak jika saya tidak memeberikan nafkah kepada istri saya?!lalu apakah status hubungan kami ini masih suami istri?!dan pada bulan November 2012 kemarein, saya melakukan jima’ dengan istri saya, apakah ini termasuk zina denan istri saya?! karena saya merasa tidak menalak istri saya?! lalu apakah saya harus nikah ulang jika saya termasuk sudah dalam talak?!dan saya mengucapkan “Saya rujuk kamu” biar saya tidak ragu, apakah itu sah?!
    mohon penjelasannya ustad, saya sangat butuh pencerahan itu,,,,,jika ustad tidak sempat tolong sms ke hape saya di 021 4071 3303……saya tunggu ya ustad….

    wabillahitaufiq wal hidayah
    wassalamualaikum Wr. Wb…..

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      wa’alaikumussalam. selama tdk ada kata2 talak, maka tdk dianggap talak.
      2012/12/6 Disqus

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Waalaikumussalam, rujuknya stlh berapa lama dr kata talak keluar?

      Muhammad Abduh Tuasikal
      Rumaysho.com via my Iphone

      في ٠٦‏/١٢‏/٢٠١٢، الساعة ١٢:٤٠ م، كتب “Disqus” :

  • Nur Hidayati

    assalamu’alaikum ustad,,

    saya pernah di talak 1 oleh suami saya dg kiasa “aku tidak akn menafkaimu lg” kemudian kita rujuk, setelah beberapa blan kemudian dia menalak saya lg, pertama dengan kiasan yang sama, kemudian dia berkata dia akan membunuh saya (berulang2 di hari yang sama), dan kemudian dia berkata cerai.
    jujur saya takut terhadap suami, saya trauma dengan perkataan suami saya, karna dia mengatakan akan membunuh saya berkali-kali. padahal sudah saya ingatkan untk berhati2 dlam berbicara. saya masih kuliah, kita bertemu setiap minggu. saya bingung mau rujuk apa tidak, karena dia selalu mudah melontarkan kata-kata keji. saya jadi takut untuk bertemu suami sya lg, dia juga melarang saya untuk shalat istihoro karena saya ragu untuk mengambil keputusan. saya memaklumi dia kurang faham agama, namun ketika saya menjelaskannya, dia masih tetap pada pendapatnya. apakah jalan yang terbaik untuk saya lakukan? saya sekarang msh melakukan istihoro untuk meyakinkan keputusan sya, mohon bantuan dan saran ustad

  • Guntur Daryono

    Asslam,mf sy prnah bilang kmu saya ceraikan apakah ucapan ini brarti sdh terjadi tlaq.2.stelah baca hkum” talaq sy jdi mnyesal krna sy mmbaca bhwa talaq adalah:1. hal yg di halalkan tpi dibenci ALLOHSWT,dn yg mmembuat sy lebih mnyesal,2.prnah sy mmbaca bhw memutus tali SILAHTURAHMI ALLOH tdk mngizinkan mencium bau surga.apakah talaq jg trmsuk memutus silahturahmi.utk itu bgmna sulusi bgi sy agar sy mnjadi orang yg selamat dunia akhirat dn bs tggal di surga.bgi pembaca semua,mohon petunjuknya ke ELANGJAVA99@GMAIL>COM trm ksh Wasslam

  • m.sopian

    Pak saya seorang suami dalam beberapa waktu lalu telah menjatuhkan talak 1 kepada istri saya, dan dalam 3 minggu ( 18 hari ) kami rujukan dan disaksikan oleh keluarga dan kembali tanpa menjalani akad nikah, apakah sah bagi kami menjalani hubungan itim

  • vie

    Ass pa ustadz sy mau nanya,sdh hampir satu thn sy n suami tdk pernah ktmu Krn wkt dl kami berengkar n dia ninggalin surat n sms bahwa dia tdk akan pernah dtg lgi di kehidupan sy apakah kt2 itu sdh jth talak, kl sdh jth tlak itu talak k brpa ya? N skrg sdh 10 bln krg lbih dia ngajak sy rujuk kembali apa itu kt msh bs rujuk ato dia sdh jthkan talak 3 skaligus sm sy???? Mohon pencerahanx ustadz sy butuh bgt. Syukron jajakillah khoiron…

  • Nama Ane Yayas

    assalaamualaikum pakustad,saya sudah di talak 3 sm suami tp dalam sekali ucap sebelumnya tanpa ada talak 1 ataupun 2 itu sah ga pak talak nya,,dan itu juga saya yg maksa karna ada gangguan dr pihak ketiga ..

  • roy

    assalaamualaakum pak ustad saya mau tanyak

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Waalaikumussalam, silakan.

      Muhammad Abduh Tuasikal, MSc
      Rumaysho.com via My Ipad

  • ririn

    assalamu’alaikm pk ustad sy mau tnya,sy sdh d ceraikan sm suami sy melalui sms dngn talak 1,,skrng kmi kmbli lg tdk smpe 1 bln kmi kmbli,trs gmna cra nya pa hrs menikah lg dngn suami sy,,mmprbharui smua nya atau gmna,,sy sdh mmbca yg d ats tp sy tdk bgtu mngrti,,sbnrnya sy tdk bgtu tau dngn agama,,mohn pnjlas’n nya sblmnya trimksh wassalam,,

  • LhEiya Rochma

    Assalamu’alaikum PaK Ustadz,.
    Saya mau tanya,.
    jIka istri teLah mengGugat suami,.kemudian PA mengabuLKan permohonan sang istri,.Akta Cerai pun teLah keLuar,.
    SeteLah 2tahun akta cerai keluar, ternyata sang suami meminta untuk rujuk kembali,.
    itu bagaimana,.???

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’aalikumussalam. Harus dg akad yg baru.

      Muhammad Abduh Tuasikal, MSc
      Rumaysho.com via My Ipad

  • Reny antusiani

    Ass…. Maaf ustad z mau tanya…, 2 thn lalu suami z menjatuh talak 1 kpd z, tp setelah 2 hari kami rujuk kembali. Dan kurang LBH seminggu yg lalu suami z menjatuhkan kembali talak, tp kali ini langsung talak 3, apakah itu sah…? Krn PD saat itu z dan suami dlm keadaan emosi Pak ustad, ditambah lg z merasakan ada sesuatu yg aneh dlm diri z, seperti ada makhluk halus yg memasuki diri z pak ustad. 1 lg pak ustad, ketika malam kejadian suami sy menjatuhkan talak 3, pagi harinya suami sy ingin rujuk dan kami melakukan jimak. Apakah yg kami lakukan itu adalah zina Pak ustad…? Krn kami tdk mengetahui apakah rujuk yg dilakukan suami z sah atau tdk…!!! Terimakasih.., mohon jawabanx Pak ustad….
    Wss…

  • Damar Lismana

    ada kasus ni ustad, paman saya pernah talak dan rujuk lewat hp, tindakan rujuk dan talak lewat hp itu sah/tdk?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Dihukumi sah.

  • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

    Rujuk tdk mesti persetujuan istri. Rujuk adl hak suami.

  • ummu nasyitha

    ustadz, mohon pembahasan lebih dalam tentang khulu’, bagaimana syarat dan prosedur rujuknya, serta pengembalian maharnya. Jazaakallahu khoiron.

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Insya Allah akan dikaji. Semoga Allah mudahkan.

  • wisnu harimurti

    Wass.wr.wb
    Ustadz, jika seorang istri sering membuat jengkel suami dan cenderung kurang taat, kemudian suami menyuruhnya mencari pria lain saja dengan niat mengetes apakah si istri masih mau taat serta menyadari kesalahannya, apakah ini termasuk talak?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Tdk termasuk talak krn bukan kata2 tegas.

  • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

    Jika kata2 tsb bukan kata2 tegas talak atau cerai, mk tdk jatuh talak.

  • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

    Kata2 tsb bukan kata tegas talak.

  • wisnu harimurti

    Wass.wr.wb

    Afwan ustadz mau tanya,

    Kadang2 kita bergurau.Ada peribahasa bersatu kita teguh, bercerai kita
    runtuh,tapi kadang2 dipelesetkan bersatu kita teguh bercerai kawin lagi.

    Apakah kata2 ini bisa menyebabkan jatuh talak?

    Syukron

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      itu bukan kata2 tegas untuk talak.

  • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

    1. Dalam lagu2/musik kadang2 dijumpai kata berpisah, selamat tinggal, atau pulangkan saja aku pada ibuku/bapaku
    Bagaimana hukumnya ustadz bila kita bernostalgia dengan menyanyikan lagu tersebut,bisa berakibat jatuh talak? >> tdk termasuk talak. Namun baiknya musik ditinggalkan.

    2- Apakah hukum kalau kita ragu atau tidak ingat ustadz?
    Begini, setelah saya sering mem baca artikel2 mengenai talak, saya jadi agak lebih sensitif dan was-was. Saya rasanya pernah mengucapkan talak (entah saya lupa redaksinya), >> kembali pada yg yakin yaitu belum talak.
    3- Pokoknya kalau kata-kata tegas yang keluar, maka jatuh talak.

    4- Hilangkan ragu2 tersebut.

    2014-05-24 17:38 GMT+07:00 Disqus :