Hukum Coblos dalam Pemilu (2)


Sekarang kita beralih pada bahasan fatwa ulama yang melarang turut serta dalam memberikan suara dalam Pemilu. Pendapat ini berbeda dengan pendapat pertama kemarin yang kami posting di mana di sana dijelaskan bolehnya -bahkan wajibnya- memberikan suara dalam Pemilu. Namun hal ini dibantah oleh fatwa yang kami bawakan dalam tulisan kali ini. Fatwa ini menunjukkan bahwa turut serta dalam Pemilu hanya mendatangkan mudhorot dan tidak membawa maslahat yang berarti.

Ulama yang melarang keikutsertaan dalam pemilu secara mutlak adalah Syaikh Muqbil bin Al Wadi’i –rahimahullah- dalam Tuhfatul Mujib (hal. 314-318). Beliau adalah ulama besar dari negeri Yaman, terkenal dengan zuhud, luasnya ilmu dan masyhur dengan penguasaannya terhadap ilmu hadits.

Pertanyaan no. 211: Para pendukung pemilu biasa beralasan dengan fatwa Syaikh Al Albani, Syaikh Ibnu Baz dan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin. Bagaimana pendapatmu mengenai hal ini?

Syaikh rahimahullah menjawab:

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah, keluarga, para sahabat, dan pengikutnya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Amma ba’du:

Sebenarnya para pembela pemilu mereka adalah musuh dari para ulama tadi. …

Fatwa Syaikh Al Albani rahimahullah ini pernah kuutarakan secara langsung pada beliau: Bagaimana engkau bisa membolehkan mengikuti pemilu? Syaikh Al Albani menjawab: Aku sebenarnya tidak membolehkan pemilu, namun ini adalah mengambil bahaya yang lebih ringan di antara dua bahaya yang ada.

Maka coba kita lihat, apakah betul di Aljazair dihasilkan bahaya yang lebih ringan ataukah bahaya yang lebih besar? Silakan baca biografi Abu Hanifah, kalian akan temui bahwa para ulama kita melarang dari logika dan hanya sekedar anggapan baik. Para ulama menilai bahwa logika hanyalah jalan menuju paham Mu’tazilah dan Jahmiyah [maksud beliau: membolehkan ikut memilih dalam pemilu hanyalah logika yang tanpa dasar, ed]. Adapun fatwa Syaikh Al Albani, maka mereka mencomotnya dari fatwa beliau sejak zaman dulu.

Sedangkan fatwa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin adalah fatwa yang sedikit aneh, padahal beliau adalah orang yang mengharamkan multi partai dalam satu negara. Namun beliau malah membolehkan perkara yang lebih bahaya daripada hal tadi yaitu masalah pemilu. Padahal pemilu adalah sarana menuju Demokrasi.

Aku katakan pada orang-orang yang sengaja mendatangkan kerancuan semacam ini: Seandainya para ulama tersebut (yakni Syaikh Al Albani, Syaikh Ibnu Utsaimin dan Syaikh Ibnu Baz) meralat fatwa mereka, apakah kalian akan ikut merubah pendapat kalian mengenai hal ini?

Kami katakan: Kami berkeyakinan bahwa taqlid (cuma sekedar ikut-ikutan tanpa dasar ilmu) adalah haram. Oleh karena itu, tidak boleh bagi kita hanya sekedar ikut pendapat Syaikh Al Albani, Syaikh Ibnu Baz dan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).” (QS. Al A’raaf: 3).

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.” (QS. Al Isro’: 36). Ahlus Sunnah itu melarang taqlid buta.

Kemudian kami katakan kepada para ulama yang berpendapat demikian:

Sesungguhnya fatwa kalian ini amatlah berbahaya. Tidakkah kalian tahu bahwa Bush –semoga Allah menjadikannya sebagai orang yang hina- ketika dia menjabat sebagai Presiden Amerika mengatakan: Sesungguhya Saudi Arabia dan Kuwait tidak menerapkan sistem demokrasi.

Para ulama yang berpendapat demikian hendaklah meralat pendapatnya. Aku pun menegaskan meralat semua kesalahan yang ada pada kitab, kaset atau dalam dakwahku. Aku ralat dalam keadaan hati merasa tenang. Para ulama tersebut tidaklah dosa jika meralat pendapat mereka. Mereka sebenarnya tidak mengetahui apa yang terjadi di Yaman (akibat pemilu, -pen), apa yang terjadi di parlemen (dewan perwakilan rakyat). Mereka pun tidak tahu akibat buruk dari pemilu. Timbul berbagai macam pembunuhan dan bentrok/ baku hantam disebabkan pemilu. Para wanita keluar dari rumah mereka dalam keadaan berdandan (berhias) untuk nyoblos. Gambar-gambar wanita pun bermunculan karena ikut mencalonkan diri sebagai caleg. Penyamaan Al Kitab, As Sunnah, agama dengan kekufuran demi pemilu. Maslahat mana yang bisa diwujudkan oleh Pemilu?!

Wajib bagi para ulama yang berpendapat demikian untuk meralat pendapat mereka. Insya Allah, kami akan mengirimkan surat kepada para ulama tersebut. Seandainya mereka tidak mau meralat, maka kami pun menjadikan Allah sebagai saksi bahwa kami berlepas diri dari fatwa mereka karena pendapat mereka ini telah menyelisihi Al Kitab dan As Sunnah baik mereka ridho ataukah marah. Jika mereka marah, kehormatan dan darah telah kami relakan demi Islam. Kami pun tidak mempedulikan hal itu, wal hamdu lillah.

[Maktabah Asy Syaikh Muqbil, Al Ish-darul Awwal, 405-Hurmatul Intikhobat]

Pembahasan ini masih berlanjut pada serial ketiga yang nanti akan kami utarakan mengenai fatwa ulama yang membolehkan memberikan suara dalam Pemilu walau sistemm demokrasi yang digunakan. Namun mereka memberikan fatwa demikian karena melihat maslahat dan memberikan beberapa syarat.

Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.

 

Tulisan lawas @ Panggang, Gunung Kidul, 4 Robi’ul Akhir 1430 H

Akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Ikuti status kami dengan memfollow FB Muhammad Abduh TuasikalFans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat, Twitter @RumayshoCom

Akan segera hadir buku Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal terbaru: “Kenapa Masih Enggan Shalat?” seharga Rp.16.000,-. Silakan lakukan pre order dengan format: Buku enggan shalat# nama pemesan# alamat# no HP# jumlah buku, lalu kirim sms ke 0852 00 171 222.



Pernah mengenyam pendidikan S1 di Teknik Kimia UGM Yogyakarta dan S2 Polymer Engineering di King Saud University Riyadh. Pernah menimba ilmu diin dari Syaikh Sholeh Al Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy Syatsri, dan Syaikh Sholeh Al 'Ushoimi. Aktivitas beliau sebagai Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul, Pengasuh Rumaysho.Com, serta Pimpinan Redaksi Muslim.Or.Id.


  • harjo

    salafi mesir ikut pemilu ustadz

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Itu bukan pembenaran.

      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      • http://www.facebook.com/muh.ali.ibrahim Muhamad Ali Ibrahim

        ijtihad bisa benar bisa salah.. kapan teori ini berlaku
        ustadz?sepertinya zaman skrg bnyk fenomena kalau ijtihadnya bkn dari
        syeikh yg dikenal maka dianggap tdk berhak,atau apa lah..bgmn ustadz?
        beberapa
        thn lalu di manukwari akan dikristenisasikan, smpai dilarang adhan, dan
        yg bisa mncegah itu (tentunya Allah) mnurut ro’yi mnusia hnya kekuatan
        politik. bgmn ustad apa ustadz ada alternatif lain selain pasrah kpd
        Allah?

        • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

          Yg pantas berijtihad adl yg punya kemampuan untk berijtihad.

          Muhammad Abduh Tuasikal
          Rumaysho.com via my Iphone

          في ٠٢‏/٠٢‏/٢٠١٣، الساعة ٤:٥٤ م، كتب “Disqus” :

  • http://discoverbramasta.blogspot.com/ Mohammad Nur Bramasta

    Jadi apakah lebih baik saya Golput ketika sudah berumur 17 tahun nanti?

    Lalu saya mau tanya Ustadz, Indonesia adalah negara yang tidak berhukum dengan hukum Islam, melainkan dengan hukum buatan manusia, bagaimana hukumnya seorang Muslim tinggal di negara yang tak behrukum dengan hukum Islam (seperti Indonesia) ini? Apakah amalnya akan diterima atau tertolak? Jujur, saya gelisah karena pertanyaan ini selalu muncul di benak saya dan belum ada yang menjawabnya, jadi mohon dijawab Ustadz, kalau bisa dalil-dalilnya juga disebutkan.

    Syukron.

    • athi3na

      golput = membiarkan orang sekuler berkuasa, tdk mau peduli dgn demokrasi dan parlemen padahal mereka yg ada di jabatan2 penting itulah yg menjadi penentu kebijakan2 di negara ini.

    • ibnu_azwar

      sesungguhnya allah tidaklah memberatkan umatnya. berusahalah semampunya menjalankan syariat, dan bersabarlah. segala kemungkaran jika mampu lawanlah dengan tangan, jika tidak mampu dengan mulut, dan jika tidak mampu lagi ingkarilah dengannhati dan itulah selemah-lemah iman. wallahul muwaffiq

  • saya tea

    serial bersambung uang menegangkan cukup membingungkan….

  • saya tea

    saya akan ikut fatwa syekh muqbil yqng mana melarang untuk ikut serta dalam pemilu, karena dalilnya dan keterangannya jelas.
    kalau saya dipaksa untu nyoblos maka saya akan ikut serta dalam berpartai…. wallahu alam

    • ibnu_azwar

      saya pikir juga begitu. barangkali ulama yang membolehkan itu karena tinggal di negeri yang tidak menganut sistem demokrasi tidak tahu bahaya dan besarnya kerusakan sistem ini, sungguh, kalai hawa nafsu sudah berbicara, maka jangan kan orang yang tidak tahu (karena tidak tinggal di negara demokrasi) kita yang melihat dengan mata kepala sendiri kerusakan yang timbul karena demokrasi, masih saja menganggap baik sistem tersebut, padahal sudah jelas kerusakannya. hanya allah yang memberi petunjuk

  • jo

    lantas bagai mana cara kita menentukan pemimpin di indonesia sedangkan yang telah dianut diindonesia dengan cara demokrasi….saya masih awam tentang hal ini….

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Mencoblos lbh ringan drpd masuk parlemen demokrasi.

      Muhammad Abduh Tuasikal
      Rumaysho.com via my Iphone

      في ٢٦‏/٠٢‏/٢٠١٣، الساعة ١:٥٥ م، كتب “Disqus” :

  • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

    Wa’alaikumussalam. Itu bisa jadi pertimbangan untuk coblos dalam pemilu.

  • Rini Mustika

    Assalamualaikum. .
    Klo qta gk ikut dan semakin besar golput. . Mereka penguasa tdk bs seenaknya mengatasnamakan rakyat yg memilih nya. .
    Sbb disaat mereka terpilih mereka seolah menyalahkan Rakyat. . Ini kan pilihan rakyat.. -,-

    Klo qta ikut bukannya memakmurkan sistem demokrasi??
    Adakah cara damai agar negara qta bs menjadi sistem islam??
    Jazakallahu khairan

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumussalam. Untuk coblos dalam Pemilu, dilihat adanya maslahat atau tidak.

      2014-03-10 22:07 GMT+07:00 Disqus :