Nikmat Allah sungguh tak sanggup untuk dihitung. Jika demikian, maka bentuk syukur kita pun masih terus mengalami kekurangan. Di awal surat An Nahl, disebutkan berbagai nikmat. Di antara nikmat yang disebutkan adalah hewan ternak, turunnya hujan, tumbuhnya berbagai tanaman (zaitun, kurma, dan anggur), beralihnya malam dan siang, adanya laut untuk mencari karunia Allah, adanya gunung-gunung yang dijadikan sebagai pasak agar bumi tidak bergoncang dan adanya bintang sebagai petunjuk arah.
Add a comment


Saudaraku, semua kenikmatan di dunia ini pasti akan sirna. Sedangkan yang ada di sisi Allah, itulah yang akan kekal. Namun sayangnya, betapa banyak yang terlena dengan dunianya yang nanti akan sirna, lalu lebih mementingkan kehidupan kekal yang ada di akhirat.
Apa yang dimaksud dengan ayat yang artinya ‘jangan lupakan nasib kalian di dunia’? Apakah itu berarti kita membagi dunia dan akhirat menjadi ‘fifty-fifty’? Apakah itu berarti dunia dan akhirat mesti seimbang? Ataukah akhirat yang jadi tujuan utama, sedangkan dunia kita gunakan sebagai sarana untuk menggapai kebahagiaan akhirat?
Kita telah menginjak faedah Al Fatihah serial terakhir. Dalam serial terakhir kali ini kita akan merenungkan kembali surat Al Fatihah secara umum. Di antara kandungannya, ternyata kita dapat semakin mengenal Allah dan semakin mengenal diri yang begitu lemah.
Di antara faedah surat Al Fatihah yaitu terbaginya manusia menjadi tiga golongan. Ada manusia yang dimurkai karena berilmu namun engggan mengamalkan ilmunya. Ada manusia yang sesat karena beramal asal-asalan tanpa didasari ilmu. Ada manusia jenis ketiga, yaitu yang diberi ilmu dan mengamalkan ilmunya yaitu manusia yang diberi nikmat.
Dalam surat Al Fatihah yang terus kita baca pada shalat kita mengandung pelajaran bahwa ada dua macam hidayah yang terus kita minta pada Allah, yaitu hidayah supaya terus mendapatkan penjelasan kebenaran dan hidayah supaya dapat menerima kebenaran tersebut. Inilah yang akan kita kaji dalam faedah surat Al Fatihah selanjutnya.
Faedah berikutnya kita kaji dari ayat iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in. Ayat ini mengandung makna di antaranya bahwa kita hanya beribadah kepada Allah saja, tidak boleh berbuat syirik kepada-Nya dengan sesuatu apa pun.
Ayat selanjutnya dari surat Al Fatihah membicarakan mengenai rukun ibadah lainnya yaitu roja’ (harap) dan khouf (takut). Setelah faedah sebelumnya kita membahas rukun ibadah, mahabbah (cinta).
Saat ini kita masuk pembahasan faedah surat Al Fatihah mulai dari ayat ‘alhamdulillahir robbil ‘aalamiin’. Dalam ayat ini terdapat kandungan salah satu rukun ibadah yaitu cinta (mahabbah). Itulah yang akan diulas pada kesempatan kali ini.
Dalam pembahasan sebelumnya telah diulas mengenai nama atau sebutan lain surat Al Fatihah. Pada postingan kali ini, kami masih melanjutkan penamaan surat Al Fatihah sebelum masuk pembahasan inti.








