Senin, 07 Januari 2013 02:30
 Ruwatan adalah tradisi untuk menolak bala. Kadang pun dilakukan setelah bala itu terjadi agar tidak terulang lagi. Di desa kami, pernah ada musibah seseorang yang gantung diri karena kesusahan ekonomi. Lalu dibuatlah acara ruwatan yang diadakan untuk satu dusun. Di dalamnya berisi beberapa ritual yang dipimpin oleh seorang dalang. Ada ritual baca do’a, sedekahan, tanam kelapa di pojok desa, yang semua ritual tersebut kalaulah tidak termasuk amalan tanpa tuntunan (alias: bid’ah), maka termasuk dalam perbuatan yang dimurkai Allah, yaitu syirik.
Selanjutnya...
Sabtu, 29 Desember 2012 15:00
 Sebagian orang menyangka bahwa dengan seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat, maka dia tetap dikatakan muslim. Selama ia mengucapkan “ laa ilaha illallah” dan bersaksi Muhammad adalah utusan Allah, maka dia masih disebut muslim. Walaupun ia berbuat syirik, melariskan tradisi sesajen, meminta do’a pada kubur wali atau menjadikan wali sebagai perantara dalam do’a dan terdapat ibadah yang dipalingkan pada selain Allah, atau melakukan tumbal sebagai sesajian, maka tetaplah muslim.
Selanjutnya...
Rabu, 26 Desember 2012 17:30
 Kita pernah dengan kisah seseorang yang kuburnya diarak masa, sampai tanahnya diambil, bahkan sampai kuburnya ambles 5 kali saat sering turunnya hujan, kata si Juru Kunci. Di kubur wali lainnya, ada yang bersikap berlebihan sampai mencium-cium nisannya, di antara tujuannya untuk ngalap berkah. Bentuk berlebihan lainnya adalah sampai berdo’a menghadap kubur wali, padahal kita berdo’a seharusnya menghadap kiblat.
Selanjutnya...
Selasa, 25 Desember 2012 04:00
 Meski kita jauh di Indonesia, bahkan jauh di Amerika, shalawat kita akan sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga tidak perlu seseorang repot-repot bersafar hanya maksud ke kubur Nabi, bukan ke masjid Nabawi sebagai maksud utama. Begitu pula tidak perlu titip salam kita untuk Nabi pada teman kita yang berada di Madinah karena jika kita bershalawat sendiri dari tempat yang jauh sekali pun akan sampai.
Selanjutnya...
Senin, 24 Desember 2012 04:00
 Ada sebuah video yang menceritakan seorang santri yang belajar di negeri Yaman, ketika itu ia ditemukan sedang membaca Al Qur’an di sisi kubur seorang wali. Setiap hari aktivitasnya seperti itu. Ketika ditanyakan mengapa ia melakukannya di kubur, bukankah di masjid lebih afdhol. Ia malah menjawab, di kubur akan lebih mendatangkan kekhusyu’an dan keberkahan. Padahal yang ia lakukan keliru. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan pada kita untuk tidak menjadikan kubur sebagai ‘ ied, serta rumah jangan dijadikan seperti kubur karena di kuburan tidak diperuntukkan baca Qur’an di sana.
Selanjutnya...
Sabtu, 22 Desember 2012 04:00
 Sebagian kalangan apalagi awalnya dari pemikiran liberal dan ingin menyatukan setiap agama samawi mulai mengendorkan akidah kaum muslimin dengan menyampaikan fatwa nyleneh. Muncul ulama-ulama kontemporer yang memandang sah-sah saja mengucapkan selamat natal pada Nashrani. Padahal memulai mengucapkan salam pada mereka saja tidak dibolehkan, sama halnya dengan mengucapkan selamat pada mereka pada hari raya mereka [1]. Intinya kesempatan kali ini, Rumaysho.com akan menyampaikan bahwa sudah ada klaim ijma’ (kesepakatan ulama) sejak masa silam yang menunjukkan haramnya mengucapkan selamat pada hari raya non-muslim, termasuk hari raya natal.
Selanjutnya...
Jumat, 21 Desember 2012 04:00
 Sebagian muslim ada yang ingin turut serta memberikan ucapan selamat kepada Nashrani pada hari raya Natal mereka. Ini sebenarnya tanda kurangnya memahami akidah muslim. Di antara bentuk akidah muslim adalah tidak loyal pada orang kafir. Bentuk tidak loyalnya adalah tidak turut serta dalam perayaan mereka, tidak membantu mereka pada hari raya mereka, juga tidak mengucapkan selamat. Ini akidah yang disepakati oleh para ulama, tanpa ada tolelir lagi. Begitu pula dalam masalah ini jika ada pedagang yang menjual hadiah natal, tidak dibolehkan.
Selanjutnya...
Kamis, 20 Desember 2012 05:00
 Bagaimana hukum berwisata ke negeri kafir? Hanya untuk sekedar berjalan-jalan, tidak ada sesuatu yang urgent di sana seperti untuk berobat dan melanjutkan studi di sana, bolehkah? Para ulama memberi nasehat, tetap hal itu tidak dibolehkan, termasuk membuang-buang harta dan bahkan bernilai dosa.
Selanjutnya...
Sabtu, 15 Desember 2012 12:30
 Konsekuensi kalimat tauhid, laa ilaha illallah adalah seseorang harus meninggalkan kesyirikan, walau itu jadi tradisi dan ritual masyarakatnya. Karena Allah mesti diagungkan dengan ibadah hanya ditujukan pada Allah saja. Orang-orang musyrik dahulu -semacam Abu Jahl dan Abu Lahab- sebenarnya paham akan makna dan konsekuensi laa ilaha illallah, makanya mereka enggan mengucapkan kalimat mulia tersebut. Sehingga jika seorang muslim tidak memahami kalimat tersebut dan tidak paham konsekuensinya, maka sebenarnya ia lebih jelek dari Abu Jahl . Wallahul musta’an.
Selanjutnya...
Jumat, 14 Desember 2012 04:00
 Di antara bentuk berlebihan terhadap kubur orang sholih adalah menjadikan ibadah-ibadah di kubur tersebut. Asalnya, baca Qur’an dan dzikir lebih afdhol dilakukan di rumah Allah, yaitu di masjid. Namun sebagian orang meyakini bahwa di kubur orang sholih, ibadah tersebut jadi lebih afdhol. Padahal bentuk berlebihan semacam ini adalah perantara menuju syirik yang sudah semestinya dihindari. Allah sangat tidak suka jika kubur semacam itu dijadikan tempat ibadah sebagaimana di masjid.
Selanjutnya...
|
|