Kapan Waktu Dzikir Pagi dan Petang?


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Permasalahan ini baru saja kami dalami setelah sebelumnya kami belum tidak mengetahui adanya khilaf dalam masalah ini. Namun setelah merujuk dari suatu buku, kami mendapati bahwa permasalahan kapan dzikir pagi dan petang dibaca terdapat perselisihan pendapat. Berikut ulasan ringkas yang kami bisa sampaikan pada pembaca. Semoga kita bisa gemar membaca dzikir tersebut karena hal ini akan melindungi kita dari berbagai macam gangguan dan juga sebagai tabungan amal kita. Dan dengan dzikir tentu hati akan selalu tenang.

Para ulama berselisih pendapat dalam penentuan batasan waktu dzikir pagi dan petang. Berikut penjelasan masing-masing dari waktu dzikir tersebut dengan ringkas, lalu kami akan menyebutkan pendapat lebih kuat disertai dalil atau alasannya.

Waktu Dzikir Pagi

Ada beberapa pendapat mengenai batasan waktu dzikir pagi:

Pendapat pertama: dimulai dari terbitnya fajar hingga matahari terbit.

Inilah pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Al Kalimuth Thoyyib, Ibnul Qoyyim dalam Al Wabilush Shoyyihb, Muhammad bin Ahmad bin Salim As Safarini Al Hambali dalam kitabnya Ghidza-ul Albaab li Syarh Manzhumatul Aadab, dan Sayyid Sabiq dalam Fiqhus Sunnah.

Pendapat kedua: dimulai dari terbit fajar hingga waktu zawal (matahari bergeser ke barat).

Inilah pendapat Al Lajnah Ad Daimah dalam fatawanya dan menjadi pendapat Syaikh Muhammad bin Sholeh All ‘Utsaimin dalam kajian Liqo’ Al Bab Al Maftuh.

Pendapat ketiga: dimulai dari terbitnya fajar hingga matahari tenggelam.

Demikian pendapat Ibnul Jazaari falam kitabnya Mafatih Al Hishn dan pendapat Asy Syaukani dalam Tuhfatudz Dzaakirin.

Pendapat yang menyatakan bahwa waktu dzikir pagi adalah mulai dari terbit fajar hingga waktu zawal, itulah yang lebih kuat. Mengenai batasan akhir waktu dzikir pagi tidak ditegaskan dalam dalil, sehingga dikembalikan ke dalam bahasa Arab yaitu apa yang dimaksud akhir waktu pagi. Begitu pula karena waktu masaa’ (sore atau petang) dimulai dari waktu zawal, maka waktu pagi berakhir hingga zawal. Sedangkan dalam dalil hadits ditunjukkan pula bahwa setelah matahari terbit pun masih disebut pagi. Sehingga ketika matahari terbit bukanlah batasan waktu dzikir pagi.

Waktu Dzikir Petang

Dalam masalah waktu dzikir petang juga terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama.

Pendapat pertama: dimulai dari waktu zawal (matahari tergelincir ke barat) hingga matahari tenggelam dan awal malam.

Inilah pendapat Al Lajnah Ad Daimah dalam fatwanya dan pendapat Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz selaku ketua Al Lajnah Ad Daimah dan mufti Saudi Arabia di masa silam.

Pendapat kedua: dimulai dari ‘Ashar hingga Maghrib.

Inilah pendapat Imam Nawawi dalam Al Adzkar, Ibnu Taimiyah dalam Al Kalimuth Thoyyib, Ibnul Wayyim dalam Al Wabilush Shoyyib, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Salim As Safarini Al Hambali dalam kitabnya Ghidza-ul Albaab li Syarh Manzhumatul Aadab, dan Sayyid Sabiq dalam Fiqhus Sunnah.

Pendapat ketiga: dimulai dari waktu zawal hingga pertengahan malam.

Inilah pendapat As Suyuthi yang dinukil oleh Ibnu ‘Allan dalam Al Futuhat Ar Robbaniyyah.

Pendapat keempat: dimulai dari tenggelamnya matahari hingga terbit fajar (waktu Shubuh).

Demikian pendapat Ibnul Jazari, Asy Syaukani, Ibnu Hajar Al Haitami, dan Syaikh Abul Hasan ‘Ubaidullah Al Mubarakfuri.

Pendapat yang terkuat dalam masalah ini, waktu dzikir petang dimulai dari tenggelamnya matahari dan berakhir hingga batas terakhir shalat ‘Isya, yaitu pertengahan malam. Yang menjadi dalil kuat bahwa awal waktu dzikir petang dimulai dari tenggelamnya matahari adalah ayat,

فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ (17) وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ (18)

Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh, dan bagi-Nya-lah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu Zuhur.” (QS. Ruum: 17-18). Yang dimaksud dalam ayat ini, “وَعَشِيًّا” yang dimaksud dalam gelapnya malam, dan “تُظْهِرُونَ” adalah panasnya siang (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 11: 17).

Dalil lain yang menunjukkan masaa’ yang dimaksud adalah setelah matahari tenggelam yaitu hadits berikut dari ‘Abdullah bin Abi Aufa, ia berkata,

كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِى سَفَرٍ ، وَهُوَ صَائِمٌ ، فَلَمَّا غَرَبَتِ الشَّمْسُ قَالَ لِبَعْضِ الْقَوْمِ « يَا فُلاَنُ قُمْ ، فَاجْدَحْ لَنَا » . فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، لَوْ أَمْسَيْتَ . قَالَ « انْزِلْ ، فَاجْدَحْ لَنَا » . قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَلَوْ أَمْسَيْتَ . قَالَ « انْزِلْ ، فَاجْدَحْ لَنَا » . قَالَ إِنَّ عَلَيْكَ نَهَارًا . قَالَ « انْزِلْ ، فَاجْدَحْ لَنَا » . فَنَزَلَ فَجَدَحَ لَهُمْ ، فَشَرِبَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – ثُمَّ قَالَ « إِذَا رَأَيْتُمُ اللَّيْلَ قَدْ أَقْبَلَ مِنْ هَا هُنَا ، فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ »

“Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam safar, ketika matahari tenggelam, ia berkata pada sebagian kaum, “Wahai fulan, bangun dan siapkanlah minuman buat kami”. Orang yang disuruh itu berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika Anda menunggu hingga masaa’”. Beliau berkata: “Turunlah dan siapkan minuman buat kami”. Orang itu berkata, lagi, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika Anda  menunggu hingga masaa’”. Beliau berkata, lagi, “Turunlah dan siapkan minuman buat kami”. Orang itu berkata, lagi, “Sekarang masih nahaar”. Beliau kembali berkata, “Turunlah dan siapkan minuman buat kami”. Maka orang itu turun lalu menyiapkan minuman buat mereka. Setelah minum lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apabila kalian telah melihat malam sudah datang dari arah sana (timur) maka orang yang puasa sudah boleh berbuka.” (HR. Bukhari no. 1955). Lihatlah dalam hadits ini dibedakan antara nahaar dan masaa’. Masaa’ dalam hadits ini dijadikan bagian dari malam hari, berbeda dengan nahaar. Waktu masaa’ menunjukkan waktu untuk berbuka puasa. Sehingga tidaklah tepat yang menganggap waktu masaa’ dimulai setelah zawal atau dari waktu ‘Ashar.

Kita pun dapat melihat dalam hadits dzikir petang, secara tegas disebut pula waktunya yaitu setelah Maghrib. Dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَالَ إِذَا صَلَّى الصُّبْحَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ عَشْرَ مَرَّاتٍ كُنَّ كَعَدْلِ أَرْبَعِ رِقَابٍ وَكُتِبَ لَهُ بِهِنَّ عَشْرُ حَسَنَاتٍ وَمُحِىَ عَنْهُ بِهِنَّ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ وَرُفِعَ لَهُ بِهِنَّ عَشْرُ دَرَجَاتٍ وَكُنَّ لَهُ حَرَساً مِنَ الشَّيْطَانِ حَتَّى يُمْسِىَ وَإِذَا قَالَهَا بَعْدَ الْمَغْرِبِ فَمِثْلُ ذَلِكَ

Barangsiapa yang shalat shubuh lantas ia mengucapkan “laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiirsebanyak 10 kali maka ia seperti membebaskan 4 budak, dicatat baginya 10 kebaikan, dihapuskan baginya 10 kejelekan, lalu diangkat 10 derajat untuknya, dan ia pun akan terlindungi dari gangguan setan hingga waktu petang (masaa’). Jika ia menyebut dzikir yang sama setelah Maghrib, maka ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu.” (HR. Ahmad 5: 415. Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata bahwa hadits ini shahih –dilihat dari jalur lain-).

Dalam hadits lain mengenai dzikir pagi petang disebut pula lafazh sebagai berikut, yaitu dari hadits ‘Utsman bin ‘Affan, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُوْلُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَ مَسَاءٍ كُلَّ لَيْلَةٍ بِاسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَ لاَ فِي السَّمَاءِ وَ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَيَضُرُّهُ شَيْءٌ

Tidaklah seorang hamba ketika shubuh setiap paginya dan masaa’ setiap malamnya mengucapkan “bismillahilladzi laa yadhurru ma’as mihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim (Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui)” sebanyak tiga kali, maka mustahil ada yang membahayakan dirinya” (HR. Al Hakim dalam mustadroknya 1: 695 dan sanadnya shahih).

Satu hadits lagi tentang dzikir petang yang menyebutkan bahwa waktunya adalah ketika malam (bukan setelah ‘Ashar) adalah hadits berikut dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَالَ حِينَ يُمْسِى ثَلاَثَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ يَضُرَّهُ حُمَةٌ تِلْكَ اللَّيْلَةَ

Barangsiapa mengucapkan ketika masaa’ “a’udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq” (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya) sebanyak tiga kali, maka tidak ada racun yang akan membahayakannya.” Suhail berkata, “Keluarga kami biasa mengamalkan bacaan ini, kami mengucapkannya setiap malam.” Ternyata anak perempuan dari keluarga tadi tidak mendapati sakit apa-apa. (HR. Tirmidzi, beliau mengatakan hadits ini hasan). Hadits ini menunjukkan praktek salaf yang mengamalkan dzikir masaa’ (petang) di malam hari.

Ditambahkan lagi dalil pendukung dari hadits sayyidul istighfar, yaitu dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا ، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِىَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهْوَ مُوقِنٌ بِهَا ، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهْوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

Barangsiapa mengucapkan dzikir sayyidul istighfar di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum shubuh, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari no. 6306). Hadits ini menjadi penjelas pula bahwa yang dimaksud waktu masaa’ adalah di malam hari, artinya setelah matahari tenggelam.

Sehingga kesimpulannya, waktu dzikir pagi adalah mulai dari waktu terbit fajar (shubuh) hingga waktu zawal (matahari tergelincir ke barat) dan waktu dzikir petang adalah mulai dari waktu terbenamnya matahari hingga pertengahan malam.

Silakan baca artikel Rumaysho.com terbaru: Akhir Waktu Dzikir Petang

Wallahu a’lam. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

Silakan rujuk:

1. Bacaan dzikir pagi.

2. Bacaan dzikir petang.

 

Referensi: Tabshirotul A’masy bi Wakti Adzkarish Shobaah wal Masaa’, Abu ’Abdil Baari Al ’Ied bin Sa’ad Sarifiy, terbitan Maktabah Al Ghuroba’ Al Atsariyyah, cetakan pertama, tahun 1432 H, hal. 27-59

 

@ Ummul Hamam, Riyadh, KSA, 8 Rabi’uts Tsani 1433 H

www.rumaysho.com



Pernah mengenyam pendidikan S1 di Teknik Kimia UGM Yogyakarta dan S2 Polymer Engineering di King Saud University Riyadh. Pernah menimba ilmu diin dari Syaikh Sholeh Al Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy Syatsri, dan Syaikh Sholeh Al 'Ushoimi. Aktivitas beliau sebagai Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul, Pengasuh Rumaysho.Com, serta Pimpinan Redaksi Muslim.Or.Id.


  • http://www.facebook.com/spa.ajh.boleh Cucky’Aep Saepudin

    asalamualaikum…jadi selama ini yang saya amalkan dzikir petang setelah ashar berarti salah ya pa ustadz?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Waalaikumussalam

      Kami dahulu jg spt saudara. Namun kami rujuk spt pendapat di atas.

      Muhammad Abduh Tuasikal
      Riyadh, Kingdom of Saudi Arabia

      By my IPhone

      في 1 Mar 2012، الساعة 04:07 PM، كتب “Disqus” :

      • ainain

        Maaf ustadz, bagaimana dengan ayat-ayat berikut ini :

        وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ

        وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًاوَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِApakah ayat-ayat diatas bukan sebagai tafsir waktu dzikir pagi dan petang ?Kemudian apakah maksud dari بُكْرَةً وَأَصِيلًا dan  الْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِKalau saya, -karena keterbatasan ilmu- sampai saat ini lebih tenang dengan pendapat Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah di : http://ibnbaz.org/mat/11426Terimakasih atas ilmu dan penjelasannya

        • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

          Itu pendapat sebagian ulama, dan itu dalil umum.
          Sedangkan dalil yang kami sebutkan di atas adalah dalil khusus untuk dzikir petang.

          • Mas Yazib

            Asslamu’alaikum, Mohon maaf Ustad, Banyak Ayat Al Qur’an menyebutkan tentang berzikir di pagi dan petang hari seperti Al-Ahzab 41-42, Al-Mukmin 55, semuanya menyebutkan tentang pagi dan petang tanpa ada kapan batasannya. Sementara kita mencari dalil -dalil dari berbagai riwayat mengenai itu semua. Padahal secara tegas Al Qur’an menyebutkan di Al-Qaaf:39 tentang waktu tersebut.
            فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ
            [٥٠:٣٩]

            Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan
            bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum
            terbenam(nya).Terima kasih Ustad, atas penjelasannya.Wa’alaikumsallam

          • Rakean Pamanahrasa Pamuntangra

            waduh…sungguh membuat saya yg awam ini bingung…selama ini sy terbiasa berdzikir pagi setelah Sholat subuh hingga batasan terbit matahari dan dzikir petang setelah Sholat Ashar hingga batasan maghrib, mohon Ustad membahas pertanyaan Mas Yazib..

          • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

            Baca artikel berikut biar lebih paham: http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/4509-akhir-waktu-dzikir-petang.html.

            Muhammad Abduh Tuasikal, MSc
            Rumaysho.com via My Ipad

          • armanketigabelas

            bagaimana kalau dibaca dua kali ya? antara Ashar-Maghrib, juga antara Maghrib-Isya’ :) atau dipilih-pilih dzikir yang sesuai waktu dengan maknanya? (afwan, setengah bercanda)

  • Egifregi

    trima kasih atas tausiah nya,, smg bermanfaat bgi Qt SEmUA,, dAn  BSa DI aMaLkaN olEh SEmUA uMaT muSlIm,,!!! amin,,,,

  • Udinsyaugie

    baik, mudah2an teman teman facebook dan anda diberikan Taufik dan HidayahNya, Aamiin.

  • Arianaturino

    Izin utk share Jazakallahu khaira.

  • Rawin46

    Assalamu`alaikum
    Setelah ana baca artikel ini,ana tetap pada pendapat dimulai dari ‘Ashar hingga Maghrib untuk Dzikir Petang dan pendapat  dimulai dari terbitnya fajar hingga matahari terbit untuk Dzikir Pagi berdasarkan hadits “Sungguh aku duduk
    bersama suatu kaum yang berdzikir kepada Allah setelah shalat shubuh
    sampai terbitnya matahari lebih aku sukai daripada
    membebaskan/memerdekakan empat orang dari keturunan Nabi Isma’il (bangsa
    ‘Arab). Dan sungguh aku duduk bersama suatu kaum yang berdzikir kepada
    Allah setelah shalat ‘ashar sampai terbenamnya matahari lebih aku sukai
    daripada membebaskan empat orang (budak).” (HR. Abu Dawud no.3667 dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Shahih Abu Dawud 2/698)

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Apakah di situ menunjukkan batasan dzikir petang? lalu apa di situ dzikir yg dimaksud adl dzikir pagi petang? Padahal itu adalah dalil umum. Lalu bagaimana pendapat saudara dg dalil khusus yg kami kemukakan di atas? Bagaimana saudara memahaminya? Apa kata2 lail = malam mau dita’wil? Apa dalil menta’wilnya?

      Barakallahu fiikum.

      2012/3/3 Disqus

      • Rawin46

        Assalamu`alaikum
        Ini pendapat yang ana anut karena pernah dijelaskan Al Ustadz Yazid kepada kami saat taklim di Bogor untuk berikutnya akan kami tanyakan kembali kpd Al Ustadz Yazid atau Ustadz2 yng sependapat dengan beliau  soal  dalil yang anda sebutkan tadi,Insya Allah akan kami bahas segera dan bila nanti beliau mendukung dalil anda maka kami rujuk kepada anda. Sekali lgi maaf ana  lum bisa membahasnya sekarng krn kesibukan ana ngurus seminar2 ekonomi syariah dan menyelesaikan studi saya.

  • Farah Riski

    Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh…
    Ustad saya membaca Dzikir pagi sehabis selesai Shalat Subuh (sebelum terbit matahari) dan Dzikir petang pada waktu sehabis Shalat Ashar (sebelum matahari mulai tenggelam)
    bagaimana itu Ustad?

    Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh…

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh

      Waktu dzikir pagi mungkin tdk masalah.
      Waktu dzikir sore lebih kuat adl pendapat di atas.

  • Ganda

    Bismillah,

    Ustadz, untuk batasan akhir dari dzikir petang yang sampai pertengahan malam diambil dari dalil yang mana ya….?

    kalau hingga pertengahan malam masih disebut masaa’, kapan dimulainya waktu “lail (malam)”, kaitannya dengan sepertiga malam…?

    Jazakumallahu khoron

    wa barokallahu fik

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Dlm penjelasan di atas, masaa adl lail. Tunggu pembahasan rumaysho.com mengenai dzikir sore dg dalil scr lbh rinci insyaAllah
      Muhammad Abduh Tuasikal
      Riyadh, Kingdom of Saudi Arabia

      By my IPhone

      في 9 Mar 2012، الساعة 12:45 PM، كتب “Disqus” :

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Oh iya batasan pertengahan malam sesuai btasan waktu shalat isya

      Muhammad Abduh Tuasikal
      Riyadh, Kingdom of Saudi Arabia

      By my IPhone

      في 9 Mar 2012، الساعة 12:45 PM، كتب “Disqus” :

  • Abu Abidin

    Bismillah

    Ustad ana mau nanya,
    1. Bagi yang belum hafal dzikir pagi petang, bolehkah membacanya dengan melihat dibuku saku?
    2. Haruskah dzikir pagi-petang dilakukan di masjid?
    3. dari sekian banyak lafadz dzikir pagi-petang yg sesuai sunnah, bolehkah kita memilih sebagiannya saja?
    Demikian, Jazakumullahu khair atas jawabannya

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      1. Boleh pakai buku saku
      2. boleh dilakukan di rumah, tdk mesti di masjid
      3. boleh memilih sebagian saja.

  • Iwan Kusnandar

    Assalamuallaikum,Ustad mohon izin cops untuk pencerahan di blog pribadi saya

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam. Kami persilakan.
      Barakallahu fiikum.

  • http://www.facebook.com/bambang.edyanto.9 Bambang Edyanto

    Ass wr wb. Subhanallah zikir sangat bermanfaat, tapi bagaimana caranya berzikir, apa hrs dengan suara yang keras dan memakai mic dan diperdengarkan dimenara masjid dengan volume yang keras sekali. Dlm Al Quran surat Al Araaf ayat 55 dan 205 jelas2 disuruh berdoa dengan merendahkan suara, Apa pak Ustat sdh mengkapanyekan surat Al Araaf 55/205.

  • Yogi Sandy Sadikin

    jazakallahu khair ustadz, ini sangat bermanfaat bagi ana akhirnya dpt jawaban yg jelas tentang batas waktu dzikir pagi petang. barakallahu fiikum…

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Barakallahu fiikum.

      Muhammad Abduh Tuasikal, MSc
      Rumaysho.com via My Ipad

  • ibn Abdillaah

    Mo tanya tentang perojihan pendapat:

    “Pendapat yang terkuat dalam masalah ini, waktu dzikir petang dimulai dari tenggelamnya matahari dan berakhir hingga batas terakhir shalat ‘Isya, yaitu pertengahan malam. ”

    Mohon maaf, perajihan tersebut dari perajihan pendapat yang mana? Karena tertulis:

    Pendapat pertama: dimulai dari waktu zawal (matahari tergelincir ke barat) hingga matahari tenggelam dan awal malam.
    Pendapat kedua: dimulai dari ‘Ashar hingga Maghrib.
    Pendapat ketiga: dimulai dari waktu zawal hingga pertengahan malam.
    Pendapat keempat: dimulai dari tenggelamnya matahari hingga terbit fajar (waktu Shubuh).

    Karena terlihat yang dirajihkan adalah penggabungan dari pendapat pertama dan keempat, ulama mana yang merajihkan pendapat demikian? jazakallaahu khairan

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Lihat dalil yg disampaikan, pendapat terkuat adl pendapat pertama.

      Muhammad Abduh Tuasikal, MSc
      Rumaysho.com via My Ipad

      • ibn Abdillaah

        mungkin lebih tepatnya pendapat keempat… tapi mengapa agak sedikit ada perbedaannya?

        Pendapat penulis: “dimulainya sejak matahari tenggelam (ini mencocoki pendapat keempat), batas akhirnya hingga pertengahan malam (ini mencocoki pendapat ketiga)”

        ulama mana yang berpendapat dengan pendapat tersebut? yaitu menggabungkan pendapat ketiga dan keempat?

        • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

          Mas, coba baca tulisan. Di bawahnya sdh ada rujukan. Apa itu bukan ulama yg memilih?

          Muhammad Abduh Tuasikal, MSc
          Rumaysho.com | DarushSholihin.com
          Via my Blackberry

          • ibn Abdillah

            Maksudnya,

            – Antum merajihkan “awal waktu petang” dengan mengikuti pendapat keempat.
            – Tapi dalam menentukan “akhir waktu petang”, antum malah mengikuti pendapat yang ketiga.

            Adakah ulama yang menggabungkan dua pendapat tersebut sebelum antum? yaitu ulama yang menggabungkan pendapat ketiga dan keempat?

          • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

            Sudah disebutkan buku rujukannya, dan yang menulis adalah ulama. Kami hanya merujuk pada buku tsb.

            Muhammad Abduh Tuasikal, MSc
            Rumaysho.com via My Ipad

  • Abu Zuhriy al Gharantaliy

    Awal waktu masaa’, adalah layl (sebagiamana ditunjukkan hadits diatas); ini sudah bisa ana terima.

    Lantas bagaimana dengan akhir waktu masaa’? Mengapa ia tidak mengikuti akhir waktu layl (yaitu hingga terbitnya fajar)? bukankah sayyidul istighfar diatas menyebutkan bahwa rentang waktu masaa’ adalah awal waktu layl hingga akhir waktu layl?

    Sebagaimana sabda beliau:

    >> وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهْوَ مُوقِنٌ بِهَا ، فَمَاتَ >> قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ

    Mengapa justru dibatasi ‘hingga pertengahan malam’ ? Dalil manakah yang membatasi demikian? sedangkan telah shariih penjelasan Rasuulullaah bahwa awal dan akhir masaa’ mengikuti awal dan akhir waktu layl?

    Jazaakallaahu khayran

  • Dhanis Andyanto

    Lalu dzikir apa yang diibaca sebelum matahari terbenam? Karena ada perintahnya

    وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ

    ”Dan bertasbihlah sambil memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya).” (QS. Qaaf: 39)

    Atau cukup tasbih saja ya?

  • Guest

    masya Allah, ana selama ini baca dzikir petang setelah Ashar, alhamdulillah setelah penjelasan ini ana akan baca setelah maghrib. Jazakallahu khair, Ustadz..

  • armanketigabelas

    masya Allah, ana selama ini baca dzikir petang setelah Ashar, alhamdulillah setelah penjelasan ini ana akan baca setelah maghrib. Memang sebelumnya ana sering ragu karena banyak makna dzikir yang menunjukkan permohonan perlindungan pada waktu malam. Jazakallahu khair, Ustadz..