Hukum Seputar I’tikaf


Apakah i’tikaf boleh dilakukan di masjid mana saja?

Apa yang dimaksud dengan i’tikaf? Dalam kitab lisanul arab, i’tikaf bermakna merutinkan (menjaga) sesuatu. Sehingga orang yang mengharuskan dirinya untuk berdiam di masjid dan mengerjakan ibadah di dalamya disebut mu’takifun atau ‘akifun. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah II/150)

Dan paling utama adalah beri’tikaf pada hari terakhir di bulan Ramadhan. Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan sampai Allah ‘azza wa jalla mewafatkan beliau. (HR. Bukhari & Muslim)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah beri’tikaf di 10 hari terakhir dari bulan Syawal sebagai qadha’ karena tidak beri’tikaf di bulan Ramadhan. (HR. Bukhari & Muslim)

I’tikaf Harus di Masjid dan Boleh di Masjid Mana Saja

I’tikaf disyari’atkan dilaksanakan di masjid berdasarkan firman Allah Ta’ala,

وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

(Tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid”(QS. Al Baqarah [2] : 187)

Demikian juga dikarenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu juga istri-istri beliau melakukannya di masjid, dan tidak pernah di rumah sama sekali.
Menurut mayoritas ulama, i’tikaf disyari’atkan di semua masjid karena keumuman firman Allah di atas (yang artinya) “Sedang kamu beri’tikaf dalam masjid”.
Adapun hadits marfu’ dari Hudzaifah yang mengatakan,”Tidak ada i’tikaf kecuali pada tiga masjid”, hadits ini masih dipersilisihkan apakah statusnya marfu’ atau mauquf. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah II/151)

Wanita juga boleh beri’tikaf

Dibolehkan bagi wanita untuk melakukan i’tikaf sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan istri tercinta beliau untuk beri’tikaf. (HR. Bukhari & Muslim)
Namun wanita boleh beri’tikaf di sini harus memenuhi 2 syarat : [1] Diizinkan oleh suami dan [2] Tidak menimbulkan fitnah (masalah bagi laki-laki). (Lihat Shohih Fiqh Sunnah II/151-152)

Waktu Minimal Lamanya I’tikaf

I’tikaf tidak disyaratkan dengan puasa. Karena Umar pernah berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,”Ya Rasulullah, aku dulu pernah bernazar di masa jahiliyah untuk beri’tikaf semalam di Masjidil Haram?” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,”Tunaikan nadzarmu.” Kemudian Umar beri’tikaf semalam. (HR. Bukhari dan Muslim). Dan jika beri’tikaf pada malam hari, tentu tidak puasa. Jadi puasa bukanlah syarat untuk i’tikaf.
Maka dari hadits ini boleh bagi seseorang beri’tikaf hanya semalam, wallahu a’lam.

Yang Membatalkan I’tikaf

Beberapa hal yang membatalkan i’tikaf adalah : [1] Keluar dari masjid tanpa alasan syar’i atau tanpa ada kebutuhan yang mubah yang mendesak (misalnya untuk mencari makan, mandi junub , yang hanya bisa dilakukan di luar masjid), [2] Jima’ (bersetubuh) dengan istri berdasarkan Surat Al Baqarah : 187 di atas. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah II/155-156)

Perbanyaklah dan sibukkanlah diri dengan melakukan ketaatan tatkala beri’tikaf seperti berdo’a, dzikir, dan membaca Al Qur’an. Semoga Allah memudahkan kita untuk mengisi hari-hari kita di bulan Ramadhan dengan amalan sholih yang ikhlas dan sesuai dengan petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Sumber rujukan : Shohih Fiqh Sunnah, jilid kedua

***

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel http://rumaysho.com



Pernah mengenyam pendidikan S1 di Teknik Kimia UGM Yogyakarta dan S2 Polymer Engineering di King Saud University Riyadh. Pernah menimba ilmu diin dari Syaikh Sholeh Al Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy Syatsri, dan Syaikh Sholeh Al 'Ushoimi. Aktivitas beliau sebagai Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul, Pengasuh Rumaysho.Com, serta Pimpinan Redaksi Muslim.Or.Id.


  • yusuf satriadi

    Apakah dilarang bercakap-cakap disaat i’tikaf (misal ngobrol dengan orang lain yg sedang i’tikaf juga).

  • gunawan_sica

    Saya baru mau belajar i’tikaf, apakah boleh dilakukan di mushalla?

  • gunawan_sica

    Saya baru belajar i’tikaf, apakah boleh dilakukan di mushola saja? (bukan masjid jami)

  • http://profiles.yahoo.com/u/SMBMQHPBZPLK76Q2WKT32FSYDI Fahrul Aprianto Prayudi

    ASSALAMU`ALAIKUM
    HUKUM `ITIKAF TU WAJIB ATAU TIDAK?

  • santi

    jadi sebenarnya dimana i’tikaf yang paling afdhol bagi seorang wanita lajang?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Tdk juga, setiap wanita dibolehkan. Lihat skali lagi syarat di atas.

  • Moh Soim

    mudah2an artikel ini banyak manfaatnya

  • Wibie

    Numpang tanya, apakah ada syariatnya i’tikaf di bulan selain ramadhan, misalnya dzulhijjah..?
    Mohon jawabannya

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      kalau i’tikaf -nya nadzar tentu dibolehkan dan juga dibolehkan untuk i’tikaf muthlaq. Wallahu a’lam.

  • Pur Zone

    assalamu’alaikum…
    mhon ptnjuk utk wktu i’tikafnya gan…
    mksih…

  • Ray9966

    assalamu’alaikum…
    DALAM ITIKAF , KITA SEBAIKNYA MEMBACA APA DAN SHALAT APA PAL USTAD

  • niar

    ass…
    itikaf itu gag boleh keluar dr masjid trus klo lg puasa gymn gag klo makan dlm masjid memang boleh?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Makan dlm masjid boleh

      Muhammad Abduh Tuasikal
      http://www.rumaysho.com

      Sent from my Iphone
      @ Jogja

      في ٢٣‏/٠٧‏/٢٠١٢، الساعة ٣:٢٣ م، كتب “Disqus” :

  • Iman Nugroho

    Ustadz, Kalau Wanita Haid / Nifas apakah I’tikafnya sah ?
    sehubungan dengan pendapat sebagian ulama dalam penafsiran surat An Nisa: 43 dan atsar yg berbunyi ; كُنَّ الْمُعْتَكِفَاتُ إذَا حِضْنَ أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِإِخْرَاجِهِنَّ عَنْ الْمَسْجِدِ [Ibnu Jarir dalam Al Mughni 5/174 menisbatkan riwayat ini pada Abu Hafsh al ‘Akbari dan dia berkata, “sanad riwayat ini jayyid.”]. Mohon kiranya antum dapat mentarjih dua pendapat tsb (boleh tdk nya wanita haid berdiam di masjid dan i’tikaf).

    جزاك الله خيرا