Satu Kambing Bisa untuk Qurban Satu Keluarga


Sedikit keanehan yang kami temui pada sebagian orang. Setiap tahun ada yang bergiliran qurban, yang pertama untuk bapaknya, tahun berikut untuk ibunya, lalu tahun berikut dapat giliran anaknya. Padahal sebenarnya satu qurban semisal satu kambing atau 1/7 dari urunan sapi bisa diniatkan untuk satu keluarga. Namun kalau mau berqurban lebih karena jumlah anggota keluarga banyak, maka itu boleh bahkan lebih afdhol. Simak bahasan berikut.

Dalil yang mendukung pernyataan di atas, dari ‘Atho’ bin Yasar, ia berkata,

سَأَلْتُ أَبَا أَيُّوبَ الأَنْصَارِيَّ كَيْفَ كَانَتْ الضَّحَايَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ فَقَالَ : كَانَ الرَّجُلُ يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ ، فَيَأْكُلُونَ وَيُطْعِمُونَ

Aku pernah bertanya pada Ayyub Al Anshori, bagaimana qurban di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Beliau menjawab, “Seseorang biasa berqurban dengan seekor kambing (diniatkan) untuk dirinya dan satu keluarganya. Lalu mereka memakan qurban tersebut dan memberikan makan untuk yang lainnya.” (HR. Tirmidzi no. 1505, shahih)

Dalam Tuhfatul Ahwadzi disebutkan, “Hadits ini adalah dalil tegas bahwa satu kambing bisa digunakan untuk berqurban satu orang beserta keluarganya, walau jumlah anggota keluarga tersebut banyak. Inilah yang benar.”

Al Hafizh Ibnul Qoyyim dalam Zaadul Ma’ad berkata, “Di antara petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, satu kambing sah untuk qurban satu orang beserta keluarganya walau jumlah mereka banyak.”

Asy Syaukani mengatakan, “Yang benar, qurban kambing boleh diniatkan untuk satu keluarga walaupun dalam keluarga tersebut ada 100 jiwa atau lebih.” Beliau sebutkan hal ini dalam Nailul Author.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dalam Syarhul Mumthi’ berkata, “Kolektif dalam pahala qurban tidaklah terbatas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berqurban untuk seluruh umatnya. Ada juga seseorang (di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang berqurban dengan satu kambing untuk dirinya beserta keluarganya walau jumlahnya 100.”

Al Lajnah Ad Daimah ditanya, “Ada keluarga terdiri dari 22 anggota. Mereka tinggal di satu rumah dan yang beri nafkah pun satu orang. Di hari Idul Adha yang penuh berkah, mereka berencana berqurban dengan satu qurban. Apakah seperti ini sah atau mesti dengan dua qurban?”

Jawaban para ulama yang duduk di Lajnah, “Jika anggota keluarga banyak dan berada dalam satu rumah, maka boleh saja berqurban dengan satu qurban. Akan tetapi jika bisa berqurban lebih dari satu, itu lebih afdhol.” (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 11: 408).

Wallahu waliyyut taufiq.

 

Lihat pula bahasan Rumaysho.com mengenai Hukum Qurban Secara Kolektif.

 

Referensi: Fatawa Al Islam Sual wal Jawab no. 45916

 

@ Sakan 27 Jami’ah Malik Su’ud, Riyadh, KSA, 9 Dzulqo’dah 1433 H

www.rumaysho.com



Pernah mengenyam pendidikan S1 di Teknik Kimia UGM Yogyakarta dan S2 Polymer Engineering di King Saud University Riyadh. Pernah menimba ilmu diin dari Syaikh Sholeh Al Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy Syatsri, dan Syaikh Sholeh Al 'Ushoimi. Aktivitas beliau sebagai Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul, Pengasuh Rumaysho.Com, serta Pimpinan Redaksi Muslim.Or.Id.


  • Abu Afiq

    Bismillah…

    Bagaimana dengan akad saat penyerahan hewan Qurban (atau uang untuk membeli hewan Qurban)? Apakah disebutkan “Qurban dari Keluarga ini”, atau “Qurban dari Fulan si Ayah” (yang Ayahnya ini meniatkan qurban untuk seluruh keluarganya)?

    Jazakallah……

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Boleh kedua2nya, krn tanpa diniati pun, pahalanya sdh untuk semua.

  • indrajati

    noted

  • dini

    thankz

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Barakallahu fiikum

      Muhammad Abduh Tuasikal
      Rumaysho.com via Iphone 4

      في ١١‏/١٠‏/٢٠١٢، الساعة ١١:٥٠ ص، كتب “Disqus” :

  • iffa

    bagaimana apabila dari 1/7 urunan sapi tersebut dibeli dari hasil iuran suami dan istri? apakah yg terkena hukum dlarang memotong rambut dan kuku adalah keduanya?syukron

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Itu boleh, yg kena larangan adl kepala keluarga.

      Muhammad Abduh Tuasikal
      Rumaysho.com via Iphone 4

      في ٢٢‏/١٠‏/٢٠١٢، الساعة ٦:١٤ ص، كتب “Disqus” :

  • Abu

    Bagaimana jika seseorang ingin berqurban dari hasil pendapatannya untuk diri dan keluarganya, namun karena ingin menyenangkan Ibunya, pada saat pemotongan hewan qurban, qurban tersebut diatasnamakan ibunya. Apakah semua anggota keluarga masih mendapatkan pahala dan keutamaannya? Terima kasih atas jawabannya ustadz,

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Sbaiknya ats nama yg punya uang, mk ibu pun dpt

      Muhammad Abduh Tuasikal
      Rumaysho.com via Iphone 4

      في ٢٢‏/١٠‏/٢٠١٢، الساعة ١:٣١ م، كتب “Disqus” :

  • Alalan Tanala

    bila nggak mampu lebih dari satu ekor, cukuplah satu ekor itu untuk satu keluarga, ibarat sebuah mobil dikendarai sekeluarga, jadi kalau keluarga besar (banyak) maka perlu mencari yang agak besar agar kuat nanti ditumpaki bersama….

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Betul

      Muhammad Abduh Tuasikal
      Rumaysho.com via Iphone 4

      في ٢٣‏/١٠‏/٢٠١٢، الساعة ١٠:٠٠ ص، كتب “Disqus” :

  • Abu azka

    Ustadz bagaimana kalau yang akan qurban itu istri?, uangnya hasil dari kerjanya sendiri. Apakah suami harus berkurban juga? jika tidak apakah suami dapat pahala dan juga terkena larangan memotong rambut? Jazakumullah Khairan

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Istri boleh berqurban atas nama dirinya dan boleh ikutkan keluarganya dlm niat.