Shalat Dhuha yang Begitu Menakjubkan


Setiap orang pasti senang untuk melakukan amalan sedekah. Bahkan kita pun diperintahkan setiap harinya untuk bersedekah dengan seluruh persendian. Ternyata ada suatu amalan yang bisa menggantikan amalan sedekah tersebut yaitu shalat dhuha. Simak saja pembahasan berikut ini.

Keutamaan Shalat Dhuha

Di antara keutamaannya, shalat Dhuha dapat menggantikah kewajiban sedekah seluruh persendian

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.[1]

Padahal persendian yang ada pada seluruh tubuh kita sebagaimana dikatakan dalam hadits dan dibuktikan dalam dunia kesehatan adalah 360 persendian. ‘Aisyah pernah menyebutkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِى آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلاَثِمَائَةِ مَفْصِلٍ

Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan dalam keadaan memiliki 360 persendian.”[2]

Hadits ini menjadi bukti selalu benarnya sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun sedekah dengan 360 persendian ini dapat digantikan dengan shalat Dhuha sebagaimana disebutkan pula dalam hadits berikut,

أَبِى بُرَيْدَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « فِى الإِنْسَانِ سِتُّونَ وَثَلاَثُمِائَةِ مَفْصِلٍ فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهَا صَدَقَةً ». قَالُوا فَمَنِ الَّذِى يُطِيقُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « النُّخَاعَةُ فِى الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا أَوِ الشَّىْءُ تُنَحِّيهِ عَنِ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ عَنْكَ »

“Dari Buraidah, beliau mengatakan bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.”[3]

An Nawawi mengatakan,  “Hadits dari Abu Dzar adalah dalil yang menunjukkan keutamaan yang sangat besar dari shalat Dhuha dan menunjukkannya kedudukannya yang mulia. Dan shalat Dhuha bisa cukup dengan dua raka’at.”[4]

Asy Syaukani mengatakan,  “Hadits Abu Dzar dan hadits Buraidah menunjukkan keutamaan yang luar biasa dan kedudukan yang mulia dari Shalat Dhuha. Hal ini pula yang menunjukkan semakin disyari’atkannya shalat tersebut. Dua raka’at shalat Dhuha sudah mencukupi sedekah dengan 360 persendian. Jika memang demikian, sudah sepantasnya shalat ini dapat dikerjakan rutin dan terus menerus.”[5]

Keutamaan shalat Dhuha lainnya disebutkan dalam hadits berikut,

عَنْ نُعَيْمِ بْنِ هَمَّارٍ الْغَطَفَانِىِّ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ ».

Dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.[6]

Penulis ‘Aunul Ma’bud –Al ‘Azhim Abadi- menyebutkan, “Hadits ini bisa mengandung pengertian bahwa shalat Dhuha akan menyelematkan pelakunya dari berbagai hal yang membahayakan. Bisa juga dimaksudkan bahwa shalat Dhuha dapat menjaga dirinya dari terjerumus dalam dosa atau ia pun akan dimaafkan jika terjerumus di dalamnya. Atau maknanya bisa lebih luas dari itu.”[7]

Hukum Shalat Dhuha

Menurut pendapat yang paling kuat, hukum shalat Dhuha adalah sunnah secara mutlaq dan boleh dirutinkan. Dalil yang menunjukkan hal ini adalah dalil yang menunjukkan keutamaan shalat Dhuha yang telah disebutkan. Begitu pula shalat Dhuha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wasiatkan kepada Abu Hurairah untuk dilaksanakan. Nasehat kepada Abu Hurairah pun berlaku bagi umat lainnya. Abu Hurairah mengatakan,

أَوْصَانِى خَلِيلِى – صلى الله عليه وسلم – بِثَلاَثٍ صِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى ، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ

Kekasihku –yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- mewasiatkan tiga nasehat padaku: [1] Berpuasa tiga hari setiap bulannya, [2] Melaksanakan shalat Dhuha dua raka’at, dan [3] Berwitir sebelum tidur.[8]

Asy Syaukani mengatakan, “Hadits-hadits yang menjelaskan dianjurkannya shalat Dhuha amat banyak dan tidak mungkin mencacati satu dan lainnya.”[9]

Sedangkan dalil bahwa shalat Dhuha boleh dirutinkan adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari ‘Aisyah ,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya. [10]

Waktu Pelaksanaan Shalat Dhuha

Shalat Dhuha dimulai dari waktu matahari meninggi hingga mendekati waktu zawal (matahari bergeser ke barat).[11] Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin menjelaskan bahwa waktunya adalah mulai dari matahari setinggi tombak –dilihat dengan pandangan mata- hingga mendekati waktu zawal. Lalu beliau jelaskan bahwa waktunya dimulai kira-kira 20 menit setelah matahari terbit, hingga 10 atau 5 menit sebelum matahari bergeser ke barat.[12] Sedangkan Al Lajnah Ad Da-imah (Komisi Fatwa di Saudi Arabia) menjelaskan bahwa waktu awal shalat Dhuha adalah sekitar 15 menit setelah matahari terbit.[13]

Jadi, silakan disesuaikan dengan terbitnya matahari di masing-masing daerah dan kami tidak bisa memberitahukan jam pastinya shalat Dhuha tersebut dimulai dan berakhir. Dan setiap hari waktu terbit matahari pun berbeda.

Sedangkan waktu utama mengerjakan shalat Dhuha adalah di akhir waktu[14], yaitu keadaan yang semakin panas. Dalilnya adalah,

أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ ».

Zaid bin Arqom melihat sekelompok orang melaksanakan shalat Dhuha, lantas ia mengatakan, “Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa selain waktu yang mereka kerjakan saat ini, ada yang lebih utama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(Waktu terbaik) shalat awwabin (nama lain untuk shalat Dhuha yaitu shalat untuk orang yang taat atau kembali untuk taat[15]) adalah ketika anak unta merasakan terik matahari.[16]

An Nawawi mengatakan, “Inilah waktu utama untuk melaksanakan shalat Dhuha. Begitu pula ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa ini adalah waktu terbaik untuk shalat Dhuha. Walaupun boleh pula dilaksanakan ketika matahari terbit hingga waktu zawal.”[17]

Jumlah Raka’at Shalat Dhuha

Jumlah raka’at shalat Dhuha, minimalnya adalah dua raka’at sedangkan maksimalnya adalah tanpa batas, menurut pendapat yang paling kuat[18]. Jadi boleh hanya dua raka’at, boleh empat raka’at, dan seterusnya asalkan jumlah raka’atnya genap. Namun jika ingin dilaksakan lebih dari dua raka’at, shalat Dhuha tersebut dilakukan setiap dua raka’at salam.

Dalil minimal shalat Dhuha adalah dua raka’at sudah dijelaskan dalam hadits-hadits yang telah lewat. Sedangkan dalil yang menyatakan bahwa maksimal jumlah raka’atnya adalah tak terbatas, yaitu hadits,

مُعَاذَةُ أَنَّهَا سَأَلَتْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – كَمْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى صَلاَةَ الضُّحَى قَالَتْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ وَيَزِيدُ مَا شَاءَ.

Mu’adzah pernah menanyakan pada ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha- berapa jumlah raka’at shalat Dhuha yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? ‘Aisyah menjawab, “Empat raka’at dan beliau tambahkan sesuka beliau.[19]

Bolehkah Seorang Pegawai (Bawahan) Melaksanakan Shalat Dhuha?

Mungkin setiap pegawai punya keinginan untuk melaksanakan shalat Dhuha. Namun perlu diperhatikan di sini bahwa melaksanakan tugas kantor tentu lebih utama daripada melaksanakan shalat Dhuha. Karena menunaikan tugas dari atasan adalah wajib sedangkan shalat Dhuha adalah amalan yang sunnah. Maka sudah seharusnya amalan yang wajib lebih didahulukan dari amalan yang sunnah. Hal ini berbeda jika kita menjalankan usaha sendiri (wirausaha) atau kita adalah pemilik perusahaan, tentu sekehendak kita ingin menggunakan waktu. Sedangkan kalau kita sebagai bawahan atau pegawai, kita tentu terikat aturan pekerjaan dari atasan.

Maka kami nasehatkan di sini, agar setiap pegawai lebih mendahulukan tanggung jawabnya sebagai pegawai daripada menunaikan shalat Dhuha. Sebagai solusi, pegawai tersebut bisa mengerjakan shalat Dhuha sebelum berangkat kantor. Lihat penjelasan waktu shalat Dhuha yang kami terangkan di atas.

Al Lajnah Ad Da-imah (Komisi Fatwa di Saudi Arabia) pernah menjelaskan, “Tidak selayaknya bagi seorang pegawai melalaikan pekerjaan dari atasan yang hukumnya lebih wajib dari sekedar melaksanakan shalat sunnah. Shalat Dhuha sudah diketahui adalah shalat sunnah. Oleh karenanya, hendaklah seorang pegawai tidak meninggalkan pekerjaan yang jelas lebih wajib dengan alasan ingin melaksanakan amalan sunnah. Mungkin pegawai tersebut bisa melaksanakan shalat Dhuha di rumahnya sebelum ia berangkat kerja, yaitu setelah matahari setinggi tombak. Waktunya kira-kira 15 menit setelah matahari terbit.” Demikian Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah no. 19285.[20]

Bolehkah Melaksanakan Shalat Dhuha secara Berjama’ah?

Mayoritas ulama ulama berpendapat bahwa shalat sunnah boleh dilakukan secara berjama’ah ataupun sendirian (munfarid) karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan dua cara ini, namun yang paling sering dilakukan adalah secara sendirian (munfarid). Perlu diketahui bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan shalat bersama Hudzaifah; bersama Anas, ibunya dan seorang anak yatim; beliau juga pernah mengimami  para sahabat di rumah ‘Itban bin Malik[21]; beliau pun pernah melaksanakan shalat bersama Ibnu ‘Abbas.[22]

Ibnu Hajar Al Asqolani ketika menjelaskan hadits Ibnu ‘Abbas yang berada di rumah Maimunah dan melaksanakan shalat malam bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau rahimahullah mengatakan, “Dalam hadits ini menunjukkan dibolehkannya melakukan shalat sunnah secara berjama’ah.”[23]

An Nawawi tatkala menjelaskan hadits mengenai qiyam Ramadhan (tarawih), beliau rahimahullah mengatakan, “Boleh mengerjakan shalat sunnah secara berjama’ah. Namun pilihan yang paling bagus adalah dilakukan sendiri-sendiri (munfarid) kecuali pada beberapa shalat khusus seperti shalat ‘ied, shalat kusuf (ketika terjadi gerhana), shalat istisqo’ (minta hujan), begitu pula dalam shalat tarawih menurut mayoritas ulama.”[24]

Ada sebuah pertanyaan yang pernah diajukan pada Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah mengenai hukum mengerjakan shalat nafilah (shalat sunnah) dengan berjama’ah. Syaikh rahimahullah menjawab,

“Apabila seseorang melaksanakan shalat sunnah terus menerus secara berjama’ah, maka ini adalah sesuatu yang tidak disyari’atkan. Adapun jika dia melaksanakan shalat sunnah tersebut kadang-kadang secara berjama’ah, maka tidaklah mengapa karena terdapat petunjuk dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai hal ini seperti  shalat malam yang beliau lakukan bersama Ibnu ‘Abbas[25]. Sebagaimana pula beliau pernah melakukan shalat bersama Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dan anak yatim di rumah Ummu Sulaim[26], dan masih ada contoh lain semisal itu.”[27]

Namun kalau shalat sunnah secara berjama’ah dilakukan dalam rangka pengajaran, maka ini diperbolehkan karena ada maslahat. Ibnu Hajar ketika menjelaskan shalat Anas bersama anak yatim di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara berjama’ah, beliau mengatakan, “Shalat sunnah yang utama adalah dilakukan secara munfarid (sendirian) jika memang di sana tidak ada maslahat seperti untuk mengajarkan orang lain. Namun dapat dikatakan bahwa jika shalat sunnah secara berjama’ah dilakukan dalam rangka pengajaran, maka ini dinilai lebih utama, lebih-lebih lagi pada diri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang bertugas untuk memberi contoh pada umatnya, -pen).”

Intinya adalah:

1. Shalat sunnah yang utama adalah shalat sunnah yang dilakukan secara munfarid (sendiri) dan lebih utama lagi dilakukan di rumah, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فَصَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِى بُيُوتِكُمْ ، فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ صَلاَةُ الْمَرْءِ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ الْمَكْتُوبَةَ

Hendaklah kalian manusia melaksanakan shalat (sunnah) di rumah kalian karena sebaik-baik shalat adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari no. 731)

2. Terdapat shalat sunnah tertentu yang disyari’atkan secara berjama’ah seperti shalat tarawih.

3. Shalat sunnah selain itu –seperti shalat Dhuha dan shalat tahajud- lebih utama dilakukan secara munfarid dan boleh dilakukan secara berjama’ah namun tidak rutin atau tidak terus menerus, akan tetapi kadang-kadang.

4. Jika memang ada maslahat untuk melakukan shalat sunnah secara berjama’ah seperti untuk mengajarkan orang lain, maka lebih utama dilakukan secara berjama’ah.

Demikian penjelasan singkat dari kami mengenai shalat Dhuha. Semoga bermanfaat.

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

 

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel http://rumaysho.com

Disempurnakan di Panggang, Gunung Kidul, 24 Dzulhijah 1430 H




[1] HR. Muslim no.  720.

[2] HR. Muslim no. 1007.

[3] HR. Ahmad, 5/354. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih ligoirohi.

[4] Syarh Muslim, An Nawawi, 5/234, Dar Ihya’ At Turots, cetakan kedua, 1392.

[5] Nailul Author, Asy Syaukani, 3/77, Idaroh At Thob’ah Al Munirah.

[6] HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475, Ad Darimi no. 1451 . Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih.

[7]Aunul Ma’bud, Muhammad Syamsul Haq Al Azhim Abadi, 4/118, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, cetakan kedua, tahun 1415 H.

[8] HR. Bukhari no. 1981 dan Muslim no. 721.

[9] Nailul Author, 3/76.

[10] HR. Muslim no. 783, Kitab shalat para musafir dan qasharnya, Bab Keutamaan amalan shalat malam yang kontinu dan amalan lainnya.

[11] Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik, 1/425, Al Maktabah At Taufiqiah.

[12] Lihat Syarh Al Arba’in An Nawawiyah, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin,hal. 289, Daruts Tsaroya, cetakan pertama, tahun 1424 H.

[13] Lihat Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah yang akan kami bawakan selanjutnya.

[14] Idem

[15] Syarh Muslim, 6/30.

[16] HR. Muslim no. 748.

[17] Syarh Muslim, 6/30.

[18] Pendapat ini dipilih juga oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin dalam Syarh Al Arba’in An Nawawiyah,hal. 289.

[19] HR. Muslim no. 719.

[20] Lihat Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhut ‘Ilmiyyah wal Ifta’, 23/423, Darul Ifta’.

[21] Sebagaimana riwayat yang dibawakan oleh penanya.

[22] Al Maqsu’ah Al Fiqhiyyah, Bab Shalat Jama’ah, point 8, 2/9677, Multaqo Ahlul Hadits, Asy Syamilah.

[23] Fathul Baari, 3/421

[24] Syarh Muslim, 3/105, Abu Zakaria Yahya bin Syarf An Nawawi, Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah

[25] Hadits muttafaq ‘alaih.

[26] Hadits muttafaq ‘alaih. Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Ash Sholah, Bab Ash Sholah ‘alal Hashir (380) dan Muslim dalam Al Masaajid, Bab Bolehnya shalat sunnah secara berjama’ah 266 (658)

[27] Majmu’ Fatawa wa Rosa-il Ibnu ‘Utsaimin, 14/231, Asy Syamilah



Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Pernah menimba ilmu agama dari ulama besar seperti Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Aktivitas: Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul dan Pengasuh Rumaysho.Com dan Penasihat Muslim.Or.Id.


  • http://www.bisnismartian.multiply.com/ martian

    nice info

  • http://technicalwaterservice.blogspot.com andri atma

    SUBHANALLLAH….alhamdulilah saya bertambah wawasan dengan membaca artikel ini..saya juga sudah hmpir sebulan menjalankan shalat dhuha..insyaallah baru terputus 1x karena ketiduran…terimakasih pengetahuanNya..saya jadi lebih mengerti…wasslam

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Alhamdulillah.

      • biqmus

        Ust kalo mengerjakan sholat dhuha, tidak berurutan dan di 2 tempat boleh tidak ? Misal shalat di rmh 2 rakaat, nanti sholat lg di kantor 2 rakaat..?

        • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

          Boleh spt itu.

  • amalia

    alhamdullilah saya dapat ilmu baru terima kasih banyak atas info ini moga bermanfaat untuk kita semua amin ya rabb

  • guls

    Subhanallah…Alhamdulillah….masih di berikan indra yang baik…sehingga dapat…mengetahui…berbagai ilmu yang bermanfaat……terutam ilmu …bekal akhirat

  • Aini

    Assalaamu’alaykum wr.wb. Alhamdulillah, terima kasih sharing ilmunya. Dan mau menanyakan juga, dalam salah satu hadits di atas disebutkan “Menanam bekas ludah di masjid”. Maksudnya seperti apa? Terima kasih.

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh,
      Dulu di masjid nabi beralaskan tanah. Jd jk ada yg meludah pasti dipendam ke dalam tanah.
      Demikian maksudnya.

  • Netiezudhy

    Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh

    Ustadz,adakah surah2 tertentu yang perlu dibaca pada saat kita melaksanakan sholat Dhuha?
    terima kasih atas penjelasannya.

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam wa rahmatullahi wa barakatuh, setahu kami tidak ada.

  • http://camagenta.web.id/ abuahmar

    Ustadz, mohon diberikan gambaran rentang waktu pelaksanaan yang afdhol di Indonesia, misal dalam format WIB. Contohlah ana bermukim di Jogja.

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Kalau di Jogja untuk skrg ini, kira2 mulai pukul 05.45-11.00.

  • athurindiyanto

    (Waktu terbaik) shalat awwabin (nama lain untuk shalat Dhuha yaitu shalat untuk orang yang taat atau kembali untuk taat[15]) adalah ketika anak unta merasakan terik matahari.”[16]
    Pada jam berapakah Waktu ketika anak unta merasakan terik matahari Bila lokasinya berada di Indonesia?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Coba skali lg tulisan di atas, sudah disebutkan batas awal dan akhir waktu shalat dhuha.

  • h_18

    ustadz, izin copas ya, artikelnya bagus

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Silakan.

  • http://twitter.com/adrianz1304 Adrianz

    slmlikum lg akhi,,
    afwan ni,, blh tny 1x lg y,,
    klo ada penjelasan ttg shalat sunnah tasbih mohon diberikan rujukan juga,,
    ane pgn tau lbh bnyk ttg tu,,
    sama 1 lg,, penjelasan dzikir tasbih,, mdh2an bs ya,,

    oiya,, ane pernah dkasih tau sm tmn,, alhmdlh hmpir tiap hari ane cb jlnin tu minimal 1000x sehari,,
    hampir dtiap wktu luang ane krjain,, dtambah sunnah dhuha minimal 4 rakaat,,
    ane jd inget tausiyah dr ust.yusuf mansyur,,
    ternyata bener2 dah tuh,, yg namanya rejeki,, ada aja,, dr hal2 yg ga terduga sama sekali,,
    sampe sesuatu yg kita minta sm tuhan utk dicukupkan, ternyata tuhan lebihkan juga,,
    makanya ane pgn share ttg ni sm antum2 smua,,
    mdh2an bs jd pelajaran,, bs bermanfaat,, insya allah 1 kebaikan psti akan allah bls dg berlipat ganda,, amin..

    jd intinya ane harap kang M.Abduh Tuasikal (http://rumaysho.com) bs memberikan penjelasan serta rujukan ttg apa yg ane tnya td,, ditambah sunnah dhuha,, insya allah klo udah jd rutinitas,,
    pasti allah mudahkan rejeki buat kita,,

    jazakallahu khayran,,
    wassalam,,

    oiya 1 lg ane titip pesen : gmna pendapat antum ttg 2 link ini,,
    # http://www.facebook.com//pages/Allah/46248535970?v=feed&story_fbid=267017245970
    # http://beritamuslim.wordpress.com/
    mohon pencerahan buat mereka,, ^_^

  • ari

    bagus bisa di dowload

  • Arif

    Assalamualaikum,Ustad,saya mau nanya ada tidak doa sesudah shalat dhuha?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam. Tidak ada do’a khusus ketika itu, itulah yg benar.

  • nilawatisofyan

    Alhamdulillah.Saya mendapatkan thorough knowledge about Shalat Dhuha yang selama ini memang saya inginkan.Thanks a lot.Subhanallah.

  • nilawatisofyan

    This is just what I need.

  • ruddyhermanto

    Alhamdulillah wa syukurillah, dengan mengikuti bimbingan dan pengajaran pengetahuan untuk lebih mengenal Islam, sangat bermanfaat bagi saya dan menambah pengetahuan saya sehingga memotivasi semangat beribadah saya.

    Semoga Alloh SWT senantiasa melimpahkan Rahmat dan Ilmunya kepada para pembimbing dan pengelola rumaysho,com

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Alhamdulillah.

  • ummu muhammad

    alhamdulillah….MasyaAllah…syukron Ustadz atas ilmunya….ana mau langganan artikel ustadz…boleh tdk?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Coba lihat di samping kanan halaman artikel. Di situ ada berlangganan artikel, silakan didaftar lewat situ. Smoga dimudahkan.

  • meila

    assalamu’alaikum ustad afwan mau menanyakan mengenai sholat awwabin apakah maksudnya sholat duha?jzklh

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam. Iya shalat awwabin itu nama lain shalat dhuha. Haditsnya disebutkn dlm tulisan ini. Shalat dhuha adl shalat awwabin, yaitu shalat org yg bertaubat.

  • alpablo

    alhamdulillah segala petunjuk hanya dari Allah..Jazakallahukhayr.

  • http://bibitlelesangkuriang.blogspot.com Ardian

    Ustad, untuk do’a selama sholat Dhuha itu apa saja ? Tolong beri jawaban ustad :) Terima kasih, semoga Allah membalas segala kebaikan Ustad

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Setahu kami tdk ada do’a khusus dlm shalat dhuha. Jd do’anya bebas. Kami sdh membahasnya jg di web ini.

      Barakallahu fiikum.

  • http://www.facebook.com/reni.haryati Reni Haryati

    Ass, Wr Wb,
    Pak Ustad, saya ini adalah seorang pegawai, selama ini saya melaksanakan shalat dhuha di kantor (ada waktu luang), untuk shalat di rumah saya tidak sempat karena saya harus pergi ke kantor jam 06.30, jadi yang ingin saya tanyakan sebaiknya saya shalat jam berapa & kalau di kantor bagaimana. Mohon penjelasan dari Pak Ustad.
    Wassalam Wr. Wb

  • Fairlyana Melita

    Assalaamu’alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh…Ustadz, saya ingin bertanya mengenai derajat hadits ini: “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak 12 (dua belas) rakaat, maka Allah akan membangunkan untuknya istana di syurga”. [HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah].Karena hadits tersebut banyak dijadikan sandaran pada saat ceramah mengenai shalat dhuha, seperti ceramah yang saya dengar beberapa hari lalu diantara shalat tarawih dan witir di masjid. Mohon penjelasannya… Jazaakallaahu khair ya Ustadz…

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh.
      Hadits tsb dho’if sbg dikatakan oleh An Nawawi dalam Al Khulashoh 1/571 dan Syaikh Al Albani dalam Takhrij Misykatul Mashobih 1267.

  • Tambigudel

    alhamdulillah, artikel ini semakin membukakan bathin yg selama ini penuh dengan gelimangan dosa dan maksiat Ya Allah mantapkanlah iman dan islamku

  • ummu aisyah

    ijin share via fb…syukron..

  • Karin salsabila

    Assalamualaikum Ustadz,
    Ustadz,sy mw tanya nich.. apakah qta harus membaca surat As Syams dan surat Dhuha disaat qta melaksanakan shalat dhuha? seandaina qta g hafal,apakah boleh diganti dengan surat lain?
    terima kasih..

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam
      Tdk ada keharusan membaca dua surat itu, boleh dg surat lainnya.

  • gopung

    kalo aku solat dhuha jam 7 pagi gimana atau jam setengah tujuh…boleh kah?

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      itu dibolehkan

  • Agung

     Saya seperti Anda, pegawai juga, ada waktu dan peluang knp gak sholat pdhal 2 rakaat saja?? Allah SWT yang mengatur semua, sampai sekecil-kecilnya. Teruskan Mbak Reni

  • Dwii
    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      waktunya tiap daerah berbeda2, ada yg sekitar jam stgh 12, ada yg jam 11.

  • Gans

    assalamu ‘alaikum ustadz..
    apakah ada do’a khusus setelah sholat dhuha

    jazakallahu khairan

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam

      Tdk ada doa khusus stlh shalat dhuha.

  • Yeni_kurniasih

    Subhanallah… terima kasih atas share nya. Semoga Allah membalas segala kebaikan…

  • Aburiris

    Jazakumulloh atas ilmunya.., mf ana mau tanya, apakah setelah shalat dhuha ada dzikir? misalnya seperti stelah shalat wajib, baca astagfirulloh 3x lalu Allohumma antassalam…dst.. subhanalloh33x… dst… terimakasih atas jawabannya…

  • Deru 1990

    asalammualaikum
    terima kasih ats semuanya

  • Arminareka Perdana

    Subhanallah

  • Andrinursyarif

    bagaiman jika shlat dhuha dilaksanakan langsung 4 rakaat

  • Hary Sutrisno64

     Syukur Alhamdullillah  kita dapat menambah lagi wawasan tentang pemahaman shalat Dhuha.

  • Ibnu Adam

    kalau setelah sholat dhuha (dan sunnah yg lain misal tahajud) apakah ada dzikirnya atau kita boleh langsung berdoa

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      tdk ada dzikir tertentu, bisa langsung doa. Doanya pun bebas, tdk ada doa khusus.

  • Rysmah

    ustadz mohon pembahasannya mengenai sholat istikhoroh? apakah ada tuntunannya dari Rasulullah?
    Jazakillah khair

  • Ahmad Syafaruddin

    kalau bisa mengapa tidak….

  • AISYAH ANWAR

    artikel yg sangat bermnafaat

  • AISYAH ANWAR

    Assalamu’alaikum Ustadz..kalau mau berlangganan artikel.pakenya email apa..email fb,google atau yahoo..? sy coba kok gak bisa2 ya..

    mhn penjelasannya

  • nana dra.

    assalamualaikum wr.wb.. apakah sholat dhuha juga di tutup dengan witir? terima kasih.

  • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

    Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

    Tidak, shalat witir cuma ada di malam hari.