Ritual Pesugihan dan Ingin Kaya Mendadak (1)


Sugih berarti kaya dan pesugihan identik dengan mencari kekayaan. Yang diinginkan adalah kaya mendadak (instan). Contoh dari pesugihan adalah yang telah dijelaskan pada tulisan sebelumnya mengenai ritual pesugihan di Gunung Kemukus Sragen. Rata-rata yang dilakukan dalam ritual pesugihan (ritual ngipri) adalah ritual yang tidak benar, bisa jadi amalan yang mengada-ada yang diamalkan atau dirutinkan, ada pula yang melakukan ritual syirik, juga ada yang dengan maksiat. Karena yang namanya setan sangat cinta sekali dengan pelaku syirik, bid’ah dan maksiat. Sehingga mudahlah datang kekayaan.

Beberapa Ritual Pesugihan

1- Pesugihan lewat monyet atau kera (kethek) seperti terjadi di Ngujang, Tulungagung.

2- Pesugihan lewat semedi di goa dan makam seperti di Gunung Selok, Cilacap.

3- Pesugihan lewat ritual seks seperti di Gunung Kemukus, Sragen. Bahkan ada pesugihan model jenis ini yang aneh karena melakukan ritual seks alam ghaib. Awalnya akan terjadi “persetubuhan” antara laki-laki dan perempuan yang bersedia mengandung benih. “Persetubuhan” ini setengah ghaib sifatnya, tidak harus benar-benar menyetubuhi atau disetubuhi oleh seseorang lain secara fisik.

4- Pesugihan lewat ngalap berkah pada pohon seperti di Gunung Kawi, Malang.

5- Pesugihan lewat tumbal dan sesajen seperti di Gunung Srandil, Cilacap.

6- Pesugihan di pantai dengan tumbal ‘nyawa’ seperti di Parang Tritis lewat Nyai Blorong dan Kanjeng Ratu Kidul.

7- Pesugihan lewat pengabulan do’a dari siluman kura-kura, seperti di Desa Jimbung, Klaten

8- Pesugihan lewat kubur para wali sebagaimana yang terjadi di kubur para sunan di Jawa.

 

Penyimpangan dalam Ritual Pesugihan

1- Syirik dalam ibadah (uluhiyah) bahkan dalam rububiyah (karena yakin yang mengabulkan do’a adalah selain Allah)

2- Ngalap berkah yang tidak syar’i bisa jadi syirik, bisa jadi amalan yang mengada-ngada

3- Semedi atau i’tikaf di petilasan atau kubur tanpa ada petunjuk syar’i

4- Meraih kekayaan dan hajat dunia lewat ritual maksiat seperti lewat ritual seks dengan bukan pasangan yang sah

5- Tawassul (mengambil perantara dalam tersampainya hajat) dengan cara yang tidak benar

6- Harus memenuhi syarat pesugihan dengan menyajikan tumbal dan sesajen

7- Menyandarkan sesuatu pada yang bukan sebab atau mencarinya lewat jimat (tamimah)

8- Beramal akhirat hanya untuk mencari keuntungan dunia semata

9- Melakukan safar terlarang ke gunung, petilasan dan kubur wali

10- Mencontoh pelaku maksiat

11- Melakukan ritual mengada-ada yang tidak pernah dituntunkan

Penjelasan penyimpangan di atas, akan diulas satu per satu mulai dari serial ketiga, insya Allah. Allahumma yassir wa a’in (Ya Allah, mudahkanlah dan tolonglah).

Wallahu waliyyut taufiq.

Riyadh-KSA, 7 Rabi’ul Akhir 1434 H

www.rumaysho.com



Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Pernah menimba ilmu agama dari ulama besar seperti Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Aktivitas: Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul dan Pengasuh Rumaysho.Com dan Penasihat Muslim.Or.Id.


  • ibnu_azwar

    a’dzubillahi min dzalik

  • Sadi Chique

    Ijin share, Pak Ustad.