6 Amalan Utama di Awal Dzulhijah


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Alhamdulillah, bulan Dzulhijah telah menghampiri kita. Bulan mulia dengan berbagai amalan mulia terdapat di dalamnya. Lantas apa saja amalan utama yang bisa kita amalkan di awal-awal Dzulhijah? Moga tulisan sederhana berikut bisa memotivasi saudara untuk banyak beramal di awal Dzulhijah.

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijah

Adapun keutamaan beramal di sepuluh hari pertama Dzulhijah diterangkan dalam hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berikut,

« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ ».

Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.[1]

Dalil lain yang menunjukkan keutamaan 10 hari pertama Dzulhijah adalah firman Allah Ta’ala,

وَلَيَالٍ عَشْرٍ

Dan demi malam yang sepuluh.” (QS. Al Fajr: 2). Di sini Allah menggunakan kalimat sumpah. Ini menunjukkan keutamaan sesuatu yang disebutkan dalam sumpah.[2] Makna ayat ini, ada empat tafsiran dari para ulama yaitu: sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah, sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama bulan Ramadhan dan sepuluh hari pertama bulan Muharram.[3] Malam (lail) kadang juga digunakan untuk menyebut hari (yaum), sehingga ayat tersebut bisa dimaknakan sepuluh hari Dzulhijah.[4] Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan bahwa tafsiran yang menyebut sepuluh hari Dzulhijah, itulah yang lebih tepat. Pendapat ini dipilih oleh mayoritas pakar tafsir dari para salaf dan selain mereka, juga menjadi pendapat Ibnu ‘Abbas.[5]

Lantas manakah yang lebih utama, apakah 10 hari pertama Dzulhijah ataukah 10 malam terakhir bulan Ramadhan?

Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zaadul Ma’ad memberikan penjelasan yang bagus tentang masalah ini. Beliau rahimahullah berkata, “Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan lebih utama dari sepuluh malam pertama dari bulan Dzulhijjah. Dan sepuluh hari pertama Dzulhijah lebih utama dari sepuluh hari terakhir Ramadhan. Dari penjelasan keutamaan seperti ini, hilanglah kerancuan yang ada. Jelaslah bahwa sepuluh hari terakhir Ramadhan lebih utama ditinjau dari malamnya. Sedangkan sepuluh hari pertama Dzulhijah lebih utama ditinjau dari hari (siangnya) karena di dalamnya terdapat hari nahr (qurban), hari ‘Arofah dan terdapat hari tarwiyah (8 Dzulhijjah).”[6]

Sebagian ulama mengatakan bahwa amalan pada setiap hari di awal Dzulhijah sama dengan amalan satu tahun. Bahkan ada yang mengatakan sama dengan 1000 hari, sedangkan hari Arofah sama dengan 10.000 hari. Keutamaan ini semua berlandaskan pada riwayat fadho’il yang lemah (dho’if). Namun hal ini tetap menunjukkan keutamaan beramal pada awal Dzulhijah berdasarkan hadits shohih seperti hadits Ibnu ‘Abbas yang disebutkan di atas.[7] Mujahid mengatakan, “Amalan di sepuluh hari pada awal bulan Dzulhijah akan dilipatgandakan.”[8]

6 Amalan Utama di Awal Dzulhijah

Ada 6 amalan yang kami akan jelaskan dengan singkat berikut ini.

Pertama: Puasa

Disunnahkan untuk memperbanyak puasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijah karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong kita untuk beramal sholeh ketika itu dan puasa adalah sebaik-baiknya amalan sholeh.

Dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya[9], …”[10]

Di antara sahabat yang mempraktekkan puasa selama sembilan hari awal Dzulhijah adalah Ibnu ‘Umar. Ulama lain seperti Al Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin dan Qotadah juga menyebutkan keutamaan berpuasa pada hari-hari tersebut. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama. [11]

Kedua: Takbir dan Dzikir

Yang termasuk amalan sholeh juga adalah bertakbir, bertahlil, bertasbih, bertahmid, beristighfar, dan memperbanyak do’a. Disunnahkan untuk mengangkat (mengeraskan) suara ketika bertakbir di pasar, jalan-jalan, masjid dan tempat-tempat lainnya.

Imam Bukhari rahimahullah menyebutkan,

وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا . وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِىٍّ خَلْفَ النَّافِلَةِ .

Ibnu ‘Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10  hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq.” Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin ‘Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah.[12]

Catatan:

Perlu diketahui bahwa takbir itu ada dua macam, yaitu takbir muthlaq (tanpa dikaitkan dengan waktu tertentu) dan takbir muqoyyad (dikaitkan dengan waktu tertentu).

Takbir yang dimaksudkan dalam penjelasan di atas adalah sifatnya muthlaq, artinya tidak dikaitkan pada waktu dan tempat tertentu. Jadi boleh dilakukan di pasar, masjid, dan saat berjalan. Takbir tersebut dilakukan dengan mengeraskan suara khusus bagi laki-laki.

Sedangkan ada juga takbir yang sifatnya muqoyyad, artinya dikaitkan dengan waktu tertentu yaitu dilakukan setelah shalat wajib berjama’ah[13].

Takbir muqoyyad bagi orang yang tidak berhaji dilakukan mulai dari shalat Shubuh pada hari ‘Arofah (9 Dzulhijah) hingga waktu ‘Ashar pada hari tasyriq yang terakhir. Adapun bagi orang yang berhaji dimulai dari shalat Zhuhur hari Nahr (10 Dzulhijah) hingga hari tasyriq yang terakhir.

Cara bertakbir adalah dengan ucapan: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha illallah, Wallahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd.

Ketiga: Menunaikan Haji dan Umroh

Yang paling afdhol ditunaikan di sepuluh hari pertama Dzulhijah adalah menunaikan haji ke Baitullah. Silakan baca tentang keutamaan amalan ini di sini.

Keempat: Memperbanyak Amalan Sholeh

Sebagaimana keutamaan hadits Ibnu ‘Abbas yang kami sebutkan di awal tulisan, dari situ menunjukkan dianjurkannya memperbanyak amalan sunnah seperti shalat, sedekah, membaca Al Qur’an, dan beramar ma’ruf nahi mungkar.

Kelima: Berqurban

Di hari Nahr (10 Dzulhijah) dan hari tasyriq disunnahkan untuk berqurban sebagaimana ini adalah ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Silakan baca tentang keutamaan qurban di sini.

Keenam: Bertaubat

Termasuk yang ditekankan pula di awal Dzulhijah adalah bertaubat dari berbagai dosa dan maksiat serta meninggalkan tindak zholim terhadap sesama. Silakan baca tentang taubat di sini.

Intinya, keutamaan sepuluh hari awal Dzulhijah berlaku untuk amalan apa saja, tidak terbatas pada amalan tertentu, sehingga amalan tersebut bisa shalat, sedekah, membaca Al Qur’an, dan amalan sholih lainnya.[14]

Sudah seharusnya setiap muslim menyibukkan diri di hari tersebut (sepuluh hari pertama Dzulhijah) dengan melakukan ketaatan pada Allah, dengan melakukan amalan wajib, dan menjauhi larangan Allah.[15]

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

 

Finished with aid of Allah, on 1st Dzulhijah 1431 H (07/11/2010), in KSU, Riyadh, KSA

Written by: Muhammad Abduh Tuasikal

www.rumaysho.com




[1] HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu ‘Abbas. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim.

[2] Lihat Taisir Karimir Rahman, ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, tahun 1420 H, hal. 923.

[3] Zaadul Masiir, Ibnul Jauziy, Al Maktab Al Islami, cetakan ketiga, 1404, 9/103-104.

[4] Lihat Tafsir Juz ‘Amma, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, cetakan tahun 1424 H, hal. 159.

[5] Latho-if Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, Al Maktab Al Islamiy, cetakan pertama, tahun 1428 H, hal. 469.

[6] Zaadul Ma’ad, Ibnul Qayyim, Muassasah Ar Risalah, cetakan ke-14, 1407, 1/35.

[7] Lathoif Al Ma’arif, 469.

[8] Latho-if Al Ma’arif, hal. 458.

[9] Yang jadi patokan di sini adalah bulan Hijriyah, bukan bulan Masehi.

[10] HR. Abu Daud no. 2437. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

[11] Latho-if Al Ma’arif, hal. 459.

[12] Dikeluarkan oleh Bukhari tanpa sanad (mu’allaq), pada Bab “Keutamaan beramal di hari tasyriq”.

[13] Syaikh Hammad bin ‘Abdillah bin Muhammad Al Hammad, guru kami dalam Majelis di Masjid Kabir KSU, dalam Khutbah Jum’at (28/11/1431 H) mengatakan bahwa takbir muqoyyad setelah shalat diucapkan setelah membaca istighfar sebanyak tiga kali seusai shalat. Namun kami belum menemukan dasar (dalil) dari hal ini. Dengan catatan, takbir ini bukan dilakukan secara jama’i (berjama’ah) sebagaimana kelakukan sebagian orang. Wallahu a’lam.

[14] Lihat Tajridul Ittiba’, Syaikh Ibrahim bin ‘Amir Ar Ruhailiy, Dar Al Imam Ahmad, hal. 116, 119-121.

[15] Point-point yang ada kami kembangkan dari risalah mungil “Ashru Dzilhijjah” yang dikumpulkan oleh Abu ‘Abdil ‘Aziz Muhammad bin ‘Ibrahim Al Muqoyyad.



Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Pernah menimba ilmu agama dari ulama besar seperti Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Aktivitas: Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul dan Pengasuh Rumaysho.Com dan Penasihat Muslim.Or.Id.

Artikel Terkait

  • Man99ala_sp

    Izin share Ustadz..
    Jazakallahu khair

  • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

    Jazakumullah khoiron. Dalam tulisan di atas pun untuk takbir muthlaq tdk kami batasi.
    Barakallahu fiikum.

  • Man99ala_sp

    Assalamualykum Ustadz,,
    1.bagaimana cara melakukan amalan puasa sunnah bagi orang yang sudah terbiasa menjalankan puasa daud?? apakah puasa daud dihentikan, kemudian puasa 9 hari sebelum tgl 10 Dzulhijjah atau bagaimana??

    2.mohon penjelasan puasa di hari tarwiyah (8 Dzulhijjah), bagaimana hukumnya?

    Jazakallahu khair

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      wa’alaikumus salam
      1. puasa daudnya bisa sj dihentikan dan lebih memilih puasa Arofah.
      2. sebenarnya puasa tarwiyah masuk keumuman hadits puasa di awal dzuhijah. adapun hadits yg membicarakan puasa tarwiyah secara khusus adl hadits yg lemah.
      Wallahu a’lam.

      • Man99ala_sp

        Jazakallahu khair Ustadz atas penjelasannya, tapi afwan ada yang belum paham. Jadi, mau konfirmasi saja:
        1. Puasa berturut-turut pada 9 hari awal bulan Dzulhijjah lebih utama daripada puasa sunnah Arofah saja? karena yang diajarkan oleh keluarga pada saya adalah puasa sunnah Arofah

        2. Puasa sunnah tarwiyah yang masuk dalam puasa selama 9 hari awal bulan Dzulhijjah ini bukan puasa tarwiyah secara khusus ya Ustadz? Jadi tidak masalah?

        3. Di masyarakat seirngkali didapati puasa Arofah dibarengi dengan puasa tarwiyah sebelumnya? Apakah ini merupakan pengkhususan puasa tarwiyah atau bukan?

        Mohon penjelasannya
        Jazakallahu khair jawabannya

        • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

          1. Puasa Arofah lebih utama krn penegasan dr hadits yg ada. Wallahu a’lam.
          2. Yg tepat amalkan hadits keutamaan beramal di awal dzulhijah (1-9). hadits yg membicarakan puasa tarwiyah itu dhoif.
          3. jk diamalkan berdasarkan hadits puasa tarwiyah, mk itu keliru.

  • Man99ala_sp

    Assalamualaykum Ustadz mau bertanya…
    1. Bagaimana cara mengamalkan puasa sunnah dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijah untuk orang yang sdh mengamalkan puasa daud dalam kesehariannya? apakah puasa daud ditinggalkan terlebih dahulu untuk kemudian puasa sunnah di bulan Dzulhijjah??

    2. Bagaimana hukum puasa di hari tarwiyah dan ‘arafah saja?

    Jazakallahu khair.

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      wa’alaikumus salam
      1. puasa daud boleh sj diputus.
      2. itu boleh.

  • Rizhal_99

    Alhamdulillah .. Tambahan ILMU … Izin Share ya pak…

  • qefyalghifari

    Subhanallah, jazakallah ya ilmunya. Sangat berarti bagi saia. :)

  • Ida Agustina

    Assalamualaikum..
    Ustad,bgmn crnya beribdh di awal Dzulhijah ini bg yg sdg dtg “tamu blnan”,..Wassalam..izin share ustad

  • Ummu aisyah

    Hari tasyriq dimulai kapan??

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      11, 12, 13 Dzulhijah

  • ummiazzam

    Ustad, tolong dijelaskan tentang hari tarwiyah, yang kadang2 sebagian ummat masih menjalankan puasa tarwiyah. jzk

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      haditsnya dhoif. namun jika kita amalkan puasa pd tgl 8 Dzulhijah krn mengamalkan hadits2 yg membicarakan keutamaan beramal di awal Dzulhijah, mk itu dibolehkan.

  • Zahranindhi

    bismillah…
    izin share ustadz,, jazakallahu khair..

  • Man99ala_sp

    Ustadz, jadi kalau puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah yang diikuti dengan hari2 sebelumnya (1-7) dan puasa Arofah itu tdk apa-apa ya Ustadz??
    Amalan puasa pada awal bulan Dzulhijjah harus 9 hari berturut2 atau boleh memilih tanggal berapa saja??
    Jazakallahu khair

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      kalau laksanakan 9 hari berturut2 itu lebih baik krn afdholnya beramal ketika itu terutama lg adl amalan puasa.

      • http://pulse.yahoo.com/_BEH4GHN7GGIZH3ACQGICWTF24M Manggala

        Jazakallah khair penjelasannya..
        Oya Ustadz, begitu juga amalan puasa pada bulan Sya’ban, apakah boleh dilaksanakan sepanjang bulan atau ada tata cara tertentu yang diajarkan Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam?
        karena saya pernah baca sebuah hadits yang berbunyi “Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban” (Riwayat Al-Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156).

        • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

          Puasa bulan Sya’ban kata para ulama dilaksanakan pd mayoritas hr yg ada sj, bukan seluruhnya. Karena puasa sunnah tdk boleh serupa dg puasa wajib di bulan Ramadhan.

  • Mas Didit

    Assalamualaikum warahmatullah,

    Ustadz, saya baru mendapatkan hadist berikut, pada hari ini (11/11/2010)..

    Dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

    عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ.

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya [HR. Abu Daud no. 2437. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

    apakah boleh memulainya besok (12/11/2010), dan seterusnya hingga tgl 10 Dzulhijjah?? jazakumullah khoiron, wa alaikumussalam warahmatullah..

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh

      Boleh mulainya besok sampai tgl 9 Dzulhijah sj.

      • Aryasaga

        Assalamu alaikum..di mekkah 9 Dzulhijjah atau 15 Nov 2010 wkt indonesia dan di indonesia 9 dzulhijajnya jth pd tgl 16 Nov..sebaiknya mengikuti yg mana?

        • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

          ikuti keputusan pemerintah, yaitu tgl 16 novemver.

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh

      Boleh mulainya besok sampai tgl 9 Dzulhijah sj.

  • abu asiyah

    Assalamualaikum warahmatullah,
    Ustadz, saya membaca artikel berjudul “Keutamaan Sepuluh Hari Pertama bulan Dzulhijjah, Serta Hukum Seputar Iedul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban” yang ditulis oleh Abdul Malik Al Qasim -terjemah:Ummu Abdillah Zubaidah Al-Atsariyah, dari islamhouse.com. Pada artikel tersebut hadits dari Hunaidah bin Kholid seperti pada pertanyaan sebelumnya, redaksi terjemahnya sbb:

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada tanggal sembilan
    Dzulhijjah, hari ‘Asyura dan tiga hari pada tiap bulan”
    (HR. Imam Ahmad, Abu Daud, An Nasa’i)

    Puasa hanya pada tggl sembilan dzulhijjah, bukan berpuasa sembilan hari awal Dzulhijah sebagaimana ustadz sampaikan.

    Mohon penjelasannya ustadz. Barakallahu fyk
    alaikumussalam warahmatullah

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh

      Coba baca sekali lg tulisan di atas. Ada hadits yg kami sebutkan ttg keutamaan beramal di awal Dzulhijjah dan ini sifatnya umum. Boleh dg amalan apa sj dan pr ulama katakan amalan puasa itu lebih utama. Lalu kami sebutkan ada pula puasa pada 1-9 Dzulhijjah dr perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri. Coba disimak lagi. Sedangkan hadits yg saudara sebutkan adalah benar adanya, jadi menunjukkan puasa yg utama adl tgl 9 Dzulhijah. Wallahu a’lam.

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh

      Para ulama jelaskan bahwa yg dimaksud adl berpuasa 1-9 Dzulhijjah dan yg utama adl puasa Arofah pd tgl 9 Dzulhijjah.

  • Gand_s

    Ijin share ustadz…jazakumullahkhoir

  • Cadas_89cfp

    assalamualaikum.
    ijin  untuk share ustadz.,.,
    smoga dapat mngingatkan saudara muslim yang lain’y.,.,
    jazakumullah khoiron,
    wassalamualaikum.

  • Suchi yanti

    assalamualaikum..izin share y Ustad,maturnuwun….

  • http://www.facebook.com/adriyp Adri Yudha Prawira

    allahuakaabarrrrr.,

  • Heru Wiratno

    Puasa tgl 1 dhulhidjah jatuh pada tgl brp

  • Dilah Hasan

    subhanallah….